Eps. 32 : Kabur!

2.7K 392 11
                                        

Normal POV

"H-himawari-san?" ucap Tanjirou dengan nafas tersengal-sengal.

"Ara~ Hana Akuma-san juga ada disini ya... . Kalau begini aku bisa membunuh dua iblis sekaligus," ucap Shinobu membuat bulu kuduk Shuri merinding.

"Ayo, Tanjiro! Kita harus kabur...!" ucap Shuri tergesa-gesa dan menarik Tanjirou beserta Nezuko menaiki Haku.

"Jalan!" teriak Shuri sambil menepuk Haku, membuat kucingnya berlari meninggalkannya dulu.

"Eh..eh! Himawari-san. Kau belum na-" ujar Tanjirou panik berusaha menggapai Shuri yang semakin menjauh seiring kecepatan Haku berlari yang semakin bertambah.

"AKU AKAN MENYUSUL...!" jawab Shuri berteriak agar Tanjirou bisa mendengarnya.

"Kenapa kau juga tidak ikut kabur?" Orang yang bertanya bukanlah Shinobu, tapi Giyuu.

"Nande na...? Mungkin untuk mendukung seseorang?" jawab Shuri sambil mulai menghunus nichirin miliknya.

"Tomioka Giyuu, aku tidak akan pernah membencimu. Walaupun kau membenci diriku. Aku menyukaimu, Giyuu," ujar Shuri sambil tersenyum lembut.

"Sebagai orang yang menyukaimu, kurasa aku harus membantu bukan?"

"Karena itu jangan goyah! Karena didepanmu, sudah ada seseorang yang memedulikanmu!" kata Shuri.

Giyuu sedikit tersentak mendengar kata-kata Shuri. Dia tersenyum tipis (pake banget). "Benar, aku tidak dibenci oleh siapapun."

💮💮💮

Haku terus berlari sambil menampung beban diatasnya, yaitu Tanjirou dan Nezuko.

Brak..!

Muncul seorang gadis berseragam pemburu iblis. Dia menendang punggung Tanjirou dengan keras. Tanjirou sampai terjungkal dikarenakannya.

Setelah itu, gadis itu sibuk mengejar Nezuko dan berusaha menebasnya.

"Lari Nezuko!" teriak Tanjirou. Haku berusaha menghentikan gadis itu juga.

"GRAAAAAAWWUUU...!!!"

💮💮💮

"Kenapa kau melakukan ini, Tomioka-san?" tanya Shinobu dengan mimik muka kesal ketika pergerakannya dikunci oleh Giyuu.

"Tindakanku untuk membunuh iblis sudah benar. Jadi kurasa aku tidak melanggar aturan."

"Tapi Tomioka-san, bukankah dirimu melanggar kode etik pemburu iblis? Kau menghalangi pemburuan iblis, apa maksud perbuatanmu?"

Giyuu hanya diam, dia terlihat malas menjawab. Karena dia tahu pasti, apapun jawaban yang diberikan tidak membuat perubahan apapun pada keputusan final Shinobu untuk membunuh Nezuko dan Shuri yang hanya memandangi pertengkaran mereka dibelakang.

"Kenapa kau tidak menjawab apapun?" tanya Shinobu lagi dengan nada yang sangat kesal.

"Dua tahun lalu-"

"Ini akan menjadi masalah jika kau ingin memulainya dari sejak lama sekali. Ini pelecehan. Kau hanya dendam karena aku mengatakan semua orang membencimu kan?" sela Shinobu. Diam-diam Shinobu mengeluarkan bilah tersembunyi dari waraji miliknya.
(Waraji -> Sandal tradisional jepang yang biasa digunakan ketika hendak berpegian jauh)

Srat...!

Sebelum bilah itu mengenai Giyuu muncul gagak kasugai.

"CAW...CAW...!!! PESAN....PESAN...! KITA DAPAT PESAN...!!! TAHAN ORANG YANG BERNAMA TANJIROU, NEZUKO DAN SHURI....!!! TANJIROU MEMILIKI BEKAS LUKA DIKEPALANYA. NEZUKO MENGGIGIT BAMBU DIMULUTNYA DAN SHURI MEMILIKI RAMBUT UNGU GELAP...!!!" teriak gagak kasugai menghentikan pertikaian Shinobu dan Giyuu.

"A-aku? Kenapa?!" ucap Shuri tidak percaya. Dia langsung berlari kabur menjauhi Shinobu dan Giyuu.

Gerakan Shuri terhenti ketika dia merasa ada seseorang yang menahan pergelangan tangannya. Shuri menoleh untuk melihat muka orang yang menghentikannya. Ternyata orang yang menahnnya adalah Giyuu.

"G-giyuu?! H-hanase...!" ujar Shuri berusaha melepas pegangan Giyuu.

"Kau harus ikut kami kembali ke markas..!" ujar Giyuu tegas.

"Yadayo...! Aku tidak akan pernah mau kesana..!" elak Shuri dengan mimik ketakutan. Wajah ketakutan itu adalah sesuatu yang belum pernah Giyuu lihat.

Giyuu tertegun. Selama ini, saat dia berusaha membunuh Shuri, dia hanya menampakkan muka datarnya.

Apakah selama ini, dia tidak pernah ketakutan? Dia bilang dia tidak membenciku, tapi apakah ada orang yang menyukainya? Hidup ketakutan, bersembunyi dari kebencian seluruh dunia dan menanggung semua itu...

Giyuu mulai berempati pada orang yang dianggapnya musuh didepannya itu. Walaupun tatapannya tetap datar, tapi tersirat empati dibalik sorot matanya.

"Aku.....harus per.......gi.....," ucap Shuri sebelum akhirnya pingsan dan jatuh kedalam pelukan Giyuu.

Shuri kehilangan kesadaran dikarenakan kelelahan, luka yang didapatkannya, racun wisteria Shinobu dan obat penahan nafsu darah miliknya yang juga mengandung racun wisteria.

💮💮💮

Giyuu memandang Shuri yang tidak sadarkan diri dan dipanggul oleh para kakushi. Dari dirinya sesuatu benda jatuh ketanah. Giyuu memungut benda itu.

Itu adalah sebuah seruling putih dengan....
furin biru darinya.

Tali furin itu sudah hampir putus, ketika Giyuu mengangkat seruling itu, talinya benar-benar putus.

Crang...!

Terndengar bunyi furin ketika furin itu menyentuk tanah. Giyuu memungut furin yang putus itu.

"Bahkan kau masih menyimpannya ya.... . Ano Baka...!" gumam Giyuu lirih sambil memandang penuh arti furin milik Shuri ditangannya.

Bersambung....

============================================

Jangan lupa vote dan comment...

Dan silahkan lanjut secroll karena masih ada satu eps lagi...

Kimetsu no Yaiba_KazokuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang