"80% review dari penonton kelas online kita bilang kalau Chef Devano ganteng." Gumam Lidya yang merupakan staf adiministrasi kelas online bernama Belajar.id.
Ia melirik ke arah rekannya yang sedang memindahkan video rekaman Devano beberapa jam lalu ke flashdisk-nya, dan ia hanya terkekeh pelan.
"Yah, gimana... Yang penting pada rajin deh ngikutin kelas materi masaknya Devan." Ucap Ardi sambil tertawa.
"Ga bisa gitu dong. Mereka fokus kemana? Lain kali bikinin sesi test per-sesi nya deh. Gue mau liat mereka merhatiin materi yang gue ajarin atau engga." Sahut Devano sambil memakai jaketnya.
"Gimana lagi, Dev. Makanya mending lo operasi plastik deh biar jelek. Kan beres jadinya." Ledek Lidya yang segera mendapatkan gelak tawa dari Ardi.
"Sembarangan..." Protes Devano sambil meraih tasnya.
"Eh lo udah mau pulang?" Tanya Ardi menyadari Devano sudah siap-siap dengan tas dan jaketnya.
"Udah beres kan? Ya gue mah pulanglah." Sahut Devano.
"Biasanya lo mau liat rekamannya dulu." Sambung Lidya dengan nada sedikit meledek.
"Nanti aja, ada urusan penting." Jawab Devano segera berjalan keluar gedung kantor Belajar.id dan segera menghampiri parkiran.
Ia benar-benar sudah tak sabar untuk pulang dan berharap Gita tak melakukan hal-hal aneh atau membuat keributan di sana.
Semoga saja. Pikirnya yang berusaha menenangkan diri.
***
Sementara itu, Sekar terlihat sedikit gugup melihat perempuan yang selama ini tak pernah ia temui dan hanya mendengar dari Devano.
Apalagi Devano juga tak pernah bicara banyak soal gadis ini. Perempuan cantik dari kota, dengan gaun floral dibawah lutut, rambut yang terurai manis dengan poni, membuat kesan pertama yang cukup baik bagi Sekar. Ia bahkan tak percaya gadis ini yang selalu dibicarakan jelek oleh suaminya dulu.
Berbeda dengan Sekar, Gita terlihat lebih santai berjalan menyusuri seluruh bagian di dalam rumah panti asuhan ini.
"Ini, Fiona dan Rani. Mereka yang membantu mengurus panti disini." Ucap Sekar memperkenalkan dua perempuan muda yang berada di satu ruangan yang sama itu.
Gita tersenyum kemudian mengulurkan tangannya.
"Fiona..." Ucap Fiona memperkenalkan dirinya dan menjabat tangan Gita.
"Gita." Jawab Gita kemudian beralih ke arah Rani dan mengulurkan tangannya lagi.
"Saya Rani..." Ucap Rani tersenyum menjabat tangan Gita.
Saat itu Gita terdiam. Ia yakin suara Rani adalah suara perempuan yang sama yang didengarnya kemarin malam memanggil Devano.
"Bu, ada kurir yang datang cari ibu." Ucap Ani memberitahu.
Sontak, Sekar pun segera beralih kepada Gita. "Nak Gita, saya ke depan dulu sebentar ya." Ucap Sekar yang disahuti oleh anggukan kepala Gita.
Setelah Sekar berjalan keluar, Gita kembali mengalihkan perhatiannya kepada dua perempuan muda ini.
"Kalian masih muda. Kenapa bisa memutuskan untuk partisipasi di sini?" Tanya Gita yang cukup membuat kedua wanita itu kaget.
"Jangan salah paham. Saya cuma pengen tahu." Lanjut Gita tersenyum.
"Saya mau cari pengalaman." Sahut Fiona terkekeh.
Walaupun tak mengerti pengalaman apa yang dimaksud, Gita tak bertanya lagi. Karena targetnya sebenarnya adalah Rani.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE ME, HEAL ME
RomanceAnggita Wirahma adalah seorang penulis novel horor yang memiliki gangguan emosional dan kesulitan percaya kepada semua orang. Tapi bagi Devano, Anggita adalah perempuan berkepribadian ganda yang selalu jadi trouble maker dimana pun ia berada. Namu...
