Ombak dan Senja

35 4 0
                                    

Setelah Alya berpamitan untuk berjalan-jalan sendiri, Arsa, Dara, dan yang lainnya memilih untuk duduk di tempat yang teduh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah Alya berpamitan untuk berjalan-jalan sendiri, Arsa, Dara, dan yang lainnya memilih untuk duduk di tempat yang teduh. Terlalu ramai jika harus mengikuti teman-teman dari kelas yang lain. Saat sibuk dengan kegiatannya masing-masing, kedatangan Brian dan Gerald cukup mengejutkan enam orang ini.

"Nggak ikut mereka?" tanya Gerald sambil menunjuk orang-orang yang sedang bersenang-senang di pantai.

"Males."

"Capek."

"Panas."

Nadira, Laura, dan Dara menjawab bersamaan.

"Kompak amat," puji Brian.

"Kalian sendiri kenapa nggak ikut?" tanya Freska.

"Males, capek, panas," ucap Brian menirukan Nadira, Laura dan Dara.

"Dih copas," ejek Laura.

"Nyatanya."

Arsa menyuruh Laura untuk tidak membalas perkataan Brian lagi karena ia yakin, jika dilanjutkan tidak akan berujung.

*****

Ferdy dan Wirdan memilih untuk membeli air mineral dahulu sebelum ikut bermain-main di pantai. Ferdy juga tidak lupa untuk memotret pemandangan yang menurutnya bagus. Ia juga tidak lupa untuk memvideonya.

"Capek juga jalan terus kek gini," keluh Wirdan.

"Terbang aja." Ferdy membalasnya datar.

Wirdan mengedarkan pandangannya, ia melihat kedua temannya yang sedang duduk bersama Dara, Arsa, dan teman-teman Alya yang lainnya. Ia mengajak Ferdy untuk menghampirinya.

*****

Setelah selesai berfoto bersama teman sekelas, akhirnya Rangga dan Dino memilih mengunjungi salah satu warung yang ada di sana untuk makan lagi. Nathan memilih tidak ikut. Tujuannya kini adalah mencari Alya.

Perasaan bahagia dan rasa tak sabar untuk mengajak Alya berjalan-jalan menikmati pantai bersama semakin membuat semangatnya bertambah. Namun rasa senang itu tidak bertahan lama, bahkan hilang sebelum ia benar-benar ada di hadapan Alya.

Pemandangan didepannya mampu membuat semangat itu tiba-tiba hilang dan rasa marah itu muncul. Ia sadar ia bukan siapa-siapa Alya, namun dia tidak suka melihat Yanuar yang seenaknya datang dan pergi di hidup Alya. Yanuar sudah memiliki Nabila, kenapa masih mendekati Alya?

*****

Waktu yang semakin sore belum membuat keenam gadis dan dan keenam lelaki yang sedang meneduh ini pergi ke bibir pantai untuk merasakan hembusan angin dan air laut yang tenang. Mereka masih menikmati es kelapa yang Arya dan Randi beli tadi.

"Ke sana yuk," celetuk Gerald yang merasa bosan.

Semua yang mendengarnya pun menyetujuinya. Mereka pun juga sudah mulai mengantuk dan bosan karena hanya duduk-duduk saja.

FRIENDZONE [LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang