tigapuluhtujuh

1.5K 58 2
                                        

Acha tengah mengikat sepatunya. ponselnya bergetar pertanda panggilan masuk. Gadis itu menyerngit heran saat nomor yang menghubunginya tak terdaftar di kontaknya

"Halo?"

"Dengan mbak Acha? Saya sudah di depan mbak"

Lipatan di dahi Acha semakin terlihat. Tak mengerti maksud dari seorang bapak bapak yang menghubunginya. Jika didengar dari suaranya, itu bapak bapak

"Iya  Acha. Kenapa ya pak?"

"Loh. Kan mbak Acha mesen grab car dengan tujuan SMA Pancasila. Ini saya sudah di depan"

Acha tak pernah merasa memesan grab car. Ia hari ini kan diajak berangkat sekolah bersama Chiko. Tadi pagi pagi sekali Chiko mengirimnya pesan

"Nggak pak. Acha gak mesen grab car"

"Iya mbak. Ini udah jelas mbak kok tulisannya. Saya juga dikasi nomer telpon mbak juga"

"Emang jam berapa mesennya pak?"

"Barusan kok mbak"

"Tunggu sebentar ya pak" Acha melihat ternyata dari tadi ada notifikasi dari Chiko yang belum sempat ia baca

chiko<3333
cha. gue pesenin grab ya. gue lupa ada janji sama berlian buat berangkat bareng. kalo uda nyampe bilang

Bahu Acha meluruh. Selalu saja Chiko mengingkari janjinya. Gadis itu menahan air mata yang akan jatuh dari kelopak matanya. Acha mendongak mengedipkan matanya beberapa kali bertujuan agar air matanya tak terjatuh

"Halo mbak?"

"Iya pak. Acha keluar"

Di perjalanan hanya hening yang tercipta. Bahkan untuk membuka mulut saja Acha enggan. Ia mencoba menahan rasa sesak yang mulai datang. Mencoba menguatkan diri dan meyakinkan bahwa semua tak akan menjadi sebuah masalah besar

Sang supir menatap spion untuk melihat apakah penumpangnya baik baik saja

"Mbak gapapa kan?"

Acha tersentak akibat ucapan sang supir. Dari tadi ia melamun rupanya

"Ngga kok pak. Acha gapapa"

***

"Acha di panggil pak Reza" seseorang tiba tiba memanggilnya saat ia tengah menangkupkan wajahnya di dalam lipatan tangan di atas meja

Belum jam istirahat. Namun, jam kosong membuat kelasnya menjadi ricuh. Acha mendesah kesal. Ia sedang tidak ingin melakukan apa apa

Rena menatap miris kepada sahabatnya itu. Ia tau Acha tak ingin di ganggu. Namun apa boleh buat. Rena mengelus pundak Acha. Ia mengangguk meyakinkan. Acha hanya tersenyum menanggapi. Ia berjalan pelan dengan langkah lesu

Saat di depan kelas Chiko. Chiko memanggilnya

"Cha. Mau kemana?" Chiko hanya mengode tanpa bersuara. Acha bisa mengerti maksudnya. Pemuda itu berbisik lantaran guru sedang menjelaskan di depan kelas Chiko

Acha hanya menunjuk arah depan dengan dagunya. Chiko menaikkan satu alisnya. Acha menatap Chiko tanpa ekspresi, berlalu meninggalkan Chiko dengan seluruh pertanyaan yang bersarang di kepala pemuda itu

Acha mengetuk pintu di depannya. Sebuah suara membuatnya langsung membuka pintu lalu memasuki ruang kesiswaan itu

"Hm?" Tanya Acha. Acha hanya sedang bad mood saat ini. Moodnya turun sejak Chiko mengingkari janjinya lagi

"Ada lomba" Acha menyerngitkan dari bingung

"Hah" mulut Acha sedikit ternganga. Bukankah gadis itu telah menutup segala akses berbau hal perlombaan di hidupnya?

Just BestfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang