WARNING⚠️⚠️
•DILARANG KERAS PLAGIAT!
•CERITA INI HANYA ADA SATU YAITU PUNYA SAYA. JIKA TIDAK PERCAYA, KALIAN BISA CARI JUDUL BAHKAN TAGS DARI CERITA SAYA.
•KALAU ADA CERITA YANG PERSIS SEPERTI PUNYA SAYA, SILAHKAN DM SAYA.
•Revisi bertahap
***
Tak k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Typo bertebaran dimana-mana)
***
"Jadi gimana?" Tanya Vero dengan raut wajah sayu.
"Apa pola makannya dijaga?" Tanya sang dokter sambil melirik Bella yang sedang duduk bersama Marvel dan saudaranya di sofa agak jauh darinya, karena memang ini obrolan pribadi dengan orang tuanya.
"Sekarang sih selalu, kalau dulu dia jarang makan."
"Bella punya gangguan suasana hati atau bipolar. Kadang dia sedih dan langsung berubah senang, berdasarkan cerita dari Marvel tadi, kadang dia marah-marah kadang juga manja, kadang terlampau cuek, kadang merasa sedih dan senang. Itu gangguan suasana hati." Jelas dokter itu, rasanya ia kasihan, disaat remaja seusianya sedang bersenang-senang Bella malah mengalami gangguan mental yang kadang mengganggu.
"Dia sering marah bahkan menangis setelah kejadian dimana Neneknya meninggal. Waktu itu juga dia depresi, dia minum wine, dia marah-marah dan menangis." Jelas Vero.
"Itu penyebab Bella punya gangguan mental, ditinggalkan orang yang disayanginya, atau bahkan masalah keluarga." Dokter itu terus menulis keluhan yang dialami Bella.
"Cara mengatasinya? Ini ringan kan dok?" Tanya Kiran khawatir, dari wajah Bella pun sudah tampak jika gadis itu memang punya masalah, diam-diam juga Kiran sering mendapati Bella menangis.
"Gangguan mental tidak bisa disembuhkan tapi bisa dicegah agar tak semakin memburuk. Lakukan terapi keluarga, jangan sampai ada masalah keluarga yang membuatnya stress. Pancing dia supaya mau cerita apa masalahnya. Saya akan kasih resep obat seperti mood stabilizer untuk menenangkan pikirannya. Kalian bisa lakukan interpersonal and social rhythym therapy (IPSRT). IPSRT merupakan metode yang terfokus pada kestabilan ritme aktivitas sehari-hari, seperti waktu tidur dan makan harus teratur. Ada juga psychoeducation, nanti saya akan mengedukasi Bella tentang hal yang perlu diketahui terkait kondisinya. Tujuannya agar dia tau gejala-gejala jika gangguan itu muncul, dengan begitu dia akan bisa menghindarinya dan membuat strategi penanganan. Gangguannya masih ringan karena jarang muncul." Ungkap sang dokter ber-nametag Aida. Vero dan Kiran bernafas lega saat tau gejalanya masih ringan, kendati mereka harus tetap berjaga-jaga.
"Saya akan buat resep obatnya, obatnya juga punya efek samping, jangan diminum jika sedang meminum obat lain, hubungi saya jika terjadi sesuatu. Minggu depan saya akan datang kesana untuk melakukan psychoeducation." Dokter itu masuk ke ruangan yang dipenuhi obat-obatan. Ia mengambil Lithium, salah satu mood stabilizer yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar. Dokter itu memberikan paper bag kecil yang berisi obat lengkap dengan berbagai note.
"Kalau gitu kami permisi." Pamit Kiran dan dibalas anggukan dari dokter.
"Iya. Terimakasih atas kunjungannya." Dokter itu itu tersenyum dan kembali masuk ke ruangannya.