2.9 virtual bersama 3 tikus+induknya

1.2K 204 20
                                        

13 hari berlalu, entah anak kosan tak saling berbagi info lewat grup yang mereka buat. Sepi dan sunyi, lalu tegar dan juga Leo mengajak Mia dan juga Anya untuk video call. Ceritanya virtual.

Pertama acara ini ditolak oleh Mia, because dia ingin rebahan Tak lain ingin mempuaskan diri bermalas-malasan karna Minggu depan sudah memulai lagi, ngampus dan wira-wiri.

Jam 2 siang, tegar udah ribut. Dengan video call, kalo Anya pikir dia itu kayak orang kangen ngebet pingin liat pasangannya. Bucin tolol (bulol)

“ASSALAMUALAIKUM” teriak tegar.

“shalom” ucap mia malas.

“ waalaikumsalam, wr.wb.” sahut anya dan juga Leo.

“dih, gue liat-liat Mia pulang kampung tambah buluk” ejek Leo yang sedang memainkan korden.

“kurang ajar”

“ngomong-ngomong Lo pada pulang kapan?” tanya tegar.

“gue Senin udah pulang” sahut anya.

“gue keknya malmingan besuk udah pulang sih, lebaran udah selesai juga. Menguras dompet, males disini” jawab Leo.

“besuk Minggu gue Jemput dong, di stasiun tugu” ujar Mia lalu mendapatkan gelengan serentak.

“jahat amat nyet”

“lo punya pacar. satu kosan lagi, di manfaatin lah, suruh jemput gitu. Sekalian jemput restu juga kalo mau” ujar tegar.

Anya dan Leo ketawa ketiwi gak jelas. “matamu, orang gue gak pacaran anjir”

“mosok to?” Leo menjawab dengan nada genit dan menggoda.

“ngeyel Lo pada, seriusan nyet.” Mia memekik sebal.

“iye percaya gue mah” sahut anya.

Zoom ini bener-bener gak ada bagusnya-bagusnya. Aib semua memang, apalagi Mia dan juga tegar. Sudah seperti pedagang aib muka.

“gue laper nyet” keluh tegar.

“makan lah” sahut Mia yang sedang membenarkan rambutnya.

“banyak bocil rumah gue, kalo gue keluar, bocil pasti masuk kamar gue terus obrak Abrik isinya, mahal”

“hm, serah Lo gue males ngomong”jawab Mia.

“nder, gue sebenernya bingungg” tanya tegar.

“naon"

“kenapa tetek sapi gak di pake-in Daleman, ntar kalo dicabulin gampang banget" tanya tegar, membuat geleng-geleng kepala saja.

“pinter, besuk Lo jadi juragan pakaian dalem khusus sapi aja sono” ujar Anya dan memutar matanya malas.

“Iya yah, bisa loh gitu” tegar merasa berbangga hati.

“temen Lo, Leo?” tanya Mia.

“kagak”

“sinting temen lo, leave zoom aja ayo” ajak Mia memanas-manasi tegar.

“HEH, ANAK MONYET. GUE TANDAIN LO!” tegar mengacam mereka.

“anjing, gue anaknya hasil bapak Marjuki sama ibuk Siti” Mia membela diri.

“dahlah”

“MIA, JEMURAN DIANGKAT DULU. ITU UDAH MENDUNG!” teriak ibuknya. Membuat teman-temannya menertawakan ia.

“hayolo Mia, hayolo Mia...” Leo menyoraki.

Hampir 1 jam mereka video call tidak jelas. Namun juga seru—— seru menertawakan kelakuan random mereka, yang lebih anehnya tadi ada permainan truth or dare juga, tadi Leo kalah harus roll depan 3 kali itu.

Dan juga tadi Anya. Ia memilih dare sebagai pelarian aman untuk tidak menggangu privasinya. Namun sialnya ia harus mendapatkan tantangan yang menyebalkan.

Berfoto dengan penjual Indomaret.

“ini gak ada yang lain apa?”

“gak”

“nanti kalo cuma mbak-mbak?”

“ya harus cowok lah”

“ganti aja kenapa sih?!” cicit Anya.

“tantangan tetap tantangan ya sist” ujar Mia menertawakan nasib Anya, belum tahu saja dia bakalan kena karmanya.

“YES, MIA TRUTH OR DARE?!”

“truth aja deh,  males gerak gue”

“oke, ada apa hubungan Lo sama Aslan?”

“udah tahu gue bakalan nanya kek gitu" Mia menghela nafas kasar.

“cepat ceritakan detail”

“oke, intinya aja, gue sama aslan ada cerita masa lalu yang udah kita Maafin. Tapi kita gak pacaran. Memilih buat jadi sodara itu jalan yang aman" ujar Mia.

“emm, Mia kasian. Udah gak usah ditanyain lagi masa lalu gak bisa diceritakan kalo dipaksa malah gak bagus” ucap Leo yang kasihan.

“biasa aja anjir, gue udah biasa”

“oke, sekarang giliran tegar” ucap Anya mengalihkan pembicaraan.

“gue milih truth, capek milih dare” keluh tegar.

“okee, gue yang tanya. Dari semua anak kosan Lo paling demen sama siapa?” tanya Anya.

“ANJAI!” seru Mia.

“anjing pertanyaan Lo, menurut gue. Putri modelan yang gue suka. Kalem gak binal kek mia” ujar tegar mendapatkan reaksi berbagai macam.

“anjis, gue binal apaan. Gue kalem kayak putri juga ya!” Mia tak terima.

“asma gue kambuh, dah ini lama-lama” ujar Leo yang masih ketawa.

“hahahaha, dah. Lanjut”

“leo, truth or dare?" Tanya tegar.

“gue milih, aku mencintaimu aja”

“anjing, gue liat homo yallah” ucap Mia sambil menutup matanya.

“ngarang banget, merinding asli.” anya mengusap lengannya yang bulunya terangkat.

“mengjijik, geli gue" protes tegar.

Leo hanya tertawa saja, tidak tahu saja mukanya sudah seperti monyet emosi. “oke gue milih dare”

“oke, makan eek Lo sendiri sekarang" perintah tegar.

“mata Lo, ogah gue. Gila apa!"

“canda beb, jajanin ponakan Lo mekdi deh”

“sinting, duit gue tinggal ceban. Ponakan gue ada 20, bangkrut. Lo pada mau gue jadi ob disana?” jelas Leo kesal.

“gue sih bodo amat”

Gak kerasa udah 4 jam mereka video call, belum mandi. Belum bebersih kamar, belum juga punya jodoh mereka. Miris.

 Miris

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


--

— Hai, maaf terlambat update. Author gak enak badan:(.
—enjoy, maaf banyak typo belum aku revisi.
— 30 vote aku up.

kosan AtyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang