28. Angkasa dan zero

11.3K 482 9
                                        

Suasana di tempat ini begitu ricuh. Gelak tawa terdengar di beberapa sudut ruangan. Suara petikan gitar mengalun membuat orang yang berada di sekitar bernyanyi menyesuaikan dengan bunyi gitar itu. Angkasa tersenyum kecil; melihat anggota nya tertawa bahagia membuat hati kecil sedikit menghangat.

Secara tiba tiba. Reynand menghentikan petikan gitarnya. Tanpa rasa bersalah, ia menyimpan gitar itu di samping. Tangannya terulur mengambil gelas berisi teh hangat yang tadi ia pesan. Tak peduli dengan tatapan tajam dari temannya yang lain.

"Sumpah Rey, rasa ingin ngebunuh Lo semakin meningkat." Kesal Arsen. Bagaimana tidak, ia sedang asyik bernyanyi namun teman sialan nya itu malah memberhentikan petikan gitarnya.

"Suara Lo jelek, kuping gue sakit denger nya."

Deheman dari lelaki berbadan bongsor membuat Reynand mengalihkan pandangannya "Berarti suara gue juga jelek? Kan tadi gue ikutan nyanyi sama Arsen." ucapnya membuat Reynand gelagapan.

"Suara Lo bagus seriusan gak boong. Cuman karena suara tikus kejepit milik Arsen ini bener bener ngerusak ke aesthetic-an nyanyian kita." Jelas nya seraya tersenyum menatap takut ke arah Bobby.

"Alasan."

Mereka kembali sibuk dengan aktivitas nya masing masing. Seperti Arsen; lelaki itu kini tengah memesan mie ayam, padahal tadi Arsen baru saja menghabiskan satu mangkok mie instan.

"Usus Lo di buat dari apaan anjing? Dari tadi makan mie mulu." Celetuk Reynand.

"Diem Rey gue lagi menikmati mie ayam."

Reynand menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat nya itu. Ia melirik ke arah angkasa yang sedari tadi hanya diam seraya sibuk dengan ponselnya. Tumben sekali angkasa bermain ponsel, karena biasanya ketika kumpul begini angkasa jarang bahkan hampir tak pernah membuka ponsel nya.

"Fokus amat bos."

Angkasa berdehem, lelaki itu segera memasukan ponsel nya kedalam kantong.

"Angkasa."

"Apa?"

"Sebelumnya gue mau minta maaf sama lo." Ucap Reynand membuat angkasa Menyerit tak paham "Setelah ini terserah Lo mau pukul gue atau apapun itu."

"Ga usah bertele tele Reynand." kesal angkasa.

Menghembuskan nafasnya sejenak, Reynand kemudian berucap "Gue nembak Starla."

UHUK!

Arsen terbatuk, lelaki itu tersedak saat makan ketika mendengar ucapan dari Reynand. Oh God, dia harap yang diucapkan reynand hanya bercanda. Bahkan saat ini tak ada yang berani membuka suara, pernyataan dari Reynand membuat seisi ruangan terdiam, mereka semua takut tak ada yang berucap sepatah kata pun. Apalagi saat ini aura dari angkasa membuat suasana mencekam.

"Gue takut salah denger. Coba Lo ulangin lagi apa yang baru Lo bilang tadi Reynand." Angkasa dan nada dinginnya adalah hal paling di takuti oleh anggota nya.

"Maaf, gue nembak Starla. Gue suka sama dia. Maaf angkasa, gue gak bermaksud khianatin Lo." Lirih Reynand menatap dengan berani si ketua geng di hadapannya.

"Kapan? Sejak kapan Lo suka dia?" Tanya angkasa.

"Sejak dulu, maaf."

Bugh!

"GUE SURUH LO JAGAIN STARLA BUKAN BERARTI LO DENGAN SEENAKNYA NEMBAK STARLA!" Bentak Angkasa seraya mencengkram kerah baju seragam milik pemuda itu.

Bugh!

"Angkasa dia temen Lo." Arsen bangkit mencoba melerai kedua temannya itu. Namun naas, justru Arsen terkena pukulan dari angkasa membuat pemuda itu terjatuh di lantai

ANGKASA ✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang