2-Si Bunga yang layu

2.2K 233 64
                                        

Jangan lupa buat tinggalin vote 🖤
Happy Reading 🖤
_____________________________________________










Sakura memandang sendu pemandangan yang ada di bawahnya. Dimana ada Moria dan keluarganya yang sedang bercanda ria.

Terkadang terbesit rasa iri di dada Sakura pada Moria. Menurutnya hidup Moria itu sangat sempurna bahkan tak pernah di liputi rasa sedih yang berlebihan.

Sakura menghembuskan nafasnya pelan lalu tertawa kecil. Kenapa dirinya tertawa? Padahal tak ada yang lucu? Karena dirinya tak bisa menangis.

Dirinya saja memilih pasrah daripda harus mengeluh setiap hari. Itu akan membuat dirinya makin stress tentunya.

Matanya masih setia menatap Moria. Dia bertanya-tanya kenapa hidup mereka sangat berbanding terbalik?.

Dirinya sengaja tak turun ke bawah karena tak ingin mengganggu Quality Time keluarga sepupunya itu. Jauh di lubuk hatinya dia masih sangat merasa asing.

"Coba aja sehari gw bisa jadi Moria".Guman Sakura saat melihat tawa lepas Moria.

" Pasti rasanya bahagia banget ".Sakura tersenyum lalu dengan langkah gontai memasuki kamar.

Dirinya mengambil sebuah album foto yang berada di dalam laci kamarnya. Dirinya membuka foto-foto tersebut. Bahkan dalam foto pernikahan kedua orangtuanya saja sangat terlihat kalau itu adalah senyum palsu.


Flashback on



Sakura dengan semangat berlari memasuki rumah sambil menenteng piala kebanggaan dirinya dan Piagam penghargaan yang baru dirinya dapat.Dirinya sangat senang karena berhasil memenangkan lomba solo dance se kota jakarta.

Wajahnya tak berhenti mengumbar senyum. Perjuangan selama enam bulan latihan dengan keras dan dengan sungguh-sungguh membuahkan hasil yang tak mengecewakan.

"Papah".Teriak dirinya.

" Mamah".Teriak dirinya sekali lagi.

Dirinya sekali lagi memanggil-manggil kedua orang tuanya namun tak mendapati jawaban.

"Kemana sih? ".Dirinya bermonolog.

Dirinya mengerutkan keningnya saat mendepati asisten rumah tangga di rumahnya terdiam pucat pasi.

" Mamah sama papah dimana bi? Kok bibi pucat gitu? ".Tanya Sakura dengan khawatir.

Dirinya mulai berburuk sangka.

Namun asisten rumah tangga nya itu hanya diam tak berani menjawab. Tak lama kemudian Sakura mendengar keributan dari ruang kerja milik ayahnya.

" Dasar Jalang! Perempuan gila! ".Teriak ayahnya dengan murka kepada ibunya.

Sakura tentunya sangat kaget mendengar hal itu.

Ibunya tertawa keras mendengar kata-kata kasar dari suaminya. Seperti tak tersinggung sekalipun oleh panggilan hina darinya.

" Dirimu itu sangat lucu".Teriak ibunya dengan tawanya yang sangat kencang.

Sakura sendiri merinding mendengar tawa ibunya yang menyeramkan. Dirinya mulai memberanikan diri melihat ke dalam.

"Kurang ajar! Saya akan membunuh kamu sekarang juga".Ayahnya dengan penuh emosi menarik rambut ibunya.

Ayahnya menampar dan memukuli ibunya itu. Namun ibunya seperti tidak kesakitan malah tertawa semakin kencang memekik telinga.

Sakura yang tak tahan melihat pemandangan itu ingin menghentikan tindakan ayahnya kalau tidak ibunya akan benar-benar mati. Namun langkah nya terhenti saat melihat ayahnya menangis.

L:falling love with psychopath (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang