Berita hubungan antara Starla dan Angkasa kini mulai menyebar luas ke seluruh warga sekolah. Bahkan, tukang kebun, pedagang kantin sampai guru pun sampai mengetahaui hal itu. Terlalu lebay memang, namun itulah kenyataannya.
Tapi jika dipikir lagi, wajar saja jika hubungan mereka cepat tersebar. Siapa sih yang tak kenal angkasa lelaki nakal yang keluar masuk bk setiap hari nya. Brandalan sekolah yang di takuti dan di segani.Ya, inti nya jika itu menyangkut paut kan Angkasa, pasti akan cepat tersebar.
"Tuh kan, apa gue bilang hubungan lo sama starla bakal cepet ke sebar." Seru Reynand seraya memakan gorengan yang baru saja di pesan nya.
"Udah biasa itu mah. Kalo berita yang ada angkasa nya pasti cepet ke sebar. Heran gue mereka tau darimana." Seru Arsen.
"Amnesia lo?! Kemarin siapa yang tereak ga jelas di tengah lapang ngumumin kalo Angkasa punya pacar?!" Sarkas Reynand yang di balas cengiran menyebalkan.
"Gue keceplosan elah!" Seru nya tak mau kalah.
"Keceplosan bapak lo!"
Brak
Angkasa menggebrak meja begitu keras membuat dua mahluk yang tengah berdebat itu terdiam. Ah, bukan hanya Arsen dan Reynand yang tak berkutik bahkan penghuni kantin pun terdiam ketika mendengar gebrakan Angkasa yang tak santai itu.
"Diem atau gue lempar."
"Kalo di lempar ke hati mas nya si boleh boleh aja." Celutuk Arsen tanpa sadar, membuat si empunya melirik tajam.
"Mending lo diem sen, daripada di jait tuh mulut sama Angkasa."
Ketiga nya kembali terdiam, sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Seperti Arsen yang memberi lirikan maut kepada siswi yang lewat.
"Sa, itu Starla." Seru Arsen heboh.
Angkasa menatap ke arah yang ditunjukan Arsen. Ia bersedekap dada melihat tingkah Starla yang tengah tertawa bersama teman nya. Tanpa disadari senyum kecil terbit dari bibir tipis Angkasa.
"Bunga bunga cinta bermekaran~" Seru Arsen seraya menatap geli ke arah Angkasa.
"Sen, gue buka jasa mutilasi mulut, lo mau gue mutilasi ga mulut nya?" Tanya Angkasa seraya menatap sinis teman nya.
"Kemarin ada yang bilang kaya gitu ke gue, eh besok nya tinggal nama." Celutuk Arsen seraya memakan gorengan di hadapan nya.
"Lo nyumpahin gue mati?" Tanya Angkasa Dingin.
Arsen membulat kan mata nya seraya menepuk bibir nya yang selalu saja berbicara tanpa minta persetujuan darinya. Bisa tamat riwayat nya kalo sampe Angkasa marah.
Kan ga lucu kalo ada berita 'seorang siswa mati gara gara mulut yang tak bisa di ajak kompromi'.
"Sa lo samperin si Starla gih." Suruh Reynand.
Angkasa mendelik tak suka "Lo nyuruh gue?"
"Ga gitu maksud gue."
"Hajar aja sa jangan kasih kendor" Seru Arsen heboh ketika melihat Angkasa yang dalam mode marah nya tengah menatap tajam kearah Reynand yang menunduk pura pura memakan makanan.
"Gue lagi mikir hukuman buat lo, jadi gausah seneng dulu" Kata Angkasa kepada Arsen.
Angkasa bangkit dari duduk nya. Dia mulai melangkah pergi meninggalkan dua mahluk yang saling lirik melirik satu sama lain. Sepertinya mereka tengah berbicara dari hati ke hati.
"Mau kemana sa?" Tanya Reynand namun tak ditanggapi oleh Angakasa.
"Si Angkasa mau kemana?" Tanya Reynand kali ini kepada Arsen yang tengah melamun.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA ✔
Teen Fiction(END) Mereka pikir pertemuan itu hanyalah ketidaksengajaan. Namun, semesta sepertinya gemar sekali bermain main. Garis takdir yang begitu nyata membuat skenario kisah rumit antara Angkasa dan Starla di pertemuan kedua mereka. Ketika Gadis Lugu sep...
