16 . sikapnya, aneh

207 79 0
                                        

Happy reading!

******

Kean sedang berjalan memasuki kantor dengan langkah tegap dan ekspresi datar tentunya.

Dari arah lain, Ima membawa berkas menuju keluar kantor dengan banyak berkas ditangannya. Tangan kanannya memegang ponsel sedang menelfon orang lain.

Karena Ina yang tak fokus, akhirnya Ima menarak Kean waktu Kean memasuki firma. Tepat di pintu masuk.  Ima meringis karena tubuhnya terpental dan dokumennya berhamburan.

Gawat mati gue! Ucap Ima dalam hati sadar siapa yang dirinya tabrak. Dengan cepat Ima mematikan panggilan dulu, dia pun segera berdiri mengambil berkas-berkas yang berhamburan itu dengan cepat.

"Maaf pak" ujar Ima menunduk. Jantungnya berdetak kencang, takut pengacara itu marah marah.

Audi yang melihat kejadian itu merem-merem sendiri, sudah pasti sebentar lagi Ima kena omel Kean yang begitu menyayat hati.

"Tidak apa-apa" jawab Kean membersihkan jas bagian atasnya dengan punggung tangan.

Ima mendongak melihat Kean yang senyum-senyum sendiri.

"Pak?" Ucap Ima menyadarkan Kean.

"Saya pergi dulu" Ujar Kean meninggalkan Ima sambil senyum senyum sendiri.

Ima pun sampai dibuat melongo karenanya, dengan lari kecil dia menghampiri Audi "pak Kean sudah berubah?" Tanyanya berbisik.

"Mana saya tau" Audi mengangkat bahunya, salah sudah dugaannya.

"Kayaknya gue harus bikin tumpeng deh" kata Ima memutar-mutar bolpoin yang ia bawa,menghadap kantor Kean.

"Maksud Lo?" Tanya Audi.

Ima menoleh "gue harus bikin tumpeng karena pak Kean sudah tidak waras"

******

Clarisa masuk kedalam kantor Kean dengan membawa secangkir kopi, dia bawa dengan nampan. Clarisa membawanya hati hati takut tumpah. Bisa marah pengacara itu jika kopinya tumpah.

Meski sudah melakukannya selama beberapa tahun, tetap saja Clarisa sering menumpahkan nya dan berakhir menadapat Omelan Kean yang tak ada habisnya.

Clarisa sudah berdiri disamping Kean dengan membawa tampan, satu tangannya meraih cangkir lalu diangkatnya untuk ditaruh di meja Kean.

Tangan Clarisa bergetar hingga kopi itu tumpah ke meja dan mengenai kertas yang sedang dipegang Kean dimeja.

Clarisa membulatkan mulut dan matanya karena kagtet. dengan segera dia mengambil cangkir itu. "maaf pak Kean saya akan segera bersihkan" ucap Clarisa mengelap meja dengan lap yang ada.

Kean mengambil paksa lapitu lalu membersihkan nya sendiri,.membuat Clarisa bingung dan juga takut.

"Maaf pak, biar saya aja" Ucap Clarisa, dia hendak merebut lap itu namun Kean menolak.

"Biar saya aja" kata Kean.

"Tapi pakk.."

"Udah saya aja" potong Kean cepat.

First Love [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang