3.0 Mia dan kenangan Bogor.

1.5K 225 33
                                        

— maaf jika ngerasa kalo cerita ini cuma nyeritain Mia aja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

maaf jika ngerasa kalo cerita ini cuma nyeritain Mia aja. Karna ini yang terakhir. Kemarin aku pernah janji buat bikin part Mia dan juga Aslan.
— sorry. 15 part menuju akhir.
— chapter penjelasan semua alur Mia Aslan.

--

Bogor itu panas menurut Mia, mungkin karna ia sudah terbiasa sama hawa dingin dari Jogja. jadi ia gak begitu nyaman dengan Bogor.

“simulasi azab neraka apa gimana ini” Guman Mia sambil mengipasi badannya.

Selama kurang lebih 2 Minggu disini, aktifitas Mia cuma gitu-gitu aja. Tidur, berak, makan, ngurus jemuran. Mandi.dan tidur lagi.

Terus dengan hubungan Aslan?

Mia saja tidak tahu, karna masa lalu yang sedikit membuat trauma, ia memang harus sedikit menjauh dengan Aslan. Perlahan namun pasti. Pedoman Mia.

Senin lalu ia baru saja diajak virtual meet, artinya ia bertemu dengan temanya lewat media sosial. Lalu, ia sedikit kurang bersemangat. Because, dia memikirkan masa lalunya yang justru membuka lembaran baru saja ia sesulit itu.

Tawa,canda, dan sikap usilnya hanya untuk menutup luka ia. Membuat orang-orang tersenyum tentu membuat hati Mia hangat.  Karna beranjak untuk pulih itu sulit, menurut Mia.

Karna kebahagiaan ini hanya ilusi bagi dia.

Mia flashback ;

Oke, masa sma, ia banyak dibenci, Mia tidak tahu sebab masalah itu. Mempunyai teman? Ia tidak punya teman selain dinding kelas yang ia coreti untuk menyalurkan rasa sakitnya. Namun suatu hari, entah Mia harus menyebut hari bahagia atau hari paling terburuk bagi dia, tahun itu.

Aslan, seorang anak perusahaan besar, mengajak Mia berbicara dan berteman. Senang, namun ia khawatir. Mengapa orang sekaya dia malah berteman kepada anak yang dibenci di sekolahan. Hanya takut.

1 bulan tidak terasa, ia bisa tersenyum dengan berdiri di tanah panas itu. Mungkin pikir orang lain, tidak ada hambatan. Namun Mia yang rasakan, di caci maki. Di olok. Dilabrak perempuan sekolahan.

Dan ini yang membuat Mia trauma.

Saat Mia pulang sekolah, ia sendiri berjalan kaki sembari menerjang hujan. Sepi kala waktu itu, namun setibanya sosok preman yang membekap mulutnya hingga pingsan, saat ia sadar. Dia berada di gudang dua, dan itu ada di lantai 3. Mengerikan menurutnya.

“akhh, dimana gue" ujar Mia sambil memegang kepalanya.

“oh, hai. Cewek gatel, gimana tidurnya nyenyak? Mimpi neraka nggak? Hahaha” suara itu, berasal dari perempuan yang selalu membully-nya.

“mau Lo apa sih? Gue capek”

“lo, capek?. Kalo gue sih gak”

Mia mengehela nafas, mengedarkan pandangannya kelain arah. Tanpa aba-aba kepalanya diputar paksa oleh perempuan picik itu. “jauhin Aslan, apa Lo mati disini”

kosan AtyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang