"Tapi kita berdua sadar bahwa kita berdua tak bisa menjadi sekedar teman biasa. Aku memang tidak mengingat apapun tentang siapa kau, tapi hatiku sadar bahwa aku telah salah mengingat tentang siapa kekasihku sebelum ledakan terjadi. Katakan yang sebenarnya Cloudy, kumohon ceritakan semuanya malam ini." ucap Maxi.
Cloudy bingung, dia sangat ingin menceritakan semuanya pada Maxi, tapi dia takut, takut terjadi hal yang semakin buruk pada ingatan Maxi.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Cloudy.." panggil Maxi karena gadis itu hanya diam menatapnya.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk padamu? Aku tak mau kau semakin kesakitan dan kehilangan lebih banyak memori dari kepalamu." tanya Cloudy cemas. Tangan Maxi sebelah naik ke atas ke wajah Cloudy, sedang yang sebelah lagi masih tetap di pinggang Cloudy.
"Kita tidak akan tahu, jika kita tidak mencobanya." sahut Maxi dengan jari tangannya lembut membelai wajah Cloudy.
"Tidak, aku tidak ingin menjadi egois. Jika kau hanya ingin mengetahui tentang aku, maka aku hanya akan menceritakan semua tentang aku. Bukankah lebih baik kita mengulangnya dari awal lagi?" ucap Cloudy.
"Baiklah, ceritakan semua hal tentang dirimu, mengapa kau harus memanggilku Sparkle padahal sebenarnya kau sanggup memanggilku Maxi." sahut Maxi.
"Kembalilah ke tempat tidurmu, kau belum boleh terlalu lama turun dari tempat tidurmu." ucap Cloudy lalu Maxi menggandeng tangan Cloudy dan berjalan kembali ke tempat tidur Maxi.
Maxi kembali bersandar di atas tempat tidurnya, dan Cloudy duduk di pinggirnya.
"Aku memiliki seorang yang membuatku sangat bergantung dan berharap banyak padanya, bisa dikatakan itu adalah cinta pertamaku, saat aku masih barusaja menjadi seorang remaja. Namanya Maximus, aku memanggilnya Maxi. Tapi dia pergi, dia meninggalkan aku untuk selamanya, dan bahkan tanpa pesan maupun tanpa jejak apapun. Aku menjadi tertutup dan menjauhi segala pendekatan apapun dengan pria manapun. Aku tak bisa jatuh cinta lagi, aku tak bisa memanggilmu dengan nama yang sama dengannya." cerita Cloudy.
"Kemana dia? Apa kau pernah mencoba mencarinya atau menyusulnya?" tanya Maxi.
"Dia meninggal dan jenazahnya diperabukan oleh keluarganya, lalu ditabur ke lautan luas. Kemana aku bisa menemukannya? bagaimana aku bisa menyusulnya?" tanya Cloudy.
Maxi menggenggam erat tangan Cloudy, memberi dukungan padanya.
"Maaf, aku tak bermaksud mengingatkanmu tentang kehilanganmu." ucap Maxi menyesal.
"Tak apa. Kau tahu? dulu aku tak bisa bercerita setenang ini, bahkan saat aku pertama cerita pada orang lain itu adalah kepadamu dan aku masih menangis deras waktu itu." sahut Cloudy.
"Lalu apa yang aku lakukan waktu itu?" tanya Maxi.
"Kau? tentu saja kau paling ahli menggunakan moment untuk mengambil keuntungan dariku! dasar player!"sahut Cloudy kesal.
"memangnya aku melakukan apa? membawamu ke tempat tidur dan menidurimu?" tanya Maxi dan membuat Cloudy mendengus kesal dan jengah.
"Kau menggenggam tanganku dan menciumnya, lalu kau juga mencium keningku." sahut Cloudy.
"Apa aku juga mencium bibirmu?" tanya Maxi penasaran.
"Tidak! Tidak akan kuijinkan!" sahut Cloudy kesal dan Maxi terkekeh, senang menggoda Cloudy.
"Jadi, sebelum ledakan itu terjadi siapakah yang menjadi kekasihku? kau atau Claire?" tanya Maxi.
Cloudy hanya diam dan menunduk, menatap pada tangannya yang digenggam dan dimainkan oleh ibu jari Maxi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAXI
RomanceCloudy memiliki trauma pahit dengan pria bernama Maxi di masa lalu. Mungkinkah perjodohan yang diatur oleh orangtuanya akan berhasil? Apakah Cloudy akan menerima Maxi di masa sekarang?
