Eps. 40 : Shuri

1.6K 212 17
                                        

Normal POV

Tanjirou masih menatap kebingungan gadis bermarga Himawari didepannya. Gadis Himawari yang dikenalnya entah kenapa berganti dengan orang yang tak dikenal. Walaupun mata Tanjirou bisa dengan jelas melihat bahwa gadis didepannya adalah Shuri, dia merasa yang berbicara dengannya adalah sosok yang lebih gelap dibandingkan Shuri biasanya.

Mata merah darah disebelah kanan milik gadis itu sangatlah dalam seakan-akan hendak menenggelamkan siapapun yang menatap matanya ke lautan darah. Aura Shuri yang selalu riang kini berganti dengan aura yang membuat orang ketakutan. Apalagi Tanjirou kini dapat mencium bau busuk oni yang samar dari Shuri.

"Tanjirou?"

Tanjirou tersadar dari lamunannya ketika Shuri menepuk pundaknya. Tanjirou menatap wajah Shuri dengan wajah penuh keraguan.

"Cepatlah bergegas mencari leher Enmu. Aku yang akan melindungi penumpang dengan sulurku"

Benar, sekarang bukan saatnya memikirkan hal lain Tanjirou...! Kau harus fokus melindungi penumpang, teriak batin Tanjirou.

"Ah..... b-bagaimana caranya? Bukankah Enmu sudah bersatu dengan kereta ini? Apakah menurut Himawari-san dia memiliki leher?"

"Semua oni pasti memiliki leher, tidak peduli apapun wujudnya. Percayailah kemampuan penciuman tajam milikmu dan ikuti baunya," ucap Shuri sambil tersenyum.

Tanjirou mengikuti kata-kata Shuri. Dia mulai menarik nafas panjang. Dia berusaha menemukan asal dari bau busuk oni yang menyebar keseluruh arah. Setelah itu, Tanjirou menatap gerbong depan.

"Didepan ya?"

"Um.... dari depan...."

"Pergilah Tanjirou, semua temanmu dan aku yang akan melindungi penumpang yang tertidur di gerbong-gerbong ini. Oh, kurasa salah satu temanmu akan mengikutimu juga."

"Eh?"

Tepat setelah Shuri mengatakan itu. Inosuke muncul setelah melubangi atap kereta.

"Uoooooh...!!! Sudah kuduga kalian disini...! Panchiro dan kuso onna....!!!" teriaknya penuh semangat.

"Namaku Tanjirou..!" koreksi Tanjirou walaupun tidak digubris oleh Inosuke.

"Beraninya kalian meninggalkan Inosuke-sama yang hebat dan mau mengalahkan oni itu duluan....!!! Tidak akan kubiarkan....!!!" lanjut Inosuke tanpa memedulikan koreksi Tanjirou.

"Ekhem...! Intinya kalian berdua, kalahkan Enmu...! Sisakan semuanya padaku dan yang lain," dehem Shuri mengingatkan. Tanjirou mengangguk pada Shuri dan mengajak Inosuke berlari ke ruang masinis.

Shuri memandang kearah punggung Tanjirou dan Inosuke yang semakin menjauh. Setelah itu dia melirik isi kereta dari lubang yang dibuat Inosuke. Disana sudah ada sang pilar api, Kyojurou tersenyum padanya.

"Tak kusangka kita bertemu lagi disini, hana akuma...!" ucapnya ramah sambil melambaikan tangan kanannya ke Shuri dengan santai.

"Rengoku-san, ya? Berbeda denganmu, aku sangat menantikan pertemuan kita saat ini...," ucap Shuri sambil melompat masuk ke gerbong kereta melalui lubang tersebut.

"Yoroshiku," lanjut Shuri sambil membalas senyuman Kyojurou yang memang selalu terpatri tanpa pernah hilang disana.

"Aku sama sekali tidak mengerti apa rencanamu. Namun selama dirimu tidak berkhianat dan memang bekerja sama dengan kami, pemburu iblis..... aku akan mengikuti perintah Oyakata-sama untuk mempercayaimu," ucap Kyojurou dengan tatapan yang mengintimidasi, walaupun senyuman masih terpasang diwajahnya.

Kimetsu no Yaiba_KazokuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang