Hujan deras mengguyur membasahi kota. Bunyi rintik air yang berjatuhan ke bumi seperti lagu penenang bagi siapapun yang mendengarnya. Starla, gadis itu menatap ke luar jendela di mana hujan turun begitu jelas nya. Senyum kecil terpatri di bibir mungilnya. Menatap hujan membuat mood nya sedikit lebih baik.
"Starla, gue buatin coklat panas. Lo harus minum sampe abis pokoknya." Seru seseorang dengan cangkir putih di tangannya.
Starla mengagguk ia meminum coklat panas yang di buatkan sang empunya rumah. Rasa hangat menjalar di tubuhnya ketika ia meminum coklat panas itu. Iya tersenyum menatap lelaki di depannya ini.
"Makasih Reynand." Ucap Starla seraya menyimpan cangkir itu di atas meja.
Saat ini ia sedang berada di apartemen lelaki itu. Setelah kejadian tadi, Reynand tiba tiba datang dan memeluk starla. Pelukan lelaki itu mampu membuat Starla sedikit tenang. Dan pada akhirnya, Reynand mengajak membolos dan berakhir di apartemen ini.
"Lo udah gapapa?" Tanya Reynand seraya menatap mata sembab gadis itu.
"I'm okay"
Kedua nya kembali terdiam ketika tak tau apa lagi yang harus di bicarakan. Suasana yang awakward sungguh membuat Starla tak nyaman. Ia memainkan kedua jarinya bingung untuk memulai pembicaraan darimana.
"Rey."
"Starla."
Starla mengerjapkan mata nya ketika mereka memanggil berbicara secara berbarengan. Namun tak lama kedua nya tertawa; ya, walaupun tak tau apa yang sedang mereka tertawakan.
"Rey, gue boleh nanya sesuatu?" Tanya starla dengan hati hati.
"Apa?"
"Lo tau ada hubungan apa antara bulan sama angkasa?" Tanya Starla.
"Gue bakal cerita tapi janji jangan motong ucapan gue."
Starla mengagguk.
Reynand menyeritkan alisnya mencoba mengingat masa lalu "Dulu angkasa, bulan, zero. Mereka sahabatan, bahkan dari mereka masih bayi"
Starla membulatkan mata nya ketika mendengar fakta yang menurutnya sangat mengejutkan itu. Hei, siapa yang tidak kaget. Apalagi saat ini angkasa dan Zero dikenal sebagai dua kubu yang tak tak pernah akur.
"Tapi bukannya--"
"Starla, gue bilang apa tadi?" Ucapan dari Reynand mampu membuat Starla mengatupkan mulut nya.
"Tapi sayangnya ada satu kejadian dimana persahabatan mereka renggang. Lo tau kan di dalam circle persahabatan antara cewe sama cowo itu pasti ga akan pernah berjalan lancar. Pasti ada aja salah satu di antara mereka yang suka sama sahabat sendiri"
"Zero sama Angkasa kedua nya sama sama punya rasa ke Bulan. Mereka berdua memendam rasa itu karena tak mau membuat persahabatan dari kecil itu renggang. Tapi, saat itu bulan tiba tiba bilang ke Angkasa bahwa ia mencintai lelaki itu. Tanpa pikir panjang angkasa nerima bulan. Mereka berdua selalu bersama kemanapun itu sampai mereka lupa bahwa mereka masih ada Zero."
Sebenarnya Reynand dari dulu tidak mempercayai bulan. Entah perasaan nya saja atau apa, Reynand merasa bulan itu terlalu mencurigakan bahkan saat awal bertemu dengan bulan, Reynand langsung tak menyukai gadis itu.
Starla terdiam menatap ke luar jendela. Jadi, disini ia hanya orang asing yang masuk ke kehidupan angkasa. Ia teringat akan ucapan Bulan tentang dirinya yang hanya dijadikan pelampiasan oleh angkasa. Apa mungkin dirinya memang hanya di jadikan pelampiasan? Mendengar cerita dari Reynand membuat dia ragu dengan rasa cinta yang mulai tumbuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA ✔
Jugendliteratur(END) Mereka pikir pertemuan itu hanyalah ketidaksengajaan. Namun, semesta sepertinya gemar sekali bermain main. Garis takdir yang begitu nyata membuat skenario kisah rumit antara Angkasa dan Starla di pertemuan kedua mereka. Ketika Gadis Lugu sep...
