"Film Horror Thriller berjudul Darah Aluna, membuat lonjakan penonton di berbagai bioskop Jakarta."
"Baru 1 hari tayang di bioskop, Film Darah Aluna sudah menarik banyak penonton dari 5 kota besar di Indonesia."
"Producer Harianto berencana akan membuat film lagi berdasarkan serial horror yang juga ditulis oleh Black Shadow."
"Memiliki banyak penggemar, siapakah sosok penulis Black Shadow?"
Tidak ada yang tahu. Lebih tepatnya, sang penulis misterius yang diperkirakan memiliki bayaran diatas ratusan juta dari rumah produksi film horor tersebut bukan hanya sukses membuat para penonton ketakutan.
Tapi ia juga sukses membuat mereka dan seluruh pembaca setia novelnya penasaran setengah mati.
Pasalnya, benar-benar tidak ada informasi sedikitpun tentang penulis ini. Entah perempuan atau laki-laki. Entah remaja, dewasa, atau sudah tua. Sang penulis bernama pena Black Shadow itu benar-benar seperti bayangan.
Bahkan, ada beberapa teori yang muncul karena besarnya antusias orang-orang untuk mengetahui siapa sosok Black Shadow ini.
Dari seorang pengkritik tulisan mengatakan, bahwa penulis ini merupakan seseorang yang memiliki kepribadian kuat. Mungkin seorang laki-laki dewasa.
Sementara, ada lagi seorang pembaca yang merupakan ahli psikologi mengatakan kalau dari beberapa serial novel yang dibacanya, ia bisa menyimpulkan kalau penulis ini merupakan seorang perempuan dewasa yang memiliki trauma berat dalam hidupnya.
Dari media sosial, situs website, dan podcast, semuanya sibuk membahas sosok penulis tersebut.
Dari teori ilmiah sampai yang paling tidak masuk akal bahwa sang penulis sebenarnya sudah meninggal, dan yang mempublikasikan novel ini adalah orang lain yang tidak ingin diketahui identitasnya karena takut terkena kasus pelanggaran hak cipta.
Meskipun tahu, orang-orang sedang meributkannya. Bahkan hingga banyak dari media cetak yang berani membayar mahal hanya untuk wawancara eksklusif dengannya, sang penulis dengan tegas mengatakan pada tim penerbit kalau ia tetap ingin identitasnya tidak diketahui oleh siapapun.
Jadi, selama ini hanya manager-nya lah yang mengetahui soal identitasnya. Kebetulan pihak penerbit tidak mempermasalahkan hal itu. Selama sang penulis bisa terus menulis karya yang disukai banyak orang dan menghasilkan keuntungan banyak untuk mereka, mereka tak peduli.
Satu hal yang pasti diketahui oleh tim penerbit. Penulis ini memiliki aura yang suram, dan kejam.
Memang benar, karena disinilah Anggita Wirahma berada. Wanita dengan wajah tirus, dan rambut hitam sebahu yang dikepang, serta polesan make up tebal.
Malam ini ia memakai gaun selutut dengan lengan panjang berwarna hitam. Duduk di dalam ruang kerjanya sendirian dengan diiringi musik La Vien Rose yang dinyanyikan oleh Edith Piaf.
Duduk termenung beberapa saat di depan layar laptopnya, akhirnya jari-jari lentiknya mulai bermain di atas keyboard. Seolah seluruh ide sedang ia tumpahkan di dalam tulisannya.
"George berteriak kesakitan, kemudian meminta pengampunan. Ia menjerit ketika Lily mengiris kelopak matanya..." Bisik Gita seolah mendikte dirinya sendiri. Kemudian ia berhenti dan menggelengkan kepalanya.
"George berteriak kesakitan dan menyeret dirinya berusaha keluar dari pintu. Tapi Lily melemparkan pisaunya hingga menancap di punggung tangan George."
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE ME, HEAL ME
RomanceAnggita Wirahma adalah seorang penulis novel horor yang memiliki gangguan emosional dan kesulitan percaya kepada semua orang. Tapi bagi Devano, Anggita adalah perempuan berkepribadian ganda yang selalu jadi trouble maker dimana pun ia berada. Namu...
