家族
Kazoku / Family
Aku sangat mengharapkan kehangatan keluarga. Aku akan melakukan apa saja agar ada orang yang mau membagikan kasih sayang padaku.... jadi kumohon....seseorang..... bawa aku pergi dari sini.....
Aku tidak ingin mati.... aku ingin hi...
Terjadi pertarungan sengit antara aku dan Inosuke. Kami saling melempar serangan. Dengan penglihatannya yang hilang karena seranganku, dia masih bisa menyerangku habis-habisan, insting hewan buas memang tidak bisa diremehkan. Aku.... kenapa aku tidak sekuat biasanya? Rasanya nichirinku sangat berat untuk diangkat.
Gawat....! Aku lapar....aku butuh darah....!
Aku menahan rasa tenggorokanku yang terbakar. Mataku mulai memerah, taring dan kukuku memanjang. Perlahan, karena terkena sinar matahari, aku mulai terbakar. Efek obatnya sudah hilang.
"Ternyata dirimu adalah oni ya, kuso onna. Pantas saja dirimu melindungi oni dikotak itu," ucap Inosuke sambil menatap Shuri tanpa linglung lagi, menandakan bahwa efek seranganku telah hilang.
Srat..!
Karena aku kelaparan aku tidak bisa fokus pada pertarungan dan Inosuke berhasil menebas lengan kiriku. Aku langsung jatuh terduduk karenanya. Tangan kananku memegang lengan kiri, berusaha mencegah keluarnya lebih banyak darah. Aku bisa melihat pintu kotak Nezuko yang bergerak hendak terbuka.
"Tidak usah membantuku. Serahkan padaku. Aku yakin sebentar lagi Tanjirou akan datang," bisikku pada Nezuko. Terlihat kotak itu berhenti bergerak. Aku kembali mengfokuskan pandanganku pada Inosuke yang hendak mengayunkan nichirinnya untuk menebasku. Pada saat itu...
"HENTIKAN...!!!"
Normal POV
Tanjirou datang melesat dan memukul dada Inosuke.
Krak...!
Zenitsu yang memiliki pendengaran tajam dan Shuri yang juga memiliki pendengaran sama tajamnya sebagai oni langsung merinding mendengar tulang rusuk inosuke yang patah.
Inosuke bangkit lagi dan dalam beberapa saat terjadi pertarungan antara Tanjirou dan Inosuke.
Shuri dalam keadaan gemetaran mengambil dua botol kaca berisi pil. Pil satunya merupakan obat yang membuat oni bertahan dari sinar matahari dan pil satunya lagi memiliki warna ungu muda. Shuri melahap masing-masing pil itu. Perlahan ia tidak terbakar lagi oleh matahari dan mata merah, taring dan kuku tajamnya menghilang.
Bang!
Tanjirou membenturkan kepalanya pada Inosuke. Perlahan topeng Inosuke lepas, menampakkan muka ayu seorang wanita yang tidak cocok dengan badan berotot miliknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
//ketika seorang cowo memiliki muka lebih cantik daripada cewe sendiri...//
"Reaksimu barusan.... APA KAU TIDAK SUKA DENGAN WAJAHKU?!" teriak Inosuke tidak terima.
Setelah itu Inosuke dan Tanjirou kembali berdebat sementara Zenitsu, Shuri, Teruko, Shoichi dan Kiyoshi hanya bisa membatu melihat pertarungan mereka.
Bruk!
Inosuke tiba-tiba ambruk dengan mulut berbusa.
"UWAAAAH...!!! DIA JATUH...!!! APA DIA MATI???" teriak Zenitsu panik sambil bersembunyi dibalik punggung Teruko.
"Tidak sepertinya dia hanya pingsan. Kepalanya pasti mengalami gegar otak karena terluka saat berbentur dengan kepala Tanjirou," jelas Shuri sambil memandang Inosuke yang terbaring ditanah.
Sebenarnya sekeras apa kepala Tanjirou? Padahal laki-laki itu mengalami gegar otak tapi dahinya sama sekali tidak berdarah, batin Zenitsu sambil memandang Teruko yang mengelus dahi Tanjirou karena kagum.
💮💮💮
Tanjirou POV
Sebenarnya saat aku berdebat dengan Inosuke, aku menyadari kalau Shimura-san meminum obat yang tidak kuketahui. Aku bisa mencium bau bunga wisteria darinya. Sebenarnya itu obat apa?
💮💮💮
Normal POV
Inosuke tertidur dengan tenang dan diselimuti oleh haori milik Tanjirou. Sepasang mata miliknya perlahan membuka.
"Huwaaa, dia bangun!!!" pekik Zenitsu ketakutan.
"Ayo bertarung denganku....!!!" teriak Inosuke mengejar Zenitsu yang kabur ketakutan.
"Kau langsung meminta aku bertarung denganmu setelah dirimu siuman?! Aku tidak mau meladenimu...!" tolak Zenitsu.
Inosuke berhenti mengejar ketika melihat Tanjirou dan tiga anak bersaudara (Kiyoshi, Soichi, Teruko) serta Shuri yang mengubur mayat korban para oni.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Inosuke setengah berteriak.
"Tentu saja mengubur orang yang sudah meninggal," jawab Shuri santai.
"Inosuke, kau juga harus membantu. Ada sekelompok orang yang mati terbunuh didalam rumah itu," jelas Tanjirou sambil menunjuk kearah mansion.
"TIDAK ADA GUNANYA MENGUBUR ORANG YANG SUDAH MATI!!! BUAT APA AKU MELAKUKANNYA?! AKU TIDAK MAU MEMBANTU!!! DARIPADA MELAKUKAN ITU, LEBIH BAIK BERTARUNG DENGANKU!!!" tolak Inosuke dengan volume yang sangat tinggi melebihi lima oktaf- wait what?!
"Begitu menurutmu? Karena lukamu masih sakit kau tidak mau membantu kan?"
"HUH?!"
"Kita harus menggali lubang dan mengeluarkan mayat dari rumah. Pasti melelahkan kan? Tenang saja, Zenitsu, Shimura-san dan anak-anak sangat bisa diandalkan. Jadi Inosuke, kamu beristirahat saja."
"HAAAAAAH...!!! JANGAN MEREMEHKANKU! AKU SANGAT AHLI MENGGALI KUBURAN DIBANDING SIAPAPUN!!!" sangkal Inosuke yang akhirnya ikut membantu menggali kuburan dengan kecepatan seperti hewan.
Nice kill, batin Shuri sambil mengacungkan jempol diam-diam untuk Tanjirou.
Setelah penguburan selesai, anak-anak itu pulang kerumah mereka, sementara Tanjirou, Zenitsu dan Shuri berjalan menuju Rumah Wisteria yang ditunjukkan oleh gagak kasugai.
"Ah, Tanjirou! Aku akan pergi dulu. Kita akan bertemu lagi dimisi selanjutnya," pamit Shuri pada Tanjirou.
"Eh? Kenapa Shimura-san tidak mau ikut?" tanya Tanjirou sedikit kecewa.
"Aku ada urusan yang harus kuselesaikan. Ah! Dan juga namaku bukan Shimura (y/n), namaku Himawari Shuri. Ja matane...!" ucap Shuri sambil berjalan pergi meninggalkan Tanjirou didepan gerbang rumah wisteria.
"Himawari Shuri.... bunga matahari?"
(Note : Himawari adalah bahasa jepang dari bunga matahari)
Bersambung....
============================================ Hai, readers-chan episode depan dah masuk arc nya Rui lo. Muehehehe....(ketawa jahat). Akhirnya arc yang paling Author nanti untuk ditulis datang juga!!! (Sungkem puji syukur). Yah pokoknya sampai bertemu episode depan.
Jangan lupa vote dan comment.
Stay health dimasa new normal saat ini. Yang dah mulai sekolah semangat ya... liburan telah berakhir.