家族
Kazoku / Family
Aku sangat mengharapkan kehangatan keluarga. Aku akan melakukan apa saja agar ada orang yang mau membagikan kasih sayang padaku.... jadi kumohon....seseorang..... bawa aku pergi dari sini.....
Aku tidak ingin mati.... aku ingin hi...
Maafkan daku kalau gambarnya jelek... Art : Himawari Shuri (Sad) by fatimatuzz1108 ============================================
The Last Eps :
"Ho aku melihat pertunjukan yang menarik...."
"Sekarang apa lagi?" ucap Ryoji kesal. "K-kibutsuji Muzan...," ucap Shuri sambil melihat pria didepannya.
Shuri / (y/n) POV
Kenapa dia ada disini...? Tanpaku sadari badanku bergetar hebat. Aku segera menodongkan nichirinku- ralat nichirin yang Uka-san pinjamkan kearahnya.
"Shuri..!" panggil Ryoji-ni. Aku segera menolehkan mukaku kearahnya. Sepertinya dia sudah mendudukkan Uka-san di pohon yang agak jauh dari petarungan. Dia sudah berjalan menuju sampingku dan menggenggam nichirinnya. Dia mengangguk tegas padaku. Kubalas anggukan itu.
"Pernafasan Gerhana, jurus keempat : Gerhana Bulan Merah."
Aku melontarkan jurus pernafasan gerhana yang merupakan serangan beruntun mengincar urat nadi, membuat musuh kehilangan darah atau bersimbah darah, seperti namanya 'Bulan Merah'.
Sialnya seranganku belum ada yang kena, pria iblis itu lihai menghindari seranganku. Jurus keempat ini memiliki lima serangan beruntun, satu serangan lagi yang belum kulontarkan padanya. Aku melompat kearah Muzan dan menebaskan nichirinku ke lehernya.
Srat... dia menghindar lagi, membuat seranganku meleset dari leher, tapi.... aku berhasil menggores pipi Muzan. Muzan langsung menggeram marah. "Dasar sampah...!"
Tiba-tiba..... tanah yang kupijak bergetar, membuat retakan dimana-mana. Dari retakan itu muncul tentakel-tentakel yang berusaha melumatkan Ryoji-ni dan aku.
"Tch..," aku berdecih kesal. Kalau begini, aku tidak bisa mendekati Muzan Bangke itu. Aku sibuk menebas tentakel yang ada dihadapanku.
"ARGHHH...!!!" teriakan Ryoji-ni mengalihkan perhatianku. Tentakel itu memotong tangan kirinya. "Ryoji-ni...!!!" aku segera berlari kearahnya.
"Baka, jangan mengalihkan perhatian- AWAS SHURI....!!!" teriak Ryoji-ni. Aku terlambat menyadari, sebuah tantakel menembus perutku dari belakang.
"Ohok-" aku langsung memuntahkan darah segar dari mulut. Tentakel itu membawaku mendekat ke Muzan. "Wah, wah, wah. Kau adalah darah langka yang memiliki derajat cukup tinggi ya...," ucapnya. Aku langsung menatapnya tajam. "Sayangnya aku sedang tidak nafsu makan. Sekarang harus kuapakan dirimu ini....?" sambungnya.
Muzan menyeringai licik, "Tapi dirimu memiliki potensi yang cukup untuk menjadi pelayanku, apakah kamu tertarik?"
"Aku lebih memilih mati daripada menjadi pelayanmu, brengsek...!" tolakku mentah-mentah.
Langsung muncul perempatan di dahi Muzan. "Kamu tidak bisa menolak perkataanku," setelah berkata seperti itu, dia membuka paksa mulutku dengan tangan kirinya dan dengan tangan kanannya meneteskan darahnya ke mulutku. Aku langsung dijatuhkan oleh tentakelnya.
Tubuhku terasa terbakar. Aku mengerang kesakitan. Dalam sekejap rasa sakitku hilang, digantikan rasa lapar yang sangat menyiksa. Hidungku mencium bau manis. Segera aku langsung bangkit melihat tubuh Ryoji-ni yang bersimbah darah.
Kuki dan taringku memanjang. Tes...! Air liur langsung mengalir dari mulutku. Perlahan tubuhku bergerak sendiri mendekati Ryoji-ni. "S-Shuri.... tidak...lawanlah....jangan mau dikendalikan oleh iblis brengsek itu...," bujuk Ryoji-ni.
Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku, ingin rasanya menjauh dari Ryoji-ni, tapi tubuh ini bukan milikku lagi. Dengan susah payah aku mengendalikan mulutku. "L-lari....a-aku t-tidak bisa menge-ndalikan t-tubuhku ini....," ucapku sambil mengalirkan air mata tapi tetap dengan mimik muka datar. Ryoji-ni menggelengkan kepalanya pelan. Tepat setelah itu, pupil mataku berubah menjadi merah, pandanganku menggelap, dan tubuhku bukan lagi milikku.....
💮💮💮
Normal POV
Shuri terbaring di tanah. Perlahan ia membuka matanya. Lalu ia melihat sekitarnya, terdapat mayat seorang pria yang hanya tersisa tubuh bagian atasnya saja.
Shuri langsung menyadari siapa mayat pria didepannya. "R-ryoji-ni... uso..," ucapnya sambil menggelengkan wajahnya sendiri. Ketika ia mendekat, terlihat wajah pria itu. Wajah itu, wajah Ryoji....
Deg... Shuri teringat tentang Uka. Ia segera bangkit dan melihat sekitar, lalu Shuri melihat siluet seseorang yang duduk bersandar di pohon. Langsung Shuri berlari kearahnya. Senyum penuh harap Shuri langsung terganti dengan muka syok, didepannya Uka sudah mati tertancap nichirin didadanya.
Shuri langsung jatuh terduduk. Dari matanya, mengalir air mata. Shuri menangis cukup lama menyadari orang yang dianggap keluarganya telah tiada...
Aku adalah pembunuh. Aku yang memakan Ryoji-ni. Aku yang menusukkan nichirin ke Uka-san. Aku telah berubah menjadi oni. Apa yang harus kulakukan sekarang...?
Bersambung....
============================================ Wiii.... akhirnya dah sampe di konflik kedua. Disini Shuri / readers dah jadi oni nih... . Readers : (tawuran) Author biadab, tokoh utama dijadiin oni...!!! Author : Ampun...! Tapi...nantikan kalian jadi punya Kekkijutsu.... Readers : Bodo amat ama kekkijutsu, Ryoji kenapa mati juga !? Author : Kan sudah dari awal Ryoji adalah tokoh yang ditakdirkan mati ditangan Shuri atau ditangan readers.... Readers : Bukan gue yang bunuh Ryoji, tapi elu thor, ELU...!!! Author : (kabur) iya.... ampun...!!!
Ryoji
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sorry, baru post foto Ryoji, pada eps kematiannya lagi....#menyedihkan... (pake nada menyebalkan bacanya)