Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 39

10.8K 1K 39
                                        

Malam ini keluarga Jung berkumpul diruang keluarga untuk menikmati film yang mereka tonton. Jay duduk di sofa dengan tangan tak lepas memeluk Taeri, sedangkan ketiga anak Jay duduk diatas karpet bulu dengan cemilan ditangan masing-masing.

Mereka terpaksa menonton drama korea atas permintaan Taeri. Entahlah, rasanya Taeri ingin saja menonton film itu. Bahkan saat mereka ngobrol saja matanya tak lepas dari layar tv.

"Ini film baru pertama gue tonton tapi udah bikin geregetan" Ucap Jeno.

"Iya, konfliknya banyak banget. Bingung gue" Jawab Mark.

"Belum lagi ini film isinya konflik perselingkuhan terus" Saut Sungchan.

Taeri yang mendengar hanya tertawa pelan, ia pikir anak-anaknya tumben sekali tak berontak saat disuguhi film drama perselingkuhan macam ini. Berbeda dengan Jay, bapak itu justru tidak fokus dengan filmnya melainkan kepada hal lain.

"Kak, lo berdua kalo punya istri cantik kaya gitu bakal lo selingkuhin ngga?" Tanya Sungchan.

"Ngapain gue selingkuh, satu aja belum tentu abis" Jawab Jeno.

"Lagian gila aja sih tuh suami seligkuhin istrinya. Udah mah baik, cakep, apa coba yang kurang?" Saut Mark.

"Bukan istrinya yang kekurangan, tapi suaminya yang ngga bisa bersyukur" Timpal Taeri.

"Bener tuh, mom. Ih, mana selingkuhnya selalu dikantor lagi"

Taeri mendadak diam saat Sungchan menyenggolnya dengan kata itu, ia jadi teringat kembali dengan ucapan teman-temannya.

"Selingkuh mah ngga kenal tempat kali, dek. Dimana aja bisa selagi ada kesempatan. Iya kan, dad?"

Jay tidak menjawab pertanyaan Jeno, ia hanya menatap lurus dengan pandangan kosong. Jay terngiang-ngiang dengan perbuatan Nayla tadi.

Flashback on Jung's comp.

"Nayla, kamu apa-apaan sih?!" Bentak Jay saat melepaskan ciuman Nayla.

"Kenapa, pak? Bukannya bapak merasa lebih tenang sekarang?"

Tak bisa dipungkiri jika ciuman Nayla tadi memang membuatnya agak lebih tenang. Tapi Jay sadar apa yang dilakukannya adalah hal yang tidak benar. Jika seperti ini, sama Jay menyakiti istrinya secara diam-diam.

"Kenapa bapak diam? Bapak juga ngga bisa menolak saya kan?" lanjutnya.

"Lebih baik sekarang kamu keluar dari ruangan saya!"

"Baik kalo begitu.. tapi asal bapak tau aja" Nayla mendekat pada telinga Jay, "--saya menyukai bapak sejak pertemuan pertama kita" bisiknya lalu mendaratkan kembali kecupan pada pipi Jay.

"Dad! Daddy!"

Jay tersentak saat Jeno meneriakinya membuat dia sadar dari lamunannya.

"E-eh iya, kenapa kak?"

"Daddy dari tadi diajak ngobrol malah bengong aja, mikirin apa sih?"

"E-engga, daddy ngga mikirin apa-apa" gugupnya disertai tawa canggung.

Gelagat Jay seperti itu malah membuat Taeri agak mencurigai suaminya, ia merasa Jay sedang menyembunyikan sesuatu.

"Daddy kok keringetan gini sih?" Tanya Taeri sambil mengusaap dahi Jay.

"Padahal AC nyala loh, dad" Saut Mark.

"Masa sih? Oh mungkin ACnya harus diganti, besok daddy beli yang baru ya"

Jay berusaha tersenyum walau sebetulnya ia mati-matian menahan degup jantungnya. Hei, ingatkan kalian jika Jay sedang memeluk Taeri? Maka otomatis kepalanya bersandar pada dada bidang Jay.

Step Mother For Jung's (✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang