Seorang gadis berlari tergesa-gesa menuju sekolahnya dengan perasaan gugup dan cemas. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 06.30 pagi. Gadis itu menyapu keringat di pelipisnya. Dengan perasaan campur aduk, kaki kecilnya terus berlari hingga sampai diparkiran sekolah, namun tubuhnya ambruk karena tak sengaja menabrak seorang lelaki tinggi.
Brukk!
"Awhh." Rintih Bella. Ya gadis itu adalah Bella Marcelinda. Gadis cantik yang tak pernah terlihat kecantikannya. Gadis itu meringis seraya memegangi bokongnya yang terasa sakit. Ada saja halangannya kalau sedang buru-buru. Gadis dengan mata hazel yang indah, gadis dengan rambut tergerai acak-acakan.
"Punya mata nggak lo?!" Bentak lelaki itu dengan wajah memerah menahan amarah. Masih pagi sudah dibuat emosi saja, tidak tahu kalau Marvel marah itu menyeramkan. Sepagi ini dirinya dipaksa berangkat ke sekolah karena Mamanya. Dengan dalih menjadi contoh yang baik.
"Maaf gu-gue gak sengaja." Cicit Bella terbata-bata karena takut, iya takut. Bayangkan saja, didepannya berdiri seorang most wanted yang super cuek dan super famous. Marvel memutar bola matanya malas, saat Marvel ingin memarahi Bella lagi, matanya memicing melihat benda di depan kakinya. Lelaki itu berjongkok dan mengambil benda tersebut.
"Gantungan kunci?" Gumamnya. Lelaki tampan itu tersenyum smirk memandang gantungan kunci berbentuk panda yang warna catnya sudah sedikit pudar. Tangannya membalik gantungan kunci itu hingga matanya menemukan ukiran disana.
Berbeda dengan Bella yang menunjukkan raut gelisah di wajahnya. Melihat tangan Bella yang siap akan meraih benda miliknya, spontan Marvel meninggikan tangannya. "Ini punya lo?" Tanya marvel penuh selidik dengan wajah datarnya.
Bella mengangguk. "Gue bakal balikin ini asal lo tanggung jawab sama kesalahan lo pagi ini." Matanya sudah memicing memperhatikan Bella dari atas hingga bawah. Tak sesuai ekspektasi, tapi lumayan bisa dijadikan upik abu. "Lo harus jadi suruhan gue, turutin apa yang gue suruh dan jangan coba-coba kabur. Ngerti!" Bella menghela nafasnya kemudian mengangguk ragu. Kepalanya menunduk tak berani menatap manik tajam bak elang yang seperti siap menerkamnya kapan saja.
"Nih bawa tas gue. Bye cantik!" Ucap Marvel dengan nada meremehkan yang terkesan Alay, oh jangan lupakan senyum smirk-nya. Lelaki itu sengaja, supaya gadis itu jera saja. Siapa suruh berurusan dengannya, tak tau saja kalau pikirannya sedang kalut.
Bella menghembuskan nafasnya. Kalau gantungan kunci itu bukan pemberian orang tuanya dulu. Tidak akan mungkin Bella mau jadi suruhan laki-laki menyebalkan itu. Sudah hidupnya selalu ditekan, ada saja kejadian yang membuatnya semakin tertekan.
***
"Nih bocah kemana aja sih! Nanti kalau guru datang baru tau rasa dia." Gadis itu terus ngoceh sambil menunggu Bella. Takut Bella kena sasaran kenakalan Salsa lagi. Siapa lagi yang akan se-khawatir itu dengan Bella kalau bukan Milky Queen Faradhila, yang akrab dipanggil Dhila. Gadis cantik, cerewet tapi baik hati, dan beruntungnya Bella bisa bersahabat dengan gadis itu.
Setelah dari kelas Marvel, menaruh tas lelaki itu dan serangkaian kegiatan lain yang pastinya menguntungkan Marvel, Bella langsung meninggalkan kelas Marvel menuju kelasnya dengan wajah kusam. Sementara di dalam kelas sudah ada Dhila dengan tatapan tajam sekaligus cemas. "Darimana aja?" Tanya gadis itu menatap Bella. Ia hanya takut, takut Bella dijadikan objek perundungan dipagi buta seperti ini.
"Maaf, tadi ada masalah." Cicitnya takut, lihatlah sahabatnya, seperti seorang ibu yang mendapati anaknya sakit karena main hujan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Suruhan (END)
Teen FictionWARNING⚠️⚠️ •DILARANG KERAS PLAGIAT! •CERITA INI HANYA ADA SATU YAITU PUNYA SAYA. JIKA TIDAK PERCAYA, KALIAN BISA CARI JUDUL BAHKAN TAGS DARI CERITA SAYA. •KALAU ADA CERITA YANG PERSIS SEPERTI PUNYA SAYA, SILAHKAN DM SAYA. •Revisi bertahap *** Tak k...
