Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 38

10.8K 1K 110
                                        

Jay hari ini sangat kesal, ia kalah memenangkan tender yang bernilai ratusan juta membuatnya bak orang kesetanan. Jay kacau, bahkan membanting apa pun jika dirinya teringat kembali akan kekalahannya.

"Sialan! Kenapa gue harus kalah?!"

Prang...

Jay kembali membanting vas bunga yang berada diruangannya.

"Astaga, pak Jay!"

Nayla memekik kala melihat ruangan bossnya yang berantakan saat ia mendengar suara gaduh dari dalam situ.

"Pak Jay tenang. Ada yang bisa saya bantu, pak?" lanjutnya.

"Keluar!!"

"Tapi pak--"

"KELUAR SAYA BILANG!"

Bentakan Jay tentu membuat Nayla sedikit terkejut. Namun bukannya keluar, ia malah menghampiri Jay. Memegang pundaknya mencoba memberikan ketenangan.

"Saya tau bapak belum menang hari ini, tapi saya yakin bapak bisa mendapatkan yang lebih baik"

Jay tidak mendengarkan, ia semakin kesal dan sesekali menarik rambutnya. Nayla yang melihat itu tentu tidak diam saja, ia tidak ingin Jay melukai dirinya sendiri.

"Saya ngga butuh nasehat kamu! Keluar dari ruangan saya!"

Jay kembali membentak, bahkan kilatan marah tercetak jelas dimatanya.  Tapi tetap saja Nayla kekeh tak mau meninggalkan Jay seorang diri dengan kondisi seperti itu.

"Ngga, pak!"

"Keluar!"

Nayla tetap menolak.

"Kelu--"

Grep..

Jay membatu saat dirinya dipeluk oleh Nayla, bahkan ia merasakan sedikit ketenangan akan perlakuan sekretarisnya ini.

"Saya tau bapak marah, tapi jangan lukai diri sendiri" Ucap Nayla sambil mengusap punggung lebar Jay.

Tak ada jawaban dari Jay, dirinya terlampau kaget dengan apa yang terjadi. Bahkan setelah Nayla melepas pelukannya, yang Jay lakukan hanya menatap mata Nayla dengan lekat sampai...

Chuuup~

Nayla mendaratkan bibirnya pada bibir tebal Jay, dimana itu membuatnya semakin meremang.

* * *

Taeri saat ini tengah berkutat dengan berbagai macam tanaman dikebun belakang rumahnya. Semenjak Taeri tidak bekerja, Jay akhirnya memutuskan memilih membuat kebun pribadi agar Taeri tak bosan jika hanya dirumah mengurus keluarga.

Berbagai jenis tumbuhan Taeri tanam, dari mulai semangka, bunga matahari, hingga tumbuhan-tumbuhan liar saja ia rawat :')

"Aku pulang"

Taeri menengok pada pintu utama saat dirinya ingin menuju dapur untuk mencuci tangannya.

"Hai daddy, welcoma home"

Jay terkekeh saat Taeri menghampirinya dengan senyum manis dan riang.

"Gemes banget sih, mom!" Serunya dengan mengigit kecil hidung sang istri.

Taeri terkekeh, "gimana urusan kantor, aman kan?"

Kebiasaan yang sangat disukai Jay, Taeri akan menanyakan apa pun yang terjadi dengan Jay tentang keseharian suaminya selama diluar rumah. Dengan perlakuan seperti itu membuat rasa lelah bekerjanya sedikit menghilang karena masukan positif yang Taeri berikan.

Step Mother For Jung's (✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang