"HEH JADI LO YANG UDAH NYIPRATIN AIR KOTOR SEMALEM PAKE MOTOR SIALAN LO ITU." Teriakan Starla menggema sampai ke sudut sudut parkiran, membuat orang orang yang berlalu lalang berkumpul mengelilingi sumber suara itu dengan wajah kepo.
Lelaki itu membuka helm full face nya dan terpampanglah wajah datar membuat siswi yang berada di sekitar meneguk salivanya kasar. Mereka memandangi angkasa antara takut dan meleleh karena ketampanan yang disuguhkan dari wajah lelaki itu.
Angkasa memutar bola matanya malas. Sepertinya lelaki itu hobi memutar bola mata.
Dia memandang gadis di depannya tanpa minat. Namun dalam diam dia ber -oh ria karena gadis dihadapan ini lah yang kemarin menjadi korban kejailannya di jalan raya.
"Woy lo bisu?!"
Penonton yang menonton kejadian Itu menegang. Aura di sekitar mulai mencekam, apalagi ketika melihat tatapan tajam bak singa yang siap menerkam siapapun yang berada di dekatnya.
"Beneran bisu ternyata.Seru Starla ketika lelaki itu hanya diam sambil menatap matanya tajam. Bukannya takut, starla justru menatap kembali lelaki dihadapannya ini lebih tajam.
"Jaga ucapan lo" Suara rendah namun mengerikan membuat keadaan hening. Tak ada yang berani berbicara apalagi memperingatkan gadis itu yang tengah dalam lingkaran bahaya itu.
"Loh bisa ngomong." Kata Starla seraya terkekeh. Gadis itu melihat ke sekeliling ternyata sudah berkerumun. Hei, apa yang menarik dari perdebatan dirinya dengan lelaki di depannya ini.
"Karena gue baik dan tidak sombong jadi gue ga bakal minta yang ribet ribet. gue cuma minta lo minta maaf sama gue. bisa kan?" Tanya Starla memecah keheningan sekitar.
Angkasa memijit pelipisnya pening. Dia Harus mengontrol kesabarannya dengan gadis di depannya ini "Siapa lo sampai gue harus minta maaf." Kata Angkasa seraya besedekap dada memandang sinis starla.
"Bukannya minta maaf ga mengenal siapa dia. Kata kata maaf itu perlu ketika kita buat salah." Kata Starla Dia tersenyum entah karena apa. Gadis itu memandang angkasa dengan pandangan polos.
Angkasa sempat terdiam sejenak ketika melihat senyuman itu. Entah kenapa tubuhnya meremang dan pikirannya tiba tiba kosong. Namun cepat cepat dia kembali tersadar dan memandang starla datar.
"Serah."
Angkasa pergi meninggalkan kerumunan. Starla yang melihat itu pun memberenggut kesal dia mengejar angkasa yang melangkah lebar dengan kaki panjangnya. Dia terus mengikuti lelaki itu tak peduli dengan bel yang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
"Pergi!" Perintah angkasa dengan kasar. Lelaki itu sepertinya sudah kehilangan kesabaran apalagi dia mendorong bahu starla kuat membuat tubuh mungil itu hampir saja terjembab ke lantai sekolah yang dingin.
"Gak mau."
Angkasa Mengacak Rambutnya Frustasi "Mau lo apa?" Tanya Angkasa dengan penuh Penekanan.
Starla tersenyum ketika mendengar ucapan Angkasa "Minta maaf ke gue." Kata Starla dengan menunjuk drinya sendiri dengan Senyum yang terus Bertahan.
"LO SIAPA SAMPAI GUE HARUS MINTA MAAF HAH!" Teriak angkasa marah. Lelaki itu mana mau minta maaf walaupun dia salah. Tak ada dalam kamus hidupnya seorang Angkasa Robert Pasquallin meminta maaf. Tak ada dan tak akan pernah ada. camkan itu.
Untung saja koridor disini sangat sepi. memang sengaja angkasa membawa gadis ini ke tempat ini. Bukan hanya tak ingin menjadi pusat perhatian. Angkasa juga leluasa mengeluarkan amarahnya yang tertahan sedari tadi tanpa ada yang mengganggu.
"BIASA AJA DONG! GUE CUMA MAU LO MINTA MAAF DAN SETELAH ITU URUSAN KITA SELESAI." Bentak Starla Tak kalah keras dia menatap angkasa dengan tatapan membunuh yang justru membuat angkasa geli melihat tatapan gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA ✔
Teen Fiction(END) Mereka pikir pertemuan itu hanyalah ketidaksengajaan. Namun, semesta sepertinya gemar sekali bermain main. Garis takdir yang begitu nyata membuat skenario kisah rumit antara Angkasa dan Starla di pertemuan kedua mereka. Ketika Gadis Lugu sep...
