Tubuh Acha tumbang kehilangan kesadaran. Dokter muda yang kebetulan lewat terkejut akibat seseorang yang tiba tiba tumbang di depannya
"Kamu baik baik saja?" Acha memegang kepalanya yang sakit
Sebuah ruangan? Di atas brankar?
"Dokter ngapain di sini"
"Ini ruangan saya. Perhatikan" Acha memperlihatkan sekelilingnya
Benar. Ada meja dan kursi serta sofa .Herannya, apakah semua ruangan dokter memiliki brankar pribadi? itu yang saat ini tengah berkecamuk di kepala Acha
"Dek. Kamu ngapain bawa cewe sama bangkar disini kesiniii???" suara heboh seseorang yang baru saja memasuki ruangan menggema, pemuda itu menunjukkan wajah penuh keterkejutannya
Dokter itu, dokter yang sama tadi ia tabrak di lorong ketika ia hendak ganti baju, dan dokter yang sama yang tengah menangani Chiko.
Acha melompat dari brankar, membuat kedua dokter yang tengah memperbincangkan mengapa ada seorang gadis dan sebuah brankar di dalam ruang adiknya itu terkejut setengah mati akibat pergerakan mendadak dari Acha
"Kamu gila?!" Sentak sang dokter yang terlihat lebih tua
Acha tercengang, ikut terkejut akibat sentakan dari dokter tersebut. Ia menunjukkan giginya seraya tersenyum canggung
"ehehe. Yasudah deh ya dok. Acha pamit undur diri"
Acha melalui lorong rumah sakit yang ramai oleh keluarga keluarga pasien dengan pandangan kosong. Dokter muda yang lebih tua dari dokter yang membawanya ke ruangannya tadi adalah dokter yang menangani Chiko
Di salah satu berkas yang berserakan tadi ada data Chiko. Dan gadis itu seakan tak memiliki tenaga ketika melihat penyalit yang tertera acute kidney injury (AKI)
Acha bukan termasuk gadis yang bodoh dalam pelajaran dan pengetahuan. Gadis itu sangat pintar, sayangnya ia tak ingin menunjukkan. Ungkapan medis begini sudah tidak asing baginya. Itu penyakit gagal ginjal akut
*
Mata indah itu kini terbuka. Setelah 3 hari lamanya tak sadarkan diri
"Sayang?" Gadis di depannya dengan panik menekan tombol panggilan dokter
"Papa, mama, Aldi, mana?" kata kata setelah 3 hari lamanya tak sadarkan diri itu keluar dari mulut Chiko
"tadi pulang dulu sebentar ganti baju"
"Acha" gadis di depannya menegang. Tak percaya Chiko menyebutkan kata kata itu setelah sekian lama
"Ngapain nyari dia? Kamu lupa apa yang terjadi kemarin kemarin? Dia aja ga peduli kamu ada di sini. 3 hari cuma ada aku, Rena, Gilang sama keluarga kamu yang nemenin kamu" ujar Berlian
Ada secuil harapan yang patah dari dalam diri Chiko, pemuda itu menggelengkan kepala lalu tersenyum. Dokter sebentar lagi tiba melalui pemberitahuan yang Berlian berikan lewat bel darurat. Gadis di depannya tengah sibuk berkutat dengan ponsel di tangannya
*
1 Minggu dirawat sebagai pemulihan. Kini Chiko dapat merebahkan dirinya di kasurnya yang ia rindukan
Chiko melangkahkan kaki menuju balkon. Bayang bayang Acha yang berdiri di balkonnya Ter rekam jelas. Ia sempat mengira bahwa itu memang benar Acha. Secuil rasa bersalah hadir dalam hati pemuda itu. Dipikir pikir, kata kata yang ia lontarlkan terlalu kasar
Chiko menatap ke depan. Rumah itu kosong. Seperti tak ada tanda tanda kehidupan. Sebuah tulisan menyita perhatiannya
#DI SITA BANK
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Bestfriend
Fiksi RemajaNatasya Crasandra Pricilla Gadis blasteran Amerika-Indonesia. Kerap di panggil acha, cewek yang manjanya naudubillah, gabisa diem, pecicilan, memiliki sahabat yang selalu kemana mana bersama, sama halnya perangko. Dimana ada Acha, disitu ada Chiko...
