32. cuplikan masa lalu

148 53 0
                                        

Happy reading!

*****

Hari kelam bagi Alea.

Pagi ini kelas XII IPS 3 sedang melakukan pembelajaran olahraga di lapangan, yang terletak ditengah tengah sekolah.

Sekolah ini, masih menerapkan sistem dimana yang bodoh alias tidak pintar, diletakkan di kelas paling bawah.

Contohnya kelas XII IPS 3 ini, muridnya susah diatur semua, para guru pun drepsot dan banyak yang memilik untuk tidak mengurusnya.

Namun, entah salah penempatan atau apa, Siswi terpintar di sekolah ini, masuk ke dalam kelas XII IPS 3. Alea namanya.

Gadis itu sangat polos dan cupu membuatnya sering di-bully dan diperintah.

"Diva! Kenapa harus ikut sih!!" Ucap Vita tak terima, mereka biasanya selalu bolos pelajaran penjas. Namun entah kerasukan apa, hari ini Diva mengajak untuk ikut.

"Ssttt tunggu, gue lagi disuruh Abang gue nih" ujar Diva.

"Gila, si Alea? Apa gak kasihan Lo Div?'" tanya Ina disebelahnya.

"Gak, gak sama sekali, lagi pula biarlah Abang gue puas" ujar Diva lalu melangkahkan kaki menuju barisan.

"Ayolah In, daripada kita kaya orang ilang" ujar Vita menyeret Ina untuk ikut.

"Hadehh" Alhasil mereka pun mengikuti Diva untuk ikut olahraga.

"Tumben sekali kamu ikut Diva" ujar Pak Arwa-guru penjas-.

Otomatis semua murid pun menoleh ke belakang, dan melihat Diva dkk yang sudah ada didalam barisan.

Mendengar nama Diva disebut, hati Alea tak tenang, pasti gadis nakal itu akan berulah kembali.

"Kenapa? Gak boleh ikut?" Ucap Diva dengan tatapan tajam nya, mereka pun kembali menatap semula ke depan.

"baiklah pemanasan terlebih dahulu, hari ini penilaian basket, nanti Varen yang mencatat nilainya, karena saya harus pergi" ujar Pak Arwa. Fyi, Varen adalah ketua kelas.

"Baik pak" sahut semua murid.

Belum juga olahraga dimulai, Alea sudah pengen selesai saja rasanya, dia sudah panas dingin sedari tadi.

Selesai pemanasan, Pak Arwa menyuruh menyuruh untuk berkumpul menjadi dua barisan. Setelah mengatakan itu, beliau pergi karena ada urusan yang penting.

"Ya Alea, Lo pintar juga ya main basket" ujar Diva saat Alea berhasil memasukkan bola ke ring.

"Terima kasih" ucap Alea.

"Kenapa Lo terima kasih? Apa gue baru muji Lo?" Tanya Diva membuat Alea gelagapan.

"Alea, beli lah sepatu baru, biar bisa lebih maksimal loncatnya!" Seru Vita yang jelas didengar oleh murid lainnya, mereka pun menertawakan hal yang Unfaedah tersebut.

"Alea! Panas nih! Cepet dong!" Seru Veren, gadis itu tengah menutupi kepalanya dengan buku nilai.

"H-hah, iya" ucap Alea lalu berlalu mengambil bola yang ia lempar tadi.

Saat Alea hendak passing, Diva dengan sengaja menjagal kakinya, membuat Alea tersungkur dan bola nya gagal masuk ke dalam ring.

First Love [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang