37. First kiss

183 5 0
                                        

Tandai Typo

Terima kasih.

Happy reading 💗

***

Setelah satu minggu berada di negara orang, menahan rindu akan rumahnya, temannya, apalagi Marvel. Kini Bella dan keluarganya sudah akan mendarat, mungkin 5 menit lagi. Dan kini Marvel sudah duduk manis di bangku bandara. Rindu yang menumpuk itu perlu diobati, rindu yang tak ada lagi penawarnya selain gadis yang ia tunggu. Setelah 3 minggu tak bertemu, ternyata segugup ini.

"Marvel!" Teriak gadis cantik yang sedang menggeret kopernya. Akhirnya setelah menunggu, yang ditunggu muncul juga. Bella berhenti sejenak, air matanya mulai memberontak ingin keluar. Tepat di depannya, seorang lelaki bermasker hitam berusia 17 tahun yang selalu ia rindukan. Bella menarik kopernya seraya berlari mendekati Marvel. Lelaki itu merentangkan tangannya ketika Bella berlari. Ia rasakan tubuhnya hampir terhuyung ke belakang, karena Bella memeluknya terlalu erat.

"Udah berapa lama nggak ketemu?" Tanya Marvel tiba-tiba, tangannya tak berhenti mengusap rambut dan punggung gadisnya. Gadis yang selalu ia rindukan kehadirannya.

"Aku kangen banget sama kamu." Celetuk Bella dan semakin mengeratkan pelukannya.

"Aku lebih dari sekedar kangen Bel." Marvel melepas pelukan Bella, lantas lelaki itu melepaskan masker yang dikenakan Bella dan menangkup wajah sang gadis yang sudah memerah. "Udah berapa lama aku nggak lihat wajah ini?" Ujarnya. Jari-jarinya juga sudah merayap mendekati bibir ranum sang gadis lalu mengelusnya. "Boleh ya?"

"Tapi Mama Papa?"

"Ya udah dirumah aja." Marvel lantas menjauhkan jarinya dari bibir Bella, bisa bahaya keberadaannya nanti. Vero di belakang sana sudah menatapnya penuh peringatan.

"Ih Marvel." Bella menepuk lengan Marvel. "Jalan yuk." Ujar lelaki itu seraya mengusap rambut coklat sang gadis.

"Aku capek Marvel, besok ya?"

"Besok kan sekolah sayang, kamu bolos seminggu loh." Ujar lelaki itu seraya membuka pintu bagasi mobil untuk memasukkan koper Bella. Kini mereka sudah berada di parkiran, hendak menuju rumah melepas penat perjalanan.

"Ya udah gak usah jalan, main di rumah aja." Setelah mereka berdua masuk mobil. Kendaraan roda empat itu mulai melaju membelah kota. Bella sungguh lelah kali ini, berjam-jam duduk di dalam pesawat membuat punggungnya sedikit pegal.

"Kamu ke rumahku yuk, kamu kan belum pernah kesana." Bella tercekat, tak tau harus menjawab apa. Datang ke rumah Marvel artinya ia bertemu Audi, dan itu tidak boleh terjadi. Audi adalah alasan ia membenci dirinya sendiri karena selalu melukai Marvel. Rasa cintanya ke Marvel bahkan membuatnya melupakan ancaman yang Audi berikan. Apa Marvel sudah tau siapakah Marvel sebenarnya?

"Emmm...aku malu." Apakah menurut kalian itu alasan yang tepat? Bella rasa bukan. Hanya karena malu? Apa Marvel percaya? Bahkan dirinya saja sulit percaya.

"Kenapa?" Tanyanya seraya melirik Bella sekilas. Lelaki itu sedang fokus menyetir jadi tak bisa menatap lama Bella.

"Aku belum siap aja." Bella menunduk seraya memainkan jari tangannya. Rasanya sakit hati sekali mengingat perkataan Audi yang benar-benar melukai harga dirinya.

"Ya udah, nunggu kamu siap aja."

Bella mengangguk seraya memaksakan senyumnya. "Kamu bolos sekolah hari ini?" Tanyanya, pasalnya ini baru jam sepuluh pagi dan kini Marvel malah bersamanya.

"Iya, cuman hari ini kok." Senyumnya mengembang, rasa rindunya kini berangsur membaik. Tak seperti saat belum bertemu, rasanya rindu itu menumpuk di hatinya hingga membuatnya merasakan sesak.

Gadis Suruhan (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang