tigapuluhenam

1.5K 56 1
                                        

Pergerakan dari jari jemari Acha membuat Chiko tersentak. Jam menunjukkan ke arah 9 malam. Chiko mengelus lembut tangan yang ada di genggamannya

"C ch Chiko?" Suara serak yang mengalun di telinga Chiko membuat rasa sesak di dadanya kian timbul

Acha mendudukkan dirinya di bantu oleh Chiko. Chiko memberikan segelas air mineral yang ada di atas nakas. Ia memerintah Acha meminum air tersebut.Acha meraih gelas itu namun di jauhkan oleh Chiko

"Minum" Chiko menyondorkan ujung gelas di mulut Acha

Acha menurut. Perutnya sedikit perih mengingat dari tadi siang tak terisi, ah tidak, terisi 3 gigikan apel

"Makan" Chiko mengambil mangkuk yang berisi bubur beras kesukaan Acha. Bubur yag telah dingin

Chiko menyondorkan sendok ke mulut Acha. Acha hanya bisa menurut. Tak ingin membantah

"Udah Chiko. Kenyang" rengek Acha saat bubur itu telah tersisa separuh

Chiko meletakkan kembali mangkuk itu di nakas Acha. Meraih gelas dan obat

"Minum"

Chiko melahap sisa bubur yang ada di mangkuk tadi seusai memberikan Acha obat. Pemuda itu Menatap Acha yang memandang ke arah depan dengan tatapan kosong

Hatinya mencelos saat mengingat kejadian tadi, rasa bersalahnya muncul. satu hal yang ia sadari, Meta pergi lagi. Chiko merasa akhir akhir ini rumah di depan rumahnya ini sepi. Tak seperti biasanya

"Cha" panggilan Chiko membuat Acha tersentak

Acha menoleh. Gadis itu hanya mengangkat satu alisnya sebagai jawaban

"Cepet sembuh. Biarin gue Nebus kesalahan gue. Besok malem kalo Lo sembuh kita jalan jalan ya? Sebagai permintaan maaf gue"

Acha mengangguk antusias. Rasanya sudah lama Chiko tak pernah mengajaknya jalan. Padahal 2 hari yang lalu mereka masih pergi bersama. Dan. 2 hari belakang adalah masa masa berat yang pernah Acha lalui. Tanpa Chiko. Tanpa ke 2 orang tuanya

Ponsel Chiko bergetar. Menandakan pesan masuk. Chiko menyuruh Acha berbaring agar gadis itu dapat tidur lagi

Berliana

aldo

iya kenapa lian?

Gapapa si. Cuma mau bilang aja kalo kaki aku tadi udah di urut. Cuma keseleo katanya

bagus de

mangkanya kalo jalan hati hati

Iya. Hehe

"Ih. Senyum senyum sendiri. Acha di kacangin di sini ya " sindiran Acha membuat Chiko meletakkan ponselnya

"Tidur Cha" Chiko mengelus lembut surai Acha. Sedari tadi Chiko hanya duduk di pinggir kasur 

Acha menggeser badannya. Menepuk kasur kosong di sebelahnya. Chiko memeriksa dahi Acha sekali lagi. Demam gadis itu menurun dengan drastis. Hanya tersisa hangat yang ada

Chiko menaiki kasur Acha. Lalu merebahkan dirinya di samping gadis itu. Akhirnya ia bisa meluruskan badannya. Acha memeluk pinggang Chiko dari samping, Chiko membekap kepala Acha dengan tangannya. Mengelus perlahan rambut gadis itu

"Chiko jangan pernah ninggalin Acha ya" ujar Acha yang ada di dalam bekapan tangan kekar Chiko

"Nggak Cha. Janji" setelah itu tak ada lagi percakapan antara ke 2 nya. Baik Acha maupun Chiko

Perlahan kesadaran mereka menghilang. Mereka mulai memasuki alam bawah sadar

*

"Jangan sekolah dulu ya Cha" ujar Chiko membenarkan kerah seragamnya di depan kaca

Just BestfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang