33-Impostor

1.2K 183 96
                                        


Jangan lupa vote dan komentar ok♡
Happy Reading ♡

»»----><----««







Sagara melewati ruang tamu dengan cuek dan hanya menatap datar Lionel dan Sakura yang sedang duduk bersama di ruangan itu.

Dirinya terus berjalan dengan wajah dinginnya lalu langkahnya terhenti saat berada di anak tangga terakhir. Dirinya berbalik menatap Lionel dan Sakura dengan tatapan setajam siletnya yang menyiratkan maksud tersembunyi dan kemisteriusan.

Dirinya hanya mennggeleng dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Dirinya berjalan menuju kamarnya dengan isi pikiran yang hanya laki-laki itu tahu.

"Sakuraaaaaa, " Teriak Ghea dengan girang dan langsung berlari memeluk Sakura.

"Hai Ghea, "Ucap Sakura sambil membalas pelukan Ghea dengan hangat.

" Cieee yang nggak jomblo lagi, "Ucap Ghea sambil tersenyum menggoda pada Lionel dan mendorong bahu laki-laki itu dengan pelan.

Tapi Lionel masih setia dengan wajah batunya dan tak ada ekpresi lain yang laki-laki itu berikan pada Ghea.

" Selamat yah buat hubungan yang baru jadi ini semoga bisa langgeng terus aminn, "Ucap Ghea sambil memegang kedua tangan Sakura di depan dada mereka seraya menutup matanya.

" Aminnn, "Ucap Sakura dengan senyuman.

" Kok lo bisa tau?, "Ucap Sakura menatap Ghea.

" Si Nia yang kasih tau digrup gibah heheh, you know gosip itu asupan yang sehat disaat otak sedang capek memikirkan tugas, "Ucap Ghea dengan senyuman malaikat dirinya.

" Selamat yah, "Ucap Cakra sambil tersenyum ramah.

" Makasih, "Ucap Sakura dengan senyuman.

" Nanti kita double date yah kapan-kapan, "Tawar Ghea dengan semangat.

" Ide bagus, "Ucap Sakura dengan senyuman.

" Lo kek seneng banget mereka berdua jadian, perasaan Arthur sama Nia jadian aja lo nggak kek gini dan gak pernah ngajak mereka double date bareng lo sama Cakra, "Ucap Gibran dengan nada jutek andalannya.

" Karena mereka cocok, "Ucap Ghea dengan sebuah senyuman.

Sakura tertegun saat melihat senyuman itu. Itu bukan senyuman lembut yang biasanya dirinya lemparkan pada orang-orang. Senyuman itu terlalu misterius dan terlihat cukup menakutkan.
Lionel saja sampai menyipitkan matanya menatap Ghea.

Gibran menatap kedua pasangan yang baru saja meresmikan hubungan mereka. Ada rasa lega dan rasa sedih di hatinya. Hati huh? Entahlah dia bingung harus senang atau sedih, disatu sisi dia memikirkan perasaan Lala yang terluka sedangkan disatu sisi dia senang karena masih memiliki kesempatan. Dulu saat dirinya menyukai Ghea, Ghea memilih Cakra. Memang sakit tapi dirinya memilih untuk tidak menghancurkan kebahagiaan orang yang dirinya cintai. Bukankah itu makna mencintai sesungguhnya kan?.

Tapi dirinya merasa sedih karena tau bahwa Lala sedang tidak baik-baik saja sekarang. Dirinya ingin memperjuangkan kebahagiaan gadis itu.

"Lo kenapa keliatan nggak suka gitu?, " Tanya Cakra pada Gibran yang termenung dengan pikirannya.

"Jangan-jangan lo suka sama Sakura yah?, "Tanya Cakra sekali lagi dengan mata yang menyipit curiga.

"Ewh najis, " Ucap Gibran menatap Sakura dengan tatapan ngeri, seakan-akan wajah Sakura seperti psychopath di hutan West Virginia sebuah serial film yang dirinya sukai.

L:falling love with psychopath (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang