BAGIAN TANPA JUDUL

284 49 0
                                        

Ojek online yang Nina naiki akhirnya sampai di depan sebuah gedung perkantoran Jakarta Pusat.

Ia menghela napasnya panjang menyiapkan dirinya untuk menemui seseorang.

Setelah mengobrol melalui chat whatsapp, akhirnya Nina menyetujui untuk bertemu tetangga sekampungnya yang sedang ada di gedung perkantoran real estate milik suaminya.

"Nina... Ya ampun, sudah lama lho ga lihat kamu." Sapa Ika dengan antusias menghampiri Nina di lobby gedung perkantoran tersebut.

Nina hanya tersenyum tipis sambil menyambut uluran tangan Ika yang terlihat sangat antusias.

"Jadi gimana, Nin. Kamu udah ga kerja barengan sama si perempuan gendeng itu?"

"Aku lagi cari buat tambah-tambah..." Jawab Nina pelan.

"Ya sudah, aku ngerti Nin. Tapi, bukan apa-apa nih, kamu kan cuma punya ijazah SMA, ga apa-apa yo, jadi cs disini?"

"Costomer Service, mbak?" Tanya Nina mengundang tawa Ika.

"Yo bukan, Nin. Cleaning service. Gajinya lumayan lho. Sebulan gaji pokok 3 juta, belum lagi sama bonus dan tunjangan-tunjangan sudah kotornya 4 - 5 jutaan. Jam kerjanya juga per-shift. Gimana? Kalau mau, nanti aku bilang ke Mas Hadi besok kamu sudah mulai kerja." Jelas Ika tersenyum lebar.

Nina menundukkan kepalanya, kemudian ia mengangguk menyetujui sambil tersenyum. Tak tahu lagi harus berkata apa.

Bagaimana pun, ia perlu mencari pekerjaan cadangan, jika nanti Gita memang karirnya akan terjebak di tempat atau bahkan akan dikeluarkan dari tim penerbit jika tak berhasil menyetor naskah sesuai perjanjian.

***

Devano menyerahkan map berisi data-data pelengkap untuk acara amal Wendy's Cafe kepada Gibran malam itu.

"Gue nitip..." Ucap Devano sambil memakai jaket bomber warna hitamnya bersiap pulang.

"Udah beres? Wah, saik nih Mas Devano... Cepet banget nyusunnya." Ucap Gibran melihat-lihat kembali isi map tersebut dengan senyum lebar.

"Besok langsung kasih ke Bu Wendy. Biar kalau ada yang kurang atau bermasalah bisa langsung di koreksi." Ucap Devano kemudian berjalan keluar dari cafe yang sudah tutup.

"Reza gimana?" Tanya Devano ketika berpapasan dengan Farhan di parkiran.

"Setelah diizinin pulang kampung itu, sampe sekarang dia belum ada kabar lagi, chef. Mungkin masih suasana berduka di sana." Jawab Farhan memakai helm-nya. Sementara Devano menganggukkan kepalanya paham. Pasti Reza dalam keadaan yang sangat berduka setelah semua kejadian ini.

"Astagfirullah, Ya Allah Tuhan..." Pekik Farhan kaget ketika ia menyalakan motornya dan lampu motornya menyala melihat sosok perempuan dengan setelan celana jeans hitam dan blouse crop lengan balon yang juga berwarna hitam berdiri di belakang sebuah mobil sambil menatap mereka.

Farhan menghela napas panjang, kemudian melajukan motornya cepat-cepat meninggalkan parkiran, meninggalkan Gita dan Devano.

Devano yang tadinya sudah hampir memakai helm, mengurungkan niatnya sejenak.

"Ngapain kamu disini?" Tanya Devano.

Gita belum menjawab, ia berjalan menghampiri Devano dengan tatapan kosong. Dan tentu saja hal itu membuat Devano sedikit merinding melihat gadis ini.

"Kita akan selesain hari ini aja." Ucap Gita ketika sudah sampai di hadapan Devano.

Devano melirik Gita dengan tenang berusaha mengerti apa yang dimaksud gadis ini.

LOVE ME, HEAL MECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang