" Then tell me shuben , if this ain't love , then what is it ?"
Jimin mengalihkan pandangannya . Bibir jejaka itu terkunci , diam seribu bahasa.
Haerin menapak mendekati suaminya , kemudian dia menyentuh wajah yang bertakhta dihati nya , lembut .
Na...
Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.
S2 : ℙ𝕒𝕣𝕥 19
✧══════•❁❀❁•══════✧
🌹| H A E R I N ' S
Caller ID - Mingi💓
Aku kelipkan mata beberapa kali sebaik saja skrin telefon pintar aku memaparkan nombor telefon berserta nama itu. Why did he suddenly call me now ?
Sudah hampir dua minggu berlalu , tapi ini kali pertama Yoongi hubungi aku sejak kejadian di hospital haritu. Ah ya , Dan aku lupa nak tukar nama dia dalam telefon aku.
Tanpa membuang masa , aku segera mencapai alat kawalan jauh untuk kurangkan suara loudspeaker , yalah oleh sebab aku sendirian dalam rumah , maka aku putuskan untuk tengok wayang di movie room.
Jimin pergi pejabat , lepastu Heejin dan Jin-ae pergi tadika. Panggilan daripada Yoongi itu aku jawab.
" Hi , what is it ?" soal aku , dan sejujurnya aku rasa agak kekok.
" hmm what's with the tone ? Did I bother your or something ?"
Suara Yoongi kedengaran serba-salah. Aku mengigit bibir bawah , that's not it .
" no , I just-"
" awkward ?" soal Yoongi. Dia terus saja ketawa kecil , " that suits you a lot ."
Aku , tersenyum juga. He knew me too well. Biarpun hanya dalam tempoh masa 4 tahun , tapi jejaka itu seakan-akan dapat baca fikiran aku.
" mian." ucap aku . " ada apa-apa ke ?"
" Sebenarnya , Ya ..."
" kenapa ? Bagitahulah ,"
Keluhan terlepas dari bibir jejaka itu , " Saya cuma tertanya, did you or your husband , asks the eldest son to come by himself here or what ?"
Anak sulung ? Who ? Seingat aku , Heejin saja-
No wait !
" DARREL ?!"
" em .. yup ."
Jantung aku seakan-akan berhenti berdetak seketika. Darrel berada di sini ? Di Daegu ?! Tapi macam mana ? Jimin cakap Darrel tinggal dengan ibu-