Eps. 13 : Pelarian

4.2K 624 22
                                        

Shuri sudah mengubur mayat Uka dan Ryoji. Dia segera berdoa didepan makam mereka. Setelah itu dia segera berlari ke rumah, karena matahari akan segera terbit.

💮💮💮

Shuri / (y/n) POV

Aku harus segera pergi malam ini. Setelah munculnya Muzan disini, pasti pemburu iblis akan segera bergerak.

Aku memilih benda-benda yang harus kubawa dan langsung kutaruh di tas kecilku. Aku mengambil beberapa botol obat. Jangan lupa untuk bawa uang. Ya... aku tahu kalau oni sudah tidak makan makanan manusia, jadi uang tidak diperlukan, tapi lebih baik aku jaga-jaga.

Aku juga membawa beberapa setel baju, karena bajuku penuh darah, aku segera mengganti bajuku dengan baju berwarna biru tua.

Aku juga membawa beberapa setel baju, karena bajuku penuh darah, aku segera mengganti bajuku dengan baju berwarna biru tua

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ketika aku sibuk mencari barang yang harus kubawa, aku menjatuhkan serulingku. Aku menatap seruling itu, seketika mataku terasa panas. Aku duduk dan meringkuk bersandar di dinding. Aku mulai menangis keras. "Huaaaaaa.....hiks....hiks..... ."

Kenapa ?
Kenapa aku kehilangan orang yang kuanggap keluarga lagi ?

💮💮💮

Aku terbangun dari tidurku. Sepertinya saat menangis aku ketiduran. Segera aku mengusap mukaku yang dipenuhi air mata.

Malam sudah tiba saatnya aku bergerak. Aku segera memakai tasku, membawa nichirin yang membunuh Uka-san dan memakai topeng rubahku.

Aku mengambil jubah hitam panjang dan memakainya. Setelah itu, aku menggendong Haku dan membawanya menuju hutan belakang rumah, tempat aku dan Haku bertemu. Aku berencana meninggalkan Haku disini.

"Haku, maaf tapi aku harus meninggalkanmu disini. Aku harus pergi dan tidak bisa merawatmu lagi," aku menatap iris hijau Haku yang menatapku polos. Aku memeluk Haku erat untuk terakhir kalinya. Setelah itu, aku melepaskan pelukanku dan mulai berjalan pergi meninggalkannya.

Ternyata Haku masih mengikutiku, ia mencakar jubahku sambil mengeong. "Meoww..... ." Tatapannya menyiratkan bahwa ia akan terus setia mengikutiku.

Aku menghela nafas pelan. Aku tersenyum pada kucing itu. Aku kembali melihat jalan setapak didepanku.

"Kibutsuji Muzan, aku akan membunuhmu....!" ucapku pelan, lalu memakai topeng rubahku dan mulai berjalan pergi bersama Haku.

Bersambung....

============================================
Apa kabarnya readers-chan? Semoga semuanya sehat wal-afiat. Mulai episode depan, kayaknya bakal banyak adegan actionnya. Jadi siap-siap ya, menghadapi pembentukan karakter Shuri yang sudah mencapai klimaksnya.

Jangan lupa vote dan comment

Stay health and stay home

Bye bye...

Kimetsu no Yaiba_KazokuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang