8. Tragedi di Kantin

18K 750 13
                                        


Angkasa dan kedua temannya kini tengah duduk di salah satu kursi di kantin sekolah. Kehadiran mereka kini menjadi pusat perhatian. Banyak siswi di sini yang menatap nya secara terang terangan. Namun ketiga orang itu tampak acuh tak acuh dan memilih mengobrol.

"Nanti ada ulangan b. indo lo semua mau bolos gak?" Tanya Arsen

Reynand memutar bola mata nya malas. membuat wajah baby face nya tambah imut "Orang mah pas ulangan ngajak nya belajar bareng lah ini malah ngajak bolos."

"Yaudah si biar lebih berbeda gitu. jadi, gimana mau bolos gak." Tanya Arsen seraya menatap Angkasa dan Reynand secara bergantian.

"gue si gak mau. Lo bolos dari pelajarannya Pa botak sama aja lo nyerahin nyawa secara cuma cuma" Seru Reynand.

"Yaelah kaya gak pernah bolos aja lo" Kata Arsen seraya melahap makanan yang berada di hadapannya.

"Yaudin, Lo aja sana yang bolos. Anak rajin kaya gue mah bisa nya cuma belajar, gak kenal tuh sama yang namanya bolos bolosan. Apalagi kalau bolos nya ke kamar mandi cuma buat ngerokok."

Arsen mendelik "Lo nyindir gue?"

"Lo ke sindir sa? Emang selama ini lo sering ngerokok di toilet?" Kata Arsen.

"Sekali sih pernah"

Reynand tertawa "Arsen gaya aja kek orang kaya tapi ngerokok nya di toilet sekolah yang kotornya minta ampun."

Sekolah Marchello High School Bukan Hanya sekolah nya saja yang elite, murid nya pun juga. Karena rata rata yang bersekolah disini hanya lah orang orang terpandang. Tapi satu kekurangan nya. yaitu toilet sekolah yang kotor nya itu benar benar kotor.

"Sekali lagi lo ngomong gue bakar lamborgini punya lo." Cecar Arsen.

"Bakar aja. Gue gak butuh"

"Sombong." Kata Arsen seraya melempar kulit kacang ke muka Reynand.

Ketiganya kembali hening. Sibuk dengan makanan masing masing.

"Sa pinjem hape lo, gue mau nge chat nyokap." Kata Arsen.

"Kata nya sig kaya, hape aja masih pinjem." Cibir Angkasa seraya mengeluarkan ponselnya dari saku celana.

"Yaelah hape gue ketinggalan dikelas" Jelas Arsen seraya menerima ponsel yang disodorkan Angkasa.

Arsen menyerit ketika melihat ponsel milik Angkasa. Sejak kapan lelaki sangar macam angkasa menyukai warna yang identik dengan perempuan itu dan lagi ponsel yang disodorkan seperti bukan milik Angkasa. Padahal seingat nya ponsel Angkasa berwana hitam.

"Sa, sejak kapan lo ganti hp. Warna pink pula." Jelas Arsen.

Mata Angkasa melebar ketika melihat ponsel yang berada di genggaman Arsen itu bukan lah miliknya. Dengan cepat ia merebut ponsel itu dan segera mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celana.

Arsen menyerit. jika ini ponsel milik angkasa, lalu yang tadi itu punya siapa? lelaki itu menatap Angkasa penuh curiga.

"Itu punya adik gue. Gak sengaja kebawa." Jelas Angkasa.

"Sejak kapan lo deket sama adek lo?"

Angkasa gelagapan "Itu - "

"ANGKASA SIALAN! HP GUE BALIKIN!"

*******


Strala memasuki kelas dengan langkah lunglai. Pagi ini Starla tidak mood untuk melakukan apapun. Alasannya? tentu saja karena siAngkasa. Bagaimana tidak, tadi malam dia mencari ponsel Kesayangannya untuk mengecek apakah ada tugas dadakan yang di umumkan di group kelas. Tapi, sial nya hape nya itu tak ada. Starla bahkan sampai mencari nya ke kolong ranjang. namun tetap tak ada.

ANGKASA ✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang