-Biasanya kita sebut Epilog-

1.1K 139 42
                                        

Jangan lupa vote dan komentar kalian 😘
Happy Reading❤












Sakura tersenyum menatap pantulan dirinya dicermin. Dirinya tersenyum hangat lalu keluar secara perlahan dari kamarnya.

Clara terbelak melihat penampilan Sakura, "She's  perfect, "

"Kak Sakuuu! " panggil Clara dan Sakura merentangkan tangannya.

"Cantik sekali, " ucap Clara dengan tulus.

Sakura tersenyum malu-malu lalu saat dia melihat siapa yang datang ia terpanah melihat ketampanan Lionel yang tidak manusiawi.

Laki-laki itu berjalan ke arahnya dan mengulurkan lengannya. Sakura menerimanya dan mereka berjalan menuruni tangga.

"Beuaty and the beast right? " bisik Clara pada Sagara dan diangguki oleh laki-laki itu.

"Masih heran kenapa kak Saku bisa suka sama si bu, " ucap Clara tak habis pikir.

"Gw denger Clara! " ucap laki-laki itu yang masih menuruni tangga dengan Sakura.

"Loh emang benerkan? " tanya Clara tanpa dosa.

"Ck! " Lionel hanya memutar bola matanya malas.

Lionel membuka pintu mobilnya untuk Sakura. Mereka berdua menuju sekolah. Promnight mereka diadakan pada malam ini.

Lionel terus-menerus menoleh pada Sakura sepanjang perjalanan. Sakura yang penasaran menayanyakan hal itu.

"Muka aku kenapa? ada yang aneh? ato ada yang nempel gitu dimuka aku? " tanya Sakura pada kekasihnya itu.

Lionel mengangguk membenarkan.

Sakura mengambil kaca dari dalam tas kecilnya, "Hah apaan? nggak ada apa-apa dimukaku, "

"Ada, " ucap Lionel yang fokus kembali kejalan.

"Apa? " tanya Sakura penasaran.

"Kecantikan, " ucapnya dengan wajah datarnya.

Sakura mengulum bibirnya. Sialan kau Lionel!. Serasa banyak kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya.

"Udah ah jangan ngegombal! " ucap Sakura mencoba biasa saja.

"Saya tidak gombal, " ucap Lionel dengan sungguh-sungguh.

"Saya tulus, " lirihnya lagi.

Sakura bisa mati jika seperti ini terus. Dia memilih mutar musik jika tidak mukanya akan memerah seperti kena alergi. Dan lagunya sialan, To the bone dari Pamungkas.

"Ra! " panggil Lionel dengan pelan.

"Iya Lionel? " jawab Sakura dengan senyuman hangatnya.

"Pernah saya kasih tau kamu, kalau saya mau kamu sampai ke tulangnya? " tanya Lionel dengan lirih.

"Mungkin kalau makan nggak bisa sampai ke tulangnya tapi kalau sama kamu? mau sampai ke tulangnya, " lanjut Lionel dengan lirih.

Jantung Sakura. Nafas astga, astaga nafas! oksigen mana oksigen.

"Seketika aku lupa caranya bernafas Li! " ucap Sakura ingin menangis saking bapernya.

Lionel tersenyum manis. Astaga ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantung Sakura.

Lionel mendekat dan Sakura menutup matanya.

Clik

"Dah sampe Ra, " ucap Lionel dengan tenang.

L:falling love with psychopath (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang