Jangan lupa komentar yah ❤
Votenya jangan lupa juga🥰
Membaca tanpa vote itu kayak makan tapi nggak doa dan namun jika tak meninggalkan komentar itu kayak makan tapi nggak minum air
Heheh perumpamaan doang yah ngab
Happy Reading ❤
______________________________________________
L
°°°
"Hah? ".
Hanya itu suara yang mampu Sakura keluarkan dari mulutnya. Matanya melebar sedangkan otaknya tak bisa berpikir jernih.
" Astaga gemesnya ".Dalton mencubit pipi Sakura seperti memainkan slime.
Dalton memainkan pipi Sakura saking lucunya Sakura di matanya.
" Boleh gw panggil lo Rara? Atau can I call you mine? ".Ujarnya laki-laki bernama Dalton itu dengan kedipan mata di akhirnya .
Sakura hanya tersenyum lalu memutar bola matanya malas. Masa gurunya mau di permainkan ? Ckckckck tidak lucu!.
Sakura tersenyum manis lalu mengangguk.
" Apa aja asal buat lo senang ".Dengan senyum maut andalannya.
" Jangan senyum kayak gitu!. Senyuman lo tuh kek ngajak berumah tangga tau nggak!.Takutnya besok gw udah bawa bonyok gw ngelamar elo".Dalton memegang dadanya dramatis.
"Ya udah di tunggu".Balas Sakura dengan nada lembut.
"Aduhhhh! Gw culik lo sekarang juga yah nih? Boleh nggak? ".Dalton kembali mencubit pipi Sakura.
Sakura tertawa kecil ." Mana ada orang mau nyulik minta izin dulu ogeb".
"Gw mau nyulik hati lo buat gw! Supaya lo bucin sama gw! Terus kita bahagia bersama sampai maut memisahkan".Dalton tersenyum semuringah.
" Menjijikkan".Dengus Gibran saat melihat interkasi kedua manusia di depannya ini.
"Bilang aja lo iri ".Arthur memutar bola matanya malas melihat laki-laki yang ada di depannya ini.
" Idih! Sorry gw cuman nggak tahan sama liat dua orang buruk rupa itu romantis ria! Jijik ".Gibran memasang gestur ingin muntah.
" Jangan di dengerin yah Rara! Gibran kekurangan vitamin A dari lahir jadi matanya nggak bisa liat bidadari secantik elo".Dalton mengusap lembut kepala Sakura.
Sakura hanya mengangguk seraya tersenyum tipis. Sakura sudah biasa menghadapi orang-orang seperti Gibran yang mulutnya seperti cabe-cabean sekolah.
Sagara bangkit berdiri meninggalkan mereka semua di ikuti oleh Gibran. Sedangkan Arthur dan Nia sedang sibuk dengan ponsel mereka , Cakra dan Ghea masih uwuwu ria, dan Lionel-?
Menatap tajam pada arah Sakura?.
Apa salahnya astaga?.
Coba jelaskan?.
"Gw mau ngambil minum. Ada yang mau nitip? ".Ujar Nia saat bangkit berdiri.
" Air".Ujar Lionel dengan mata terpejam sekarang.
Nia menatap sekeliling dan hanya mendapatkan gelengan kepala.
Lionel kembali menatap datar pasangan yang sedang bercanda ria di depannya ini. Dirinya seperti menimang-nimang sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
L:falling love with psychopath (END)
TienerfictieMasalalu yang biru dan terus menghantui. Melahirkan sosok anak laki-laki baru yang tak tahu mengasihi, tanpa empati yang hanya merasa kosong sepanjang hari. Yang dengan lihai melukis di kanvas manusia. Tanpa hati. Lalu bagaimana dengan kata cinta...
