°Chapter 10

84 13 0
                                    

Tampaklah seorang cowok dengan kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya. Netra hitamnya tengah menatap lurus ke layar tablet yang sedari tadi ia genggam.

Candra--cowok itu kerap sekali memilih halaman belakang rumahnya sebagai tempat untuk melakukan segala aktivitasnya, termasuk berselancar di internet sebagai anonim (orang yang tidak diketahui identitasnya).

Beberapa menit pun berlalu.
Candra terlihat mengernyitkan alisnya dalam. Jarinya tiba-tiba berhenti bergerak, lalu ia mendengkus kasar.

Setiap hari gue cuma lakuin hal yang sama.

Dan di saat itulah Candra mengingat seseorang.

Sasa--cewek yang beberapa hari ini membuat dirinya sedikit kebingungan, juga penasaran.

Apa gue coba cari informasi tentang dia?

Kemudian Candra terhenyak beberapa detik ke dalam pikirannya sendiri, hingga ia mengingat senyum Sasa tadi pagi yang menyapa dirinya.

Cowok itu menundukkan kepalanya sambil tersenyum salah tingkah, lalu segera mengatur mimik wajahnya agar kembali seperti biasanya.

Gue udah gak waras. batin Candra seraya beralih pada layar tabletnya yang masih menampilkan huruf dan nomor-nomor acak pada layarnya.

Mungkin gue mulai dari akun sekolah dulu.

Hanya butuh sekitar lima menit saja Candra meretas akun sekolahnya.

Satu kali klik pada profil dengan nama Clarissa Nazela Askara. Candra melebarkan matanya.

PRANG!!

Tiba-tiba terdengar suara piring pecah dari dalam rumah. Riuhnya berhasil menginterupsi kegiatan Candra yang baru saja ingin membaca.

Cowok itu pun menaikkan alisnya dan segera masuk ke dalam rumah; melalui pintu belakang yang tembus ke arah dapur untuk melihat apa yang terjadi di dalam rumah.

"Apa?" tangkas Cakra dengan ketus--menatap Candra yang tengah melewatinya dengan tatapan dingin.

Cowok yang masih menggenggam tablet itu pun memilih tidak peduli dan naik ke lantai atas, lebih tepatnya masuk ke dalam kamarnya.

Brugh!

Dihempaskan tubuhnya itu ke atas tempat tidur dengan bed cover berwarna abu-abu miliknya. Candra kembali menjatuhkan atensinya pada  layar tabletnya yang telah menampilkan profil singkat Sasa.

Clarissa Nazela Askara? Nama yang cantik sama kayak orangnya

Tunggu dulu.

Apakah Candra baru saja mengatakan Sasa itu cantik? Apakah Candra jatuh cinta pada Sasa?

Candra Clovis Bamantara yang seorang introvert, dingin, dan cuek untuk pertama kalinya merasakan jatuh cinta?! Benar-benar di luar dugaan. Bahkan Candra sendiri tidak menyadari hal itu.

"Kalo gak salah, dia cewek yang waktu itu di cafe ... yang ngira gue Cakra 'kan? Terus kenapa dia ngasih jaket Cakra ke gue? Apa dia gak tau kalo--"

Tiba-tiba Candra teringat sesuatu. Ya, dia lupa memberikan jaket tersebut kepada kembarannya.

"Ck, pake acara lupa segala. Males banget gue liat tampang si Cakra," ujar Candra dengan decakan malas.

Tidak ingin menundanya, Candra pun turun menuju dapur karena seingatnya, tadi Cakra ada di dapur--memecahkan sebuah piring. Tetapi, ia tidak menemukan keberadaan saudara kembarnya itu di sana.

Candra mendecak tidak karuan. Kesal karena tidak melihat batang hidung Cakra, bahkan ia sudah mencarinya sampai ke kamar si pemilik jaket itu namun tidak kunjung menemukannya.

My Boy is a Hacker (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang