Eps. 3 : Keluarga

6.6K 871 52
                                        

Kumohon seseorang tolong aku....

Sret...!!

Sebuah pedang menebas kepala oni itu. Shuri langsung jatuh terduduk. Air matanya sudah mulai menetes. Seorang laki-laki muncul, ialah yang telah menebas oni tersebut.

"Kau tidak apa-apa?" sang lelaki itu segera jongkok untuk menyamakan tingginya dengan Shuri yang terduduk.

Shuri memandangi laki-laki yang menyodorkan tangannya pada dirinya. Seragam itu....seragam pemburu oni kan? Oni dan pemburu iblis. Sepertinya aku masuk dunia kimetsu no yaiba... sialan ini konyol sekali... . Bruk ! Shuri langsung pingsan dan langsung ditangkap oleh laki-laki itu.

💮💮💮

Shuri / (y/n) POV

Aku perlahan membuka mataku. Aku mencoba melihat sekitarku.

Ini...kamarku?! Seingatku aku ada dihutan dan hampir saja dibunuh oni, lalu ada laki-laki yang menyelamakanku....sehabis itu.....aku pingsan..... . Apakah laki-laki itu menggendongku pulang kesini?

"Shuri...!!!" teriak Oka-san yang memasuki kamarku dan menyadari aku sudah sadar. "Kamu anak nakal, kan sudah ibu bilang jangan main jauh-jauh! Apalagi kehutan, untung ada pemuda baik hati mengantarmu pulang...," Okasan memelukku sambil menitikkan air mata.

Hangat... . Aku segera membalas pelukan Oka-san. "Shuri minta maaf karena melanggar nasihat Ka-san, jadi Ka-san jangan menangis lagi ya...," ucapku pelan.

Oka-san menghentikan tangisnya dan segera menghapus air mata dengan lengannya. Setelah itu Oka-san menatapku sambil tersenyum lembut.

"SHURI....!!!" teriak Otou-san memasuki kamar dengan tergesa. "Syukurlah kau baik-baik saja....," Otou-san menghela nafas lega.

Aku bingung dengan kata-kata Otou-san. Akukan hanya pingsan tapi tidak terluka...., tapi kenapa Otou-san dan Oka-san panik sekali?

"Otou-san, Shuri baik-baik saja kok. Shuri tidak terluka. Jadi Otou-san tidak usah panik...," aku memandang Otou-san.

"Apanya yang tidak terluka?! Laki-laki yang mengantarkanmu pulang bilang ia melihatmu bermain dihutan, terpleset dan kepalamu terbentur batu. Bagaimana Otou-san tidak panik, Shuri....?!" jawab Otou-san dengan nada tinggi yang terkesan membentak.

Begitu ya? Laki-laki itu mengarang cerita. Ya kalau mengakui yang sebenarnya pasti Otou-san tidak akan percaya kan..? Putrinya ini diserang oleh monster antah berantah dan dia membunuh iblis itu untuk menyelamatkanku. Orang normal pasti bilang itu hanyalah khayalan.

"Otou-san jangan marah. Shuri minta maaf karena membuat Otou-san khawatir. Shuri sungguh minta maaf karena menjadi anak nakal...," tes... setetes air mata jatuh. Padahal aku tidak berniat menangis tapi air mataku jatuh begitu saja mendengar Otou-san marah.

"S-Shuri...jangan menangis... . Anata, walaupun Shuri salah, tapi Shuri masih kecil. Jangan bentak ia seperti itu!" Oka-san memarahi Otou-san sambil menenangkan diriku yang tidak bisa menghentikan tangisannya sendiri.

Ah...! Apa mungkin tubuhku masih kecil, aku jadi mudah menangis dan susah menghentikannya ya... . Aku ingin berhenti menangis tapi aku tidak bisa menghentikan tangisku.

"Shuri, maafkan Otou-san karena membentakmu. Otou-san seperti itu karena mengkhawatirkanmu," Otou-san mengelus kepalaku.

Bukannya tenang tangisku makin bertambah besar, membuat muka Otou-san menjadi bingung.

"Otou-san, Oka-san, terima kasih telah menyayangi Shuri," ucapku sambil menangis sesenggukan. Aku menangis karena aku terharu terhadap kasih sayang yang Otou-san dan Oka-san berikan padaku. Selama menjadi (y/n) aku tidak pernah dimanja seperti ini.

Mendengar ucapanku, Otou-san dan Oka-san segera memelukku. Membiarkanku merasakan kehangatan yang mereka berikan.

Semoga kehangatan ini tidak pernah berakhir...

Bersambung....

============================================

Maaf kalau ceritanya agak bertele-tele, tapi harus kayak gitu biar readers gak pada bingung.
Jangan lupa vote dan comment
Bye bye

Kimetsu no Yaiba_KazokuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang