Starla Menatap jengah Risa yang terlalu excited menonton pertandingan basket di lapangan sekolah. Bahkan gadis itu sampai berteriak tak jelas sama seperti siswi Lainnya. Starla beranggapan bahwa mereka ini terlalu lebay hanya karena melihat beberapa Siswa yang tengah memperebutkan Bola Basket itu.
"Starlaa, ya ampun itu ganteng banget si Arsen apalagi si Reynand rambut acak acakan nya bikin meleleh. Angkasaaaa Sexy banget astaga, pen meluk jadinya!" Teriak Risa Histeris.
Starla monoyor kepala Risa. Seperti nya Ia harus menyadarkan gadis itu yang saat ini terjebak di Imajinasi liar nya.
Starla menatap malas ke arah lapangan. padahal di sana yang main hanya angkasa dan kedua temanya, tapi kenapa bisa se heboh ini. Ya, walaupun mereka memang tampan. Di sekolah Starla dulu saja banyak yang Tampan, bahkan lebih tampan dari Angkasa. Tapi mereka tidak selebay para siswi disini.
Iya, saat ini Starla dan Risa tengah menonton permainan basket. Sebenarnya hanya Risa saja yang menonton. Starla tidak, Gadis itu sedari tadi sibuk dengan ponsel nya. Jika bukan karena Risa yang menarik paksa lengannya tak mungkin Starla bisa berada disini, di barisan palingdepan.
Brak.
Tubuh Starla menegang, ketika bola basket itu menghantam kepalanya dengan keras. Seperkian detik starla masih terdiam dan tertunduk. Setelah rasa pusing itu sedikit mereda. Starla mulai mendongak. Ia menatap tajam Ke lapangan, dimana disana terdiri tiga orang yang tengah berdiri seraya menatap Starla dengan tampang watados.
Oke, Starla mulai kesal.
Apalagi ketika Angkasa menatap nya dengan sennyum mengejek. Seperti nya ini memang ulah Angkasa salan! Lelaki terlihat sekali melakukan nya dengan sengaja. Starla mulai bangkit dari duduk nya, tak lupa dia juga membawa bola basket yang tadi menghantam kepalanya.
"Starla lo mau kemana?!" Teriak Risa panik. Namun, tak dipedulikan oleh Starla.
Anggap saja Starla gila. Dia berani menatap tajam Angkasa dan kedua temannya itu di hadapan para Siswi. Namun, Starla tak peduli. Dia kesal kepada Angkasa yang selalu bertindak seenak nya. Emangnya dia siapa? sampai bersikap sok berkuasa.
"Apa maksud lo?!" Tanya Starla.
Angkasa hanya mengedikan bahu nya tak peduli seraya bersedekap dada. Wajah sok polos nya itu loh yang buat starla pengen nampol pake papan tulis yang ada di kelas. Apalagi dengan senyum miringnya yang membuat Starla semakin kesal.
"Lo kan yang ngelempar bola ini?" Tanya Starla, gadis itu melempar bola basket ke arah Angkasa. Namun dengan sigap ditangkap oleh lelaki itu.
"Kalau Gue bilang ngga?" Tanya Angkasa Dengan Dingin.
Starla diam.
"Gue yakin pasti lo yang lempar kan?!" Bentak Starla.
Jangan salah kan Starla jika dirinya membenci sosok Angkasa. Itu semua bermula karena sepatu nya yang masuk ke dalam tong sampah. Dan hal itu adalah awal starla memasukan Angkasa kedalam daftar orang termenyebalkan.
Mungkin banyak yang mengaggap starla terlalu berlebihan, hanya karena sebuah sepatu. Namun, kalian tidak pernah tau bagaimana rasanya ketika melihat barang yang menurut kalian berharga di sentuh apalagi dirusak seseorang.
"Itu bukan angkasa yang lempar. Tapi gue." Seru seseorang membuat Starla menatap Lelaki itu.
Iya itu suara Arsen. Lelaki ini paling tak suka ketika temannya mendapat fitnah. Bahkan Ia tak segan segan akan mengeluarkan kata kata pedas dan membenci gadis ini secara terang terangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA ✔
Teen Fiction(END) Mereka pikir pertemuan itu hanyalah ketidaksengajaan. Namun, semesta sepertinya gemar sekali bermain main. Garis takdir yang begitu nyata membuat skenario kisah rumit antara Angkasa dan Starla di pertemuan kedua mereka. Ketika Gadis Lugu sep...
