Fake Love 23
Luka
Jika terluka, mengapa tidak diobati? mengapa harus membiarkannya tetap terluka? bukankah hanya akan menambah sakit? untuk apa? luka yang dibiarkan terlalu lama hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan, jika itu luka ringan mungkin akan cempat sembuh walaupun tanpa harus diberi obat yang ampuh. Namun jika itu luka serius? luka itu akan membuatmu terus menerus kesakitan, berdarah, bahkan bernanah dengan bertambahnya waktu.
Obati supaya cepat kering. Walaupun membekas, setidaknya rasa sakitnya telah pergi.
💔💔💔
Ruangan itu begitu berantakan, buku-buku yang berserakan di lantai.
Ariana masih berdiri kaku memegangi keningnya yang berdarah akibat lemparan benda tumpul ke arahnya.
Jo Min gi telah melempar apapun yang ada di depannya, jika itu komputer mainan, mungkin saja ia juga akan melemparkannya ke sembarang tempat di ruangan itu. Ia segera mendekat, berdiri di hadapan Ariana. Segera membuka jasnya, melemparnya ke sembarang tempat, merangkul wanita itu dan membawanya duduk di sofa ruaanganya.
Ariana memandangnya dengan tatapan nanar.
Jo Min gi segera menghubungi manajer Hong, agar memanggil petugas medis untuknya.
"Aigo, mianhae!" Min gi terlihat gugup, tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika melihat darah yang terus mengalir di kening Ariana, bahkan kini tetesan darahnya semakin meresap ke kerah bajunya.
Min gi mengeluarkan sapu tangannya, menekannya sedikit untuk meredakan darah itu.
"Sebenarnya, apa yang kau lemparkan padaku?" gumam Ariana yang kini menatapnya.
"Ah, jeongmal mianhae!" pinta Min gi untuk kedua kalinya. Masih setia memegangi sapu tangan di kening Ariana. Perlahan, pandangannya turun menatap manik coklat milik Ariana, hingga bertautan.
"Ah, kepalaku jadi pusing!" gumam Ariana dengan mengerjap mata.
Rasanyaa ada ribuan kunang-kunang yang terbang mengelilingi kepalanya, itu mungkin efek dari pendarahan di keningnya, dan Min gi membawanya agar bersandar di dadanya.
"Mianhae!" gumam Min gi dengan memegangi kepalanya.
—
Jo Tae Yong sedang meringis kesakitan ketika ia lupa tentang luka di tangannya yang tidak sengaja menyikut meja kerjanya.
Aakkkhh...
Ia harus mengganti perbannya, ingin pergi sendiri ke ruang medis kantor itu daripada harus memanggil petugas medis dan menunggu di ruangannya.
Tae Yong yang sedang berjalan di koridor kantor pun merasa heran, melihat beberapa staf berlarian terburu-buru, dan ia pun menghentikan salah satunya.
"Ada apa? Mengapa kalian berlarian? Apakah ada berita terbaru tentang skandal artis hari ini?" bengongnya.
"Tidak tuan, kami harus segera ke ruangan tuan Min. Ini darurat!" salah satu staf itu membungkuk lalu kembali berlari menuju ruangan Jo Min gi.
Jo Tae Yong menggaruk tengkuk lehernya, ia berpikir bahwa mungkin saja sepupunya itu sedang mengamuk karena masalah pagi ini di rumahnya.
Tae Yong ingin mengabaikan semuanya dan fokus pada urusannya sendiri, tapi hati kecilnya merasa tidak tenang dan sangat gelisah. Ia menoleh kembali ke arah ruangan Jo Min gi, memikirkan sesuatu. Lalu melangkah dengan beberapa pertanyaan di hatinya.
Mengapa hatinya gelisah? ada apa?
—
Manajer Hong masuk ke ruangan Jo Min gi bersama petugas medis dan beberapa staf kantor yang segera membereskan ruangan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Love (END)
Romance⚠REVISI⚠REPUBLISH⚠ ⚠Cerita akan dibukukan!⚠ Beberapa part menagndung 21+⚠ Yang rishi mending skip. Fake Love. Ada yang menunggu dan ada yang merindu. Ada yang pergi, bahkan ada yang setia menanti. Ketika hati dirundung pilu, gelisah dan tidak menen...
