Seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun sedang berdiri diam diantara mayat-mayat yang berserakan. Keadaan mayat-mayat itu menggenaskan. Kering kerontang, karena darah mereka habis dihisap.
Gadis kecil itu hanya bisa diam ketakutan, bingung melakukan apa. Ibu yang harusnya menuntunnya kini malah terkulai tak berdaya dengan keadaan yang sama seperti mayat lainnya. Kedua maniknya menahan tangis, sementara tangan mungilnya mengguncang tubuh tak bernyawa sang ibu, berharap pelindungnya itu kembali terbangun.
Diatas mayat-mayat yang bersimbah darah, seorang gadis bersurai ungu dengan topeng rubah corak berwarna biru, berjalan riang. Ia bersenandung sambil tertawa lirih dengan penuh kebahagiaan, tubuhnya bersimbah darah, sulur-sulur berduri dengan bunga bakung merah melilit di tubuhnya.
Ao Kitsune
Gadis bertopeng rubah itu terhenti didepan sang gadis cilik. Perlahan tangan yang terbasahi darah itu mencengkram dagu milik sang gadis kecil.
"Gadis kecil yang malang~"
"K-kenapa?" sesenggukan sang gadis kecil. Manik miliknya meneteskan air mata. Seluruh tubuhnya bergetar, tak kuat melawan rasa takut.
"Kenapa kalian memanggil pemburu iblis~? Kalau saja kalian tidak memanggil mereka, kalian masih hidup damai, aman dan tentram. Aku- tidak (y/n) tidak mengancam kalian sama sekali.... aku hanya membalas perbuatan kalian." jawab sang Ao Kitsune. Gadis cilik itu terlalu kecil untuk mengerti, bahkan ia sama sekali tidak tahu apa eksistensi didepannya itu. Manusia kah?
"Yah, kurasa tidak berguna mengatakan itu pada anak kecil yang akan segera mati...."
Mendengar tutur kata sang topeng rubah, gadis kecil itu makin ketakutan. Namun sebelum kaki kecilnya sempat bergerak, sulur-sulur berduri itu sudah menembus tubuhnya.
Rasa sakit tak tertahankan menjalar dengan cepat dari perutnya. Gadis kecil itu berteriak kesakitan, menahan perutnya yang terus mengeluarkan cairan merah kental. Perlahan ia semakin lemas, energinya semakin hilang, sementara rasa sakitnya kian menambah. Dengan pandangan kabur terhalangi air mata, gadis itu menatap figur sang topeng rubah yang meninggalkannya tanpa merasa bersalah.
Akan tetapi.....
"Tidak, tidak, tidak.....!"
Gadis bertopeng itu malah tersimpuh, kedua tangan miliknya mencengram kasar surai ungu miliknya. Seluruh tubuhnya bergetar dan lisannya terus-terusan mengatakan "tidak" seperti rekaman.
"Maaf.....maaf...... a-aku....."
"Aku..... membunuh lebih banyak manusia....."
Hanatorii membuka matanya, menemukan dirinya sedang berdiri di ruangan putih hampa tanpa batasan.
Ia ingat....
Bagaimana Ao Kitsune meraung menyesali perbuatannya.
Apakah itu hanyalah penyesalan sementara belaka? Hanatorii tidak tahu, namun ia menyadari Shuri juga sama dengan dirinya. Seseorang yang sama sekali tidak menginginkan jalan kelam ini. Seseorang yang dipaksa menjadi sebuah monster.
Hanatorii dan Shuri..... sama.
Sekarang dimana kah dia akan pergi? Menuju neraka untuk menanggung dosanya atau....
KAMU SEDANG MEMBACA
Kimetsu no Yaiba_Kazoku
Fanfic家族 Kazoku / Family Aku sangat mengharapkan kehangatan keluarga. Aku akan melakukan apa saja agar ada orang yang mau membagikan kasih sayang padaku.... jadi kumohon....seseorang..... bawa aku pergi dari sini..... Aku tidak ingin mati.... aku ingin hi...
