CEWEK TERPANDANG

739 88 11
                                    


Hari ini up dua part, because besok gak up huhu

Ga up dulu seminggu soalnya mau ujian:"( tapi part-nya udah siap sih xixi

Doain ya klean, semoga kalian yang ujian juga dapet nilai bagus, AMINNN

yaudah yuk vote dulu yuk:(

Jangan jadi silent reader dong please.. lagi pengen banget di hibur sama komentar kalian, so ramein:)

****

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.














Bel istirahat berbunyi, semua murid banyak yang  berhamburan keluar kelas untuk pergi ke kantin, ada juga yang hanya di kelas. Kini, Vanya berdiam diri di kelas sambil memainkan ponselnya. "Van, Ana kemana? Gak masuk?" Fatma, dari bangkunya bertanya.

Vanya mengangkat kepalanya dengan wajah datar. "Bukan urusan lo dia gak masuk sekolah." Balasnya dingin, lalu memainkan ponselnya lagi. Jangankan tahu alasan Ana tidak ke sekolah, telfonnya saja dari kemarin tidak di angkat. Vanya mengangkat kepalanya lagi, melirik ke sana kemari. Tidak ada Devon datang, itu artinya Devon sudah tahu Ana dimana.

Fatma mencibir di bangkunya, lalu menoleh ke arah Liora. "Kebanyakan bergaul sama Ana, sifat dinginnya jadi nular."

Liora hanya tersenyum kikuk mendengarnya.

Vanya melirik Fatma karena merasa di bicarakan dari belakang. "Heh, jangan mentang-mentang ada anak baru, lo bersikap seolah-olah, lo kenal deket sama gue dan Ana!" Tukasnya tak suka.

Fatma langsung mengatupkan bibirnya dan mengajak si anak baru pergi ke kantin.

"Di sini makannya enak-enak lho. Oh ya, by the way lo mau ambil ekskul apa?"

Liora tersenyum tipis hanya menunduk. "Gak tahu deh, gue belum kepikiran."

"Oh gitu."

Di perjalanan ke kantin, Liora dan Fatma sempat melewati lapangan basket. Dimana dia melihat satu orang yang tak asing di benaknya. Saat melihat Devon yang sedang memainkan bola basketnya, Liora menyipitkan matanya memperjelas penglihatannya. Dirinya seperti pernah bertemu sebelumnya, tapi dia lupa dimana. Fatma yang sadar, jika Liora sedang memperhatikan Devon— langsung tersenyum jahil. "Itu namanya Devon. Kapten basket di SMA Cendrawasih, kelas 11 IPA 5." Gumam Fatma, yang membuat Liora langsung menoleh ke samping.

"Oh.. gue cuman kayak pernah liat aja sama dia."

"Oh ya?"

Liora mengangguk singkat. Kini mereka berdua telah memasuki area kantin, dimana Liora terpaku saat melihat kantinnya yang begitu luas dan bersih, berbeda dengan kantin di sekolah sebelumnya. Kantin SMA Cendrawasih lebih mirip dengan restoran di mall-mall.

"Cari bangku kosong yuk." Ajak Fatma, seperti seperti dari tadi yang dia lakukan, Liora hanya mengangguk singkat karena belum terbiasa.

Liora melihat bangku kosong, dua bangku berhadapan di atas dekat akuarium. "Di sana ada bangku kosong." Ujar Liora menunjukkan jarinya ke arah bangku atas sana.

ANAPHALIS (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang