"Coba ulangin ucapan lo itu. gue mau denger lagi?" Suara bariton dari seseorang itu membuat satu kelas meneguk salivanya. Sepertinya akan ada bencana besar di kelas ini.
Tubuh Starla menegang ketika mendengar Suara itu yang berada tepat di sampingnya. Saking kesalnya dia tadi, sampai tak menyadari bahwa singa itu berada sudah di dekatnya.
"Mau apa lo kesini?" Ketus Starla Dia Kembali duduk dengan wajah tenang Seakan tidak takut diterkam dengan wajah garang didepannya ini.
Angkasa mengacungkan sesuatu membuat Mata Starla membulat Sempura. Itu sepatu miliknya! Dengan kasar gadis itu bangkit berniat mengambil sepatu itu namun justru angkasa malah menaikan tangannya tinggi tinggi.
"Balikin sepatu gue." Geram Starla. Gadis itu tak peduli lagi Toh ketika dia menjadi pusat perhatian. Karena Saat ini yang lebih penting adalah sepatu kesayangannya
"Hm, gimana kalau gue bakar nih sepatu." Kata Angkasa. Hal itu sontak membuat starla membulatkan matanya.
"Jangan!"
Angkasa hanya tersenyum sinis seraya mengangkat sepatu itu tinggi tinggi. Ternyata menyenangkan juga menjahili gadis dihadapannya dan sepertinya angkasa akan melakukan hal itu terus menerus sampai gadis di depannya ini menderita.
"WOY! SEKOLAH KITA DISERANG!" Teriakan dari arah Koridor membuat semua pasang mata terkejut sekaligus takut. Untuk kesekian kalianya Sekolah MIS di serang oleh orang orang bersenjata.
Satu
Dua
Tiga
Teriakan mulai menggema dimana mana. Apalagi para Siswi yang bermulut cempreng menambah Suasana bertambah Riuh. Sedangkan starla gadis itu hanya diam tak mengerti apa yang tengah terjadi.
"Angkasa kita ke gerbang Sekarang!" Seru Lelaki berwajah Baby Face Siapa lagi kalau bukan Reynand. Lelaki bermata Hitam legam itu berlari tanpa menunggu jawaban dari angkasa.
Angkasa melempar Sepatu Starla yang lemparannya itu tepat masuk kedalam tong Sampah kecil yang berada di dalam Kelas.
"Gue ga butuh sepatu Lo. Dan satu lagi urusan kita belum selesai dan mungkin ga akan pernah selesai sampai gue lihat lo menderita." Perkataan menusuk itu membuat Starla menegang.
Angkasa berlari meninggalkan kelas Starla yang lumayan sepi, Karena sebagian siswa siswi nya pergi menuju gerbang untuk melihat apa yang tengah terjadi.
"Starla ayo ke gerbang." Risa menarik Starla membuat tubuh mungil itu mengikuti Risa.
Di gerbang sekolah MIS para murid berkumpul di sana mereka melihat apa yang akan terjadi. Tak ada yang berani mendekat, mereka hanya melihat dari jauh begitu pun dengan guru guru.
Sudah hal yang biasa terjadi ketika Sekolah MIS diserang. namun kali ini sepertinya akan parah. Terlihat seseorang di gerbang sana membawa senjata tajam.
Mengapa tidak memanggil polisi? Alasannya karena angkasa melarang siapapun untuk memanggil polisi di saat mereka mengalami situasi seperti saat ini. Karena Angkasa pernah berjanji jika tidak melapor polisi maka di pastikan mereka semua akan aman.
"ANGKASA SIALAN KELUAR LO!" Teriak lelaki berpakaian hitam dengan garang. Lelaki yang berumur satu tahun lebih muda dari Angkasa itu berteriak kesetanan dengan wajah diliputi amarah.
"ANGKASA KALO LO GA KELUAR GUE PASTIIN SEKOLAH INI HANCUR!!!!" Gerbang sekolah yang tertutup rapat di tendang begitu kuat membuat bunyi yang sangat nyaring.
"Gue disini Theo." Seruan rendah disebrang sana membuat semua pasang mata mengarahkan pandangan kepada lelaki yang tengah berjalan dengan gaya Cool dan tentu saja di belakang lelaki itu terdapat dua temannya, siapa lagi kalau bukan Reynand dan Arsen.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA ✔
Teen Fiction(END) Mereka pikir pertemuan itu hanyalah ketidaksengajaan. Namun, semesta sepertinya gemar sekali bermain main. Garis takdir yang begitu nyata membuat skenario kisah rumit antara Angkasa dan Starla di pertemuan kedua mereka. Ketika Gadis Lugu sep...
