sebelas

1.3K 42 0
                                        


Acha duduk di kursinya saat sudah sampai di kelasnya, Chiko mengambil kipas mini elektronik berwarna pink di dalam tas Acha. Kipas itu milik Chiko. Hanya saja ia menitipkan pada tas Acha

Chiko duduk di bangku Rena, tepatnya di sebelah Acha, jangan tanyakan kemana Rena dan Gilang. Mereka masih saja berdebat persis seperti orang gila yang mengamuk di pinggir lapangan

Acha menyenderkan kepalanya pada bahu Chiko, Chiko menyalakan kipas pink miliknya lalu mengarahkan pada Acha. Gadis itu memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus di hasilkan dari kipas milik sahabatnya itu

Acha tersenyum menatap kipas hello kitty pink yang di pegang Chiko, itu adalah pemberian Acha saat Chiko ulang taun ke 14 tahunnya

"Chiko Acha laper" rengek Acha karena pagi tadi gadis itu hanya memakan roti dengan selai strawberry kesukaannya

Chiko mendorong kepala Acha yang di bahunya, ia beranjak menuju kelas sebelah yang tak lain adalah kelasnya, mengambil kotak makan berwarna biru tua

"uwuihhh, nasi goreng. Acha suka Acha suka" Acha meraih kotak bekal milik Chiko namun Chiko malah menjauhkan jangkauan Acha

"emang gue bilang buat lo? " ujar Chiko dengan wajah mengejeknya

"ih, emang Chiko ga mau bagi sama Acha? " Acha memberikan tatapan kesalnya

"kalo gue gamau gimana? " remeh Chiko

"Acha aduin mama nanti ya! " ancam Acha

"dasar bocah ngaduan" Chiko mengacak rambut Acha gemas

"dih bodoamat, mama Acha juga" Acha melipat tangan di depan dada

"mama gue itu" sewot Chiko

"mama Acha! " ujar Acha tak kalah sewot

"mama gue! "

"mama Acha"

"mama gue! "

"mama Acha! "

"mama gue! "

"mama Acha"

"mama gue"

"mam- WOIII kenapa Gilang makan nasi goreng punya Achaaaaa" Acha histeris saat Gilang tiba tiba datang mencomot nasi goreng yang masih di tangan Chiko yang ia angkat angkat agar Acha tak menjangkaunya, namun ia salah, malah si dugong yang mencomotnya

Pletak

"enak banget lo ya ngabisin roti gue! " Rena melipatkan tangan di depan dadanya

"ya kan gue kira gak lo makan, kan mubazir mending masuk mulut gue" ujar Gilang dengan cengingiran tak berdosanya

"itu gimana nasib nasi goreng Acha " Acha menatap sinis Gilang lalu bergantian menatap nasi goreng yang ada di kotak bekal Chiko yang penampilannya tidak rapih lagi

Chiko mengambil alih sendok yang ada ditangan Gilang lalu mengetukkan pada kepala Gilang

"sakit tai " maki Gilang serasa mengelus rambutnya yang tertinggal sebutir nasi

"terus Acha makan gimana? " tanya Acha seraya menatap nasi goreng dengan miris

Chiko bangkit dari tempat Rena menuju pintu kelas

"Chiko mau kemana? " tanya Acha

"ngesterilin sendok takut ketempelan virus flu burung" ujar Chiko menunjukkan sendok yang di pegangnya

Gilang memaki Chiko

"minggir" ujar Chiko pada Rena

"dih kan kursi gue" sewot Rena

"punya lo? Lo beli? Atau udah lo booking? " skakmat, satu hal yang Rena tidak suka di dunia, yaitu berdebat dengan manusia titisan beruang kutub cabe merah di depannya ini

Rena memejamkan matanya, menghena nafas lalu bangkit dan duduk di depan mejanya

"ngungsi lagi eh? " ejek Gilang di sebelahnya, ingin rasanya Rena menendang lelaki gila di depannya ini

*

Bel istirahat berbunyi, seakan menjadi bunyi yang mengalun merdu di setiap telinga para siswa.  Di depan mading terasa sangat ramai. Semua kelas 11 berlomba melihat dengan siapa mereka berkelompok

Orang-orang bagaikan sekumpulan ikan piranha yang menemukan mangsa. Suara ricuh terdengar, ntah perihal seorang yang menjengkelkan ataupun orang yang mereka dambakan bersamaan dalam satu kelompok

5 menit menunggu, akhirnya. Chiko, Acha,  Rena, dan Gilang menghela nafas lega

Sudah tak ada lagi kerumunan manusia yang menghalangkan mereka ber 4 berjalan menuju mading

"ketemu? " tanya Chiko

"belom" serempak

___________________________________________

Kelompok 5
Adipto Septian (XI IPS 1)                                       
Erlangga Panji (XI IPA 2)
Brimo Catacah (XI IPS1)
Gilang Gleopatra (XI IPA1)
Rendy Atmada (XI IPS 2)
Fransisco Aldous(XI IPA 1)
Afinka Remasa (XI IPS 1)
Amanda Riwana (XI IPA1)
Hanindya Agata (XI IPS 2)
Renata Permatasari (XI IPA 2)
Winka Nanda (XI IPS 1)
Natasya Casandra pricilla (XI IPA 2)

PJ (penanggung jawab)
Revando adijaya (XII IPS1) telp: 081567......
Talita zahra (XII IPA 1) telp: 085676......

NB: (hubungi salah satu pj)

___________________________________________

"Cha" Rena menepuk bahu Acha pelan

"eh apa" Acha yang sedari tadi melamun terkejut

"lo gimana? " tanya Rena hati hati

"Acha gapapa" ujar Acha lirih, ia pun ragu apakah ia akan baik baik saja

"Cha, gue ijinin ya? " tanya Chiko, Acha takut gelap, Acha takut gelap, ya, itu yang ada di fikiran Chiko sedari tadi

"Chiko kan ini wajib, lagi pula cuman semalam" ujar Acha mencoba meyakinkan

"sadar lah dikit, mikir, kalo phobia lo kambuh? gimana?" sewot Chiko

Acha memejamkan mata, menghembuskan nafas kasar, tangannya mengepal. Gadis itu membuka matanya

"jangan bawa bawa phobia bisa? Acha mati matian ngebunuh phobia Acha tapi apa? Tetep Chiko! Acha juga gamau Acha takut gelap. Acha juga gamau Acha punya phobia, Acha tau Acha takut gelap, tapi kan Acha juga mau ngelawan takutnya Acha. Dari penguman ada ini pun Acha udah mikir. Dikira   Acha ga mikir? dikira Acha gabisa mikir?" Acha beranjak berlari menyisakan Chiko dengan tubuhnya yang menegang

Apakah ia keterlaluan? Ia hanya ingin gadis itu baik baik saja

"cara lo salah Do" ujar Gilang menepuk bahu Chiko pelan

"tapi kan-" Chiko beranjak ingin mengejar Acha namun terhenti karna uchapan Rena

"biarin Acha nenangin diri dulu, kalo udahnya istirahat dia ga kembali kita susul" ujar Rena mencoba tenang walaupun di dalam lubuk hatinya ingin mencakar pemuda di depannya ini

Ia saja berbicara hati hati agar tak menyinggung perasaan sahabatnya itu, namun pemuda ini dengan sangat lancarnya menyinggung ketakutannya, brengs*k. Chiko kembali duduk di tempatnya dengan perasaan gelisah, ia akui ia salah, apalagi sahabatnya terlihat sangat overthinking dengan adanya camping ini, bodohnya ia 

*

"Acha ga balik balik, kita susul aja yuk" ujar Rena khawatir, pasalnya Acha biasanya akan balik jika bel sudah berbunyi

Chiko beranjak diikuti Rena

"Rean, gue sama  Aldo, ijin sebentar bilang aja kebelet berak" ujar Gilang pada Reanzo, ketua kelas 11 IPA 1 itu

Sebelum Rean menjawab Gilang langsung menyusul Chiko dan Rena yang sedari awal sudah meninggalkannya

"sabar Rean, orang sabar nanti diangkat jadi anak presiden" ujar Rean mengelus dada sabar saat temannya itu pergi seenaknya saja


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa ya gaes
Vote and coment
Thanks

Just BestfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang