Sasa dan Candra telah melewati masa SMA-nya, saatnya mereka memasuki bangku kuliah, hubungan Sasa dan Candra makin lama makin romantis dan lengket. Andin mengetahui hubungan mereka pun merestuinya.
Andin bahagia anaknya bisa bersama dengan orang yang di cintainya, Andin sempat melihat suaminya dan memberitahukannya mengenai hubungan Sasa dan Candra, dan untungnya Adi merestui mereka dan setuju jika mereka melanjuti ke jenjang berikutnya.
Sasa dan Andin sedang duduk si depan televisi yang menyalakan sebuah berita, Sasa duduk dengan kepala yang bersandar di bahu Andin dengan tangan Andin yang mengelus-ngelus rambut Sasa.
"Kamu bahagia sayang?" tanya Andin menundukkan kepalanya melihat wajah Sasa.
Sasa mendongak "Bahagia Ma...walau Papa ga bisa kumpul bareng kita, Papa harus mempertanggung jawabkan apa yang dia perbuat," ucap Sasa tersenyum tulus tersirat rasa sedih di sana.
"Iya Sayang, temenin Mama untuk bisa ngejalanin semua ini ya," ucap Andin mengecup kening Sasa. "Pasti Ma," ucap Sasa melepaskan diri dari sandarannya.
" Oh ya Ma, Sasa nanti mau pergi sama Candra," ucap Sasa meminta izin.
"Cieee mau kencan yaaa," ucap Andin mengoda anaknya.
"Ga tau mau hehe, bentar lagi mungkin Candranya datang ma,"
"Pantesan Mama liat udah rapi, cantik pula," ucap Andin tersenyum melihat penampilan anaknya.
Sasa yang telah rapi memakai gaun selutut tanpa lengan di padukan dengan kalung yang di lehernya, rambut yang tergerai indah dipadukan dengan jepit di rambut.
Tingtong....Tingtong.......
"Nah itu mungkin Candra Ma, Sasa keluar dulu yahhh." Sasa berdiri memperbaiki penampilannya dan berlalu menuju pintu rumahnya untuk membukakan pintu.
setelah terbuka pintunya di sana Candra berdiri dengan tangan yang dimasukkan di dalam kantong celananya, memakai celana berbahan dasar kain di padukan dengan kemeja yang lengannya di gulung.
Sasa tersenyum melihatnya "Cantik" ucap Candra dengan tangan terangkat mengacak rambut Sasa.
Sasa memukul tangan Candra "Ishh...berantakan kan jadinya," ucap Sasa mengerucut kan bibirnya.
Candra menarik ujung hidung Sasa "Bidiimit."
"Kita mau kemana sih?" tanya Sasa menatap Candra yang tengah menatapnya dengan senyum manisnya.
"Kepo," ucapnya berlalu masuk meninggalkan Sasa yang semakin mengerucutkan bibirnya.
Sasa melihatnya pun semakin kesal dan berjalan menyusul Candra dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Candra yang telah berada di ruang keluarga itu pub menduduki dirinya di sebelah Andin yang sedang duduk bersantai dengan mata yang fokus kepada televisi di depannya.
"Pagi Ma..." sapa Candra, Andin menoleh mendapati Candra yang sudah berada di sebelahnya.
Andin tersenyum "Pagi Candra."
"Gantengnya calon menantu Mama."
Candra terkekeh mendengarnya "Iya dong." ucap Candra percaya diri.
Andin terkekeh "Mau kemana kalian?" tanya Andin yang melihat kedatang Sasa dengan menghentak-hentakkan kakinya lalu mendudukan dirinya di sebelah Candra dengan melipat tangannya menghadap ke tv yang menampilkan berita.
Candra yang merasakan kehadiran Sasa pun mencuekinnya "Rahasia dong Tan," ucap Candra, Andin pun mengerti kenapa Sasa kesal ternyata Candra mengodanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Boy is a Hacker (Completed)
Teen Fiction[Sudah terbit di Laskar Publisher, novel masih bisa di pesan lewat Shopee, link ada di bio profil.] Ini bukan kisah cinta biasa. Ini adalah kisah cinta Clarissa Nazela Askara, gadis berparas cantik yang menderita kleptomania. Tentang Candra Clovis B...