"Bertahanlah, Nezuko !!!" teriak seorang pemuda yang menggendong seorang gadis yang berlumuran darah dipunggungnya.
"Nezuko... jangan mati. Kumohon jangan mati. Aku pasti akan menyelamatkanmu... jadi jangan mati dulu..."
"KAKAKMU INI PASTI AKAN MENYELAMATKANMU.....!!!!" teriaknya sambil terus menembus badai salju.
💮💮💮
Shuri / (y/n) POV
Aku perlahan mengikuti Tanjirou yang membawa Nezuko dengan jarak yang lumayan jauh. Aku ingin benar-benar memastikan bahwa Giyuu tidak memenggal Nezuko. Ini aneh, padahal aku mengetahui semua yang akan terjadi, tapi kenapa aku tetap khawatir seperti ini ?
Perlahan aku melihat pertarungan antara Tanjirou dan Giyuu. Semuanya terlihat persis seperti di manga. Aku menghembuskan nafas lega karena tidak ada perlu bertindak. Sampai...
Giyuu sudah melihat bahwa Nezuko melindungi Tanjirou. Mimik mukanya menampakkan keterkejutan. Walaupun hanya sebentar sih... (-_-) . Setelah itu Nezuko langsung menyerang Giyuu, tapi berhasil dihentikan olehnya karena Nezuko langsung pingsan setelah Giyuu memukul tengkuknya.
Tapi kenapa ia malah menghunuskan pedangnya ke Nezuko ? Bukannya ia malah mendukung Tanjirou dan Nezuko nantinya ?
Sebelum ujung nichirin itu menggores Nezuko, aku langsung keluar dari persembunyianku. "HENTIKAN...!!!"
"Akhirnya kau keluar juga," ucapnya sambil melirikku tajam.
Eh?
"Sekarang aku bisa membalaskan dendam Sabito dan Makomo,"
Sial, ini jebakan. Ia sengaja berpura-pura ingin menusuk Nezuko agar aku keluar, karena ia tahu kalau aku ada disini.
"Sudah kubilang aku mengaku salah untuk itu, tapi aku masih belum boleh mati disini. Ketika urusanku sudah selesai, aku akan dengan senang hati menyerahkan nyawaku padamu Giyuu-san," ucapku dengan mimik datar dan pandangan yang tajam.
"Alasan itu lagi," Giyuu menundukkan wajahnya dengan kesal. "Aku tidak boleh membiarkan seorang monster sepertimu hidup !" Giyuu mulai menerjang ke arahku.
"Haku !"
Seketika muncul seekor kucing yang memiliki tinggi sama seperti orang dewasa menghentikan serangan Giyuu. Kucing itu memiliki bulu putih bersih, mata berwarna hijau dan dua ekor. Kuku dan taringnya yang tajam menjadi senjata yang sangat kuat bagi kucing ini.
"GRAAUWW...!!!" Haku meraung marah ke Giyuu. Giyuu mendecih kesal. Aku segera menaiki Haku dan memberikan isyarat untuk kabur. Sebelum Haku menggunakan lari kecepatan tingginya untuk kabur aku sempat berkata....
"Kuharap kebencianmu terhadap oni tidak membuat kemanusiaanmu pergi"
💮💮💮
Mampus, hampir aja aku ketangkep ama Giyuu. Pikiranku seperti biasa melayang saat Haku sibuk berlari dengan kecepatan tinggi melewati hutan di kaki gunung. Dengan kecepatan lari Haku, aku sudah melewati banyak kota. Aku menyuruh Haku berhenti ketika melihat sebuah gubuk tua yang sepertinya dapat kugunakan sebagai tempat menginap.
"Kembalilah Haku," ucapku sambil menghampiri gubuk tua didepanku. Sementara Haku langsung berubah menjadi kucing ukuran normal. Seketika aku mencium bau oni, bau oni yang sangat kuat.
"Kau, apakah kau ingin menjadi keluargaku ?" Sebuah suara muncul, seketika didepanku terlihat banyak oni. Ada pria dewasa berkepala laba-laba, manusia berbadan laba-laba dan lain-lain. Diantara mereka, seorang oni rembulan berdiri sambil memegang untaian jaring ditangannya. "Ku lihat kau sangat kesepian. Kau sudah banyak dikhianatikan ? Bahkan kamu dibenci setengah mati oleh orang yang kau cintai. Jadi maukah kamu bergabung dengan keluargaku ? Disini aku akan memberikan segalanya untukmu." sambungnya sambil mengulurkan tangan.
Aku tersenyum kecut ketika menyadari siapa yang kutemui, Rui dan sialnya darimana dia tahu tentangku sedetail itu...!!?? Dia penguntit apa??!!Mungkin hari ini bukan hari keberuntunganku. "Maaf aku tidak tertarik," jawabku dingin.
"Kalau itu jawabanmu..." Rui menutup matanya "...maka matilah..!" sambungnya. Secara bersamaan para oni yang lain, atau keluarga palsu Rui mulai menerjang kearahku.
"Kekkijutsu : Boneka Darah. Ryoji." aku mengeluarkan serulingku dan meniupnya. Seketika kabut merah keluar dari lubang seruling dan berubah menjadi seorang manusia. Seorang pria berambut pirang dan beriris olive berdiri didepan Shuri sambil menggenggam nichirin dengan waspada.
"Haku, kembali ke mode bertarung," ucapku sambil mengeluarkan nichirinku dari sarungnya. Perlahan Haku kembali berubah menjadi kucing raksasa dan menggeram marah.
"Apa rencanamu kali ini, Shuri?" Ryoji bertanya sambil masih menodongkan nichirinnya dan mengarahkannya pada para oni didepannya.
"Kali ini kita kabur...," ucapku perlahan sambil menaiki Haku. Ryoji sempat terkejut lalu ia tersenyum licik dan berkata, "Akan kubantu kau kabur kali ini Baka Kitsune."
"Lagi pula, kalau kamu tidak menuruti perintahku, aku bisa menggunakan otoritas penuh padamu lho. Ryoji-nii..,"
"A-aku hanya bercanda..," Ryoji menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oy...!" Pria berkepala laba-laba meloncat kearah Ryoji dan bersiap memukulnya. "Jangan mengalihkan pandanganmu dari musuh. Kalian meremehkan kami kan !!??" teriaknya sambil memukul Ryoji. Ryoji berhasil menghindar, membuat pukulan itu menghancurkan tanah kosong.
"Baiklah, mari kita mulai bertarungnya..."
Bersambung....
============================================
Selamat Hari Raya Idul Fitri.... bagi yang merayakan. Ini dia THR buat kalian dari author tercintah -uhuk. Sayangnya, ini ff masih hiatus...T^T.
Jangan lupa vote dan comment
Stay health and stay home
Bye bye...
KAMU SEDANG MEMBACA
Kimetsu no Yaiba_Kazoku
Fanfiction家族 Kazoku / Family Aku sangat mengharapkan kehangatan keluarga. Aku akan melakukan apa saja agar ada orang yang mau membagikan kasih sayang padaku.... jadi kumohon....seseorang..... bawa aku pergi dari sini..... Aku tidak ingin mati.... aku ingin hi...
