15. Pelukan Hangat Bunda

15.5K 671 12
                                        

Starla menuruni tangga rumah nya. Dia menatap ke arah dapur dimana sang bunda tengah sibuk memasak dan papah nya yang sibuk bermain ponsel di meja makan. Seperti nya sang papah itu menunggu makan malam tiba.

"Bagus, nyonya baru turun dari kamer nya." Sindir bunda nya ketika melihat starla yang menuruni tangga.

"Iya nih, bun, cape abis rebahan."

Duduk di salah satu kursi. Dia menatap papah nya yang selalu sibuk kapan pun dan dimana pun itu, pekerjaan menjadi CEO bukan lah hal yang mudah, Starla tau itu. Walau pun sudah berumur pria di hadapan nya ini masih terlihat muda. Bahkan, banyak di luar sana yang masih mengantri untuk menjadi istrinya.

Sungguh wanita wanita yang tak tau diri.

"Gimana sekolah baru nya?" Tanya Papah secara tiba tiba, membuat starla mendongak menatap tatapan tegas dari sang papah.

"Biasa aja." Padahal ucapan nya itu berbanding terbalik dengan yang di lalui nya selama berada di sekolah barunya itu.

Papah menyimpan ponsel nya. Dia juga membuka kacamata yang bertengger manis di hidung nya. Senyum jahil terpatri di wajah pria paruh baya itu. dan Starla menyadari bahwa papah nya pasti akan menanyakan hal yang tidak tidak.

"Udah punya pacar kan?" Tanya nya yang sontak membuat Starla membola dengan pertanyaan sang Papah.

"Apa sih pah, aku gak punya pacar."

"Yakin nih." Seru sang bunda seraya membawa beberapa piring berisi makanan lalu di simpan nya di meja makan.

"Ih bunda gak percaya banget sama aku." Kata Starla seraya mengerucutkan bibir nya.

Bunda nya terkekeh seraya duduk di  samping sang papah. Dia menatap putri semata wayang nya yang tengah kesal "Kalo gak punya, tadi siapa laki laki yang nganterin kamu pulang." Kata nya dengan nada jahil.

Starla meneguk saliva nya kasar, dalam hati dia memggerutu kenapa bunda nya harus melihat ketika dirinya tadi di antar pulang oleh Angkasa. Bukan mereka tak mengizinkan Starla untuk berpacaran, hanya saja...

Ah seperti itu lah.

"Itu temen, bun."

Kekehan kecil terdengar dari kedua orang tua nya. Bunda Dan Papah nya ini sama saja, selalu senang jika melihat Starla kesal. Hal tersebut seperti rutin dilakukan ketika mereka tengah berkumpul.

"Iya deh percaya, cepet makan keburu dingin."

"Iya."

Tok

Tok

Ketiga orang itu saling pandang ketika mendengar ketukan pintu yang samar samar terdengar. Siapa yang bertamu di malam seperti ini. Ya, walau pun ini masih setengah delapan. Tapi tetap saja menggagu acara makan malamStarla.

"Siapa bun?" Tanya Staral seraya menatap bunda nya.

"Mana Bunda tau."

"Biar papah yang cek." Seru sang papah seraya bangkit dari duduknya.

"Bunda ikut, pah."

"Terus aku sendiri?" Tanya Starla seraya menunjuk dirinya sendiri.

"Udah jomblo diem aja." Seru sang bunda seraya bergelayut manja di lengan kekar papah nya itu.

Starla memutar bola mata nya malas. hanya bunda nya saja yang selalu mengolok ngolok nya dengan kata jomblo, yang kadang membuat nya kesal.

"WAAAHHHHHH!"

ANGKASA ✔ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang