Kumohon seseorang tolong aku....
Sret...!!
Sebuah pedang menebas kepala oni itu. Shuri langsung jatuh terduduk. Air matanya sudah mulai menetes. Seorang laki-laki muncul, ialah yang telah menebas oni tersebut.
"Kau tidak apa-apa?" sang lelaki itu segera jongkok untuk menyamakan tingginya dengan Shuri yang terduduk.
Shuri memandangi laki-laki yang menyodorkan tangannya pada dirinya. Seragam itu....seragam pemburu oni kan? Oni dan pemburu iblis. Sepertinya aku masuk dunia kimetsu no yaiba... sialan ini konyol sekali... . Bruk ! Shuri langsung pingsan dan langsung ditangkap oleh laki-laki itu.
💮💮💮
Shuri / (y/n) POV
Aku perlahan membuka mataku. Aku mencoba melihat sekitarku.
Ini...kamarku?! Seingatku aku ada dihutan dan hampir saja dibunuh oni, lalu ada laki-laki yang menyelamakanku....sehabis itu.....aku pingsan..... . Apakah laki-laki itu menggendongku pulang kesini?
"Shuri...!!!" teriak Oka-san yang memasuki kamarku dan menyadari aku sudah sadar. "Kamu anak nakal, kan sudah ibu bilang jangan main jauh-jauh! Apalagi kehutan, untung ada pemuda baik hati mengantarmu pulang...," Okasan memelukku sambil menitikkan air mata.
Hangat... . Aku segera membalas pelukan Oka-san. "Shuri minta maaf karena melanggar nasihat Ka-san, jadi Ka-san jangan menangis lagi ya...," ucapku pelan.
Oka-san menghentikan tangisnya dan segera menghapus air mata dengan lengannya. Setelah itu Oka-san menatapku sambil tersenyum lembut.
"SHURI....!!!" teriak Otou-san memasuki kamar dengan tergesa. "Syukurlah kau baik-baik saja....," Otou-san menghela nafas lega.
Aku bingung dengan kata-kata Otou-san. Akukan hanya pingsan tapi tidak terluka...., tapi kenapa Otou-san dan Oka-san panik sekali?
"Otou-san, Shuri baik-baik saja kok. Shuri tidak terluka. Jadi Otou-san tidak usah panik...," aku memandang Otou-san.
"Apanya yang tidak terluka?! Laki-laki yang mengantarkanmu pulang bilang ia melihatmu bermain dihutan, terpleset dan kepalamu terbentur batu. Bagaimana Otou-san tidak panik, Shuri....?!" jawab Otou-san dengan nada tinggi yang terkesan membentak.
Begitu ya? Laki-laki itu mengarang cerita. Ya kalau mengakui yang sebenarnya pasti Otou-san tidak akan percaya kan..? Putrinya ini diserang oleh monster antah berantah dan dia membunuh iblis itu untuk menyelamatkanku. Orang normal pasti bilang itu hanyalah khayalan.
"Otou-san jangan marah. Shuri minta maaf karena membuat Otou-san khawatir. Shuri sungguh minta maaf karena menjadi anak nakal...," tes... setetes air mata jatuh. Padahal aku tidak berniat menangis tapi air mataku jatuh begitu saja mendengar Otou-san marah.
"S-Shuri...jangan menangis... . Anata, walaupun Shuri salah, tapi Shuri masih kecil. Jangan bentak ia seperti itu!" Oka-san memarahi Otou-san sambil menenangkan diriku yang tidak bisa menghentikan tangisannya sendiri.
Ah...! Apa mungkin tubuhku masih kecil, aku jadi mudah menangis dan susah menghentikannya ya... . Aku ingin berhenti menangis tapi aku tidak bisa menghentikan tangisku.
"Shuri, maafkan Otou-san karena membentakmu. Otou-san seperti itu karena mengkhawatirkanmu," Otou-san mengelus kepalaku.
Bukannya tenang tangisku makin bertambah besar, membuat muka Otou-san menjadi bingung.
"Otou-san, Oka-san, terima kasih telah menyayangi Shuri," ucapku sambil menangis sesenggukan. Aku menangis karena aku terharu terhadap kasih sayang yang Otou-san dan Oka-san berikan padaku. Selama menjadi (y/n) aku tidak pernah dimanja seperti ini.
Mendengar ucapanku, Otou-san dan Oka-san segera memelukku. Membiarkanku merasakan kehangatan yang mereka berikan.
Semoga kehangatan ini tidak pernah berakhir...
Bersambung....
============================================
Maaf kalau ceritanya agak bertele-tele, tapi harus kayak gitu biar readers gak pada bingung.
Jangan lupa vote dan comment
Bye bye
KAMU SEDANG MEMBACA
Kimetsu no Yaiba_Kazoku
Fan-Fiction家族 Kazoku / Family Aku sangat mengharapkan kehangatan keluarga. Aku akan melakukan apa saja agar ada orang yang mau membagikan kasih sayang padaku.... jadi kumohon....seseorang..... bawa aku pergi dari sini..... Aku tidak ingin mati.... aku ingin hi...
