Buat Chiko ya ini. Ga boleh ada yang baca selain Chiko
Begitulah tulisan yang tertera di depan lipatan kertas. Tulisan tangan yang tak rapi membuat Chiko meragukan apakah benar itu dari Acha. Pasalnya tulisan tangan Acha selalu indah
Chiko
Makasih ya selama 16 hampir ke 17 taun Acha, Chiko ada di hidup Acha
Acha seneng banget tau. Hari hari yang Acha lewat serasa punya sayap karena ada Chiko, ringan banget gitu lewatinnya xixixi
Alay ya? ehehehe. Gapapa kapan lagi Acha alay
Chiko terkekeh pelan dalam hati "Lo kan selalu alay" gumam Chiko. Air matanya tak henti mengalir
Acha sekarang lagi bingung Chiko. Tiba tiba rumah Acha di grebek. Acha kaget. Acha takut. Banyak orang seragam item item masuk. Ini aja Acha yang nulis diawasi parah kann. Hahah. Lucu ya. Saking terseponanya sama Acha si bapak bapak itu gamau ngalihin pandangan dari Acha. Acha nyempetin nulis ini takutnya Chiko nyari Acha nanti
Haha. Mimpi banget ya Chiko nyari Acha
Chiko kan uda ada Berlian ya sekarang. Bagus deh setidaknya masih aman lah ya kalo Acha gaada di samping Chiko lagi
Acha gatau habis ini Acha mau ngapain dan mau kemana. Ke rumah mommy ga mungkin. Mommy aja nge blokir ATM yang mommy kasih ke Acha. Dan Acha juga ga mungkin ke Bogor. Villa nya juga paling di sita. Itu kan aset papa. Chiko tau gak, Acha sebenernya pas Chiko pingsan. Besoknya Acha lomba debat bahasa Inggris tau di Inggris loh. Hebat kan. Tapi Acha ga jadi berangkat pingin nemenin Chiko aja. Meskipun pak Reza marah marah ke Acha
Acha ngehubungi Abang. Katanya Abang bakal jemput Acha. Tapi gatau kapan
Abang ternyata punya resto di tempat rantauannya loh. Kaget kan? Acha juga. Kata Abang. Resto yang Abang buat itu dari uang hasil beasiswa dan uang saku yang papa stransfer setiap bulan
Kayaknya Acha ga ngelanjutin sekolah deh. Acha mau bantu Abang aja. Biar Abang yang lanjut kuliahnya
Ini udah satu halaman loh Acha nulis di lembaran ini.wkwk. Acha tau Chiko ga pernah Sudi baca. Tapi Acha pengen cerita nih. Acha sendiri sekarang
Bimo di paksa lomba sama pak Reza
Bimo yang nanggung perlombaan Acha dan resiko yang harusnya Acha terima
Bimo di Inggris sekarang. Ga mungkin juga balik buat Acha yakan
Chiko yang pas di rumah sakit itu bener. Berlian ga selingkuh sama Jack. Tapi Chiko yang di jadiin Berlian selingkuhan. Tapi gapapa kalo Chiko ga percaya Acha ga mau maksa lagi
Dan tentang Berlian yang kecebur ke kolam itu bukan salah Acha
Acha juga heran kenapa Berlian tiba tiba ceburin dirinya sendiri waktu itu
Acha cuma megang pundak Berlian aja waktu itu. Berlian bilang Acha ngerebut Chiko dari dia
Padahal Acha diem aja pas Chiko bareng Berlian
Acha megang pundak berlian biar dia ga emosi. Tapi tiba tiba Berliannya jatoh. Acha juga heran
Udah dulu deh. Tangan Acha capek nih. bapak bapaknya juga ganjen banget mau megang megang Acha. Katanya Acha di suru cepet keluar. Haha
See you Chiko
Harapan Chiko terkabul ya sekarang. Chiko gamau liat muka cantiknya Acha kan? Sekarang wkwk Chiko dapetin itu ko besok dan seterusnya
Makasih ya udah pernah ada di hidup Acha. Maaf kalo Acha punya banyak salah dan masalah
Acha gamau bilang ah. Kalo Acha nulis surat ini sambil nangis. Nanti Chiko ledekin wkwk
Natasya Cassandra Pricilla
Chiko berlari menuju kamarnya. Mencari ponsel miliknya. Ia menghubungi berkali kali nomor Acha. Namun sayang, nomor itu tidak dapat dihubungi. Chiko menelfon Bimo. Namun panggilan diluar jangkauan
Chiko menghubungi Gilang. Gilang berkata ia pun tak tau. Chiko menghubungi Rena
"Apa!"
"Acha ma-"
"Baru sekarang nyari Acha?! Kemana aja lo kemarin kemarin "
"Ren plis jangan buat mas-"
"Udah seminggu gue ngirim lo video. Ntah itu masih berlaku apa ngga. Bilang ke cewek busuk lo. Kalo gue nyesel pernah baik sama dia, bahkan sedetik pun gue nyesel. Bangsat. Gara gara dia gue kehilangan Acha"
Tut
Sambungan terputus. Chiko tak paham maksud Rena. Chiko membuka room chat Rena. Benar. Ada sebuah Vidio. Chiko mengunduhnya. Untung saja Vidio tersebut masih bisa ia unduh. Chiko memperhatikan dari awal. Sosok wajah teman kelas Acha yang kalau tidak salah bernama Radit memenuhi layar
Radit bertingkah seolah olah ia adalah vloger sejati. Chiko menyerngitkan dahinya saat detik detik Berlian tercebur ke dalam kolam. Seketika semua heboh. Kamera yang Radit bawa seolah terombang ambing karena lelaki itu tak lagi memperdulikan kamera
Chiko kembali mereplay kejadian detik detik Berlian tercebur. Belum sempat Acha memegang pundak gadis di depannya. Gadis itu tiba tiba sedikit meloncat ke belakang. Chiko mereplay berulang ulang memastikan pengelihatannya tak keliru. Chiko geram. Pemuda itu membanting ponsel yang ada di genggamannya
"Abang mau kemana" tanya Sinta saat Chiko mengambil kunci motornya
"Bentar ma"
"Abang baru keluar dari rumah sakit loh"
"Iya ma nanti Aldo balik. Bentar aja"
Chiko mengendarai motor ninja ya dengan kecepatan tinggi. Pemuda itu harus mendapatkan penjelasan. Chiko heran saat melihat sebuah mobil merah di depan rumah Berlian. Rumah gadis itu sepertinya sepi. Tak ada tanda kehidupan
Chiko mendekat saat mendengar teriakan dari dalam. Tak terlalu kencang. Namun ia dapat mendengar. Chiko membuka pintu rumah dengan reflek. Matanya membulat saat melihat orang yang di cintainya tengah melakukan hal paling menjijikkan di dunia
"BANGSAT" Chiko menonjok pria yang ada di atas gadisnya
Amarahnya ia limpa kan kepada pria dengan wajah luar yang sangat ketara
"WHAT DO YOU MEAN BRO?!"
Chiko melepaskan jaket yang menempel di tubuhnya. Melemparkan jaket itu ke tubuh berlian yang kini tengah telanjang bulat
"TUTUPIN TUBUH LO ANJING!"
"Aldo. Aku bi-"
"GAUSAH DEKET DEKET GUE. NAJIS. GAUSAH BALIKIN JAKET GUE. GAK SUDI GUE. UDAH KENA TUBUH NAJIS LO. KITA PUTUS" amarah Chiko mendidih
Lelaki itu meninggalkan tubuh Berlian yang diselimuti oleh jaketnya. Chiko benar benar merasa orang terbodoh di dunia. Penyesalan? Tak cukup jika hanya kata kata itu yang terdapat dalam dirinya.
Pemuda itu linglung. Mengendarai dengan sembarangan. Bahkan ia tak peduli jika nanti dirinya akan tertabrak ataupun terjatuh dari kendaraan
*
Pemuda itu terbaring di bangkar rumah sakit. Belum satu hari ia mengeluarkan dirinya dari kamar yang berbau khas obat obatan ini. Namun, dengan kesialan. Dirinya malah kembali meniduri salah satu brankar di rumah sakit yang sama dan ruang yang berbeda
Tubuhnya serasa remuk. Tulangnya seperti patah. Ia ingat terakhir kali saat dirinya sadar. Dirinya tergeletak dengan helm yang sudah terlepas dari kepalanya
"Lo kalo mau mati bilang dulu kek! Biar gue siapin pemakamannya" Seorang pemuda tiba tiba memasuki ruangannya dengan dumelan
"Eh. Aldo. Lo udah bangun?" Tanya Gilang cengengesan
Chiko tak merespon menatap arah depan dengan pandangan kosong
"Do? Lo gak lagi kesurukan kan? Eh. Kerasukan ?" Gilang melambaikan tangannya di depan wajah Chiko
Pemuda itu tak bergeming. Sungguh. Sepertinya dunianya akan runtuh saat ini juga
.
.
.
.
.
.
.
.
Hargai karya dengan voment. Ga susah Weh. Cuma pencet bintang buat jejak
Ah elah:(
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Bestfriend
Teen FictionNatasya Crasandra Pricilla Gadis blasteran Amerika-Indonesia. Kerap di panggil acha, cewek yang manjanya naudubillah, gabisa diem, pecicilan, memiliki sahabat yang selalu kemana mana bersama, sama halnya perangko. Dimana ada Acha, disitu ada Chiko...
