" Then tell me shuben , if this ain't love , then what is it ?"
Jimin mengalihkan pandangannya . Bibir jejaka itu terkunci , diam seribu bahasa.
Haerin menapak mendekati suaminya , kemudian dia menyentuh wajah yang bertakhta dihati nya , lembut .
Na...
Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.
Usai menidurkan Darrel di biliknya seperti biasa , aku kembali turun ke tingkat bawah.
Niat aku ingin bercakap dengan Jimin sebelum aku balik rumah .
Inilah rutin hujung minggu aku sejak Dua minggu lepas .
Jaga Darrel di rumah Jimin semasa Jimin masuk ke pejabat .
Dan jujur aku cakap , aku tak rasa jaga Darrel itu sesuatu yang menyusahkan sebab Darrel pandai mendengar kata .
Cuma tulah , dia mula panggil aku Mama . Kasihan dia , Mungkin dia salah faham .
Tapi aku tak berani betulkan . Budak-budak kan . tak apalah.
Lagipun mana tahu benda tu akan jadi kenyataan MUAHAHAha .
Kay jangan berangan plis ;-;
Sebab benda tu takkan jadi dengan keadaan aku dan Jimin sekarang .
Kenapa ?
Aku datang sini bukannya dapat jumpa dia pun sebab dia sibuk masuk pejabat . Bila aku nak balik baru dia muncul .
Tapi jujur , aku rasa sedikit tenang bila dia hanya muncul pada waktu malam , kenapa ?
Sebab kalau dia ada dalam rumah ni , rasa macam semua benda aku buat tak kena .
Im just sjebdjbwkdbkwejdjsb shy .
Susah tau sembunyikanperasaanmalutulagi-lagidenganmukaaku yang beronatiapkalidia ada.
" Jimin Uisa ?"
Aku menapak masuk ke dalam dapur , kelihatan Jimin Uisa sedang duduk di salah satu kerusi bar dengan ...
4 botol soju yang sudah kosong ?!
Aku segera ke arah Jimin yang melentokkan kepalanya diatas kaunter .
" Jimin Uisa ?"
Aku menepuk bahu dia .
Jimin pusing memandang aku , pipi dia agak kemerahan tapi dia tak nampak macam mabuk .
" Haerin ?"
Aku mengangguk .
Okay , dia tak mabuk ;-; .
Biar betul ? Lepas habiskan 4 botol ?
" Uisa why did you drink this much ?" Soal aku dan tangan aku bergerak secara automatik untuk membuang semua botol soju yang sudah habis ke dalam tong sampah .
" My wife .."
Langkah aku terhenti saat aku mendengar Jimin menuturkan kata-kata itu .