⚠REVISI⚠REPUBLISH⚠
⚠Cerita akan dibukukan!⚠ Beberapa part menagndung 21+⚠ Yang rishi mending skip.
Fake Love.
Ada yang menunggu dan ada yang merindu.
Ada yang pergi, bahkan ada yang setia menanti.
Ketika hati dirundung pilu, gelisah dan tidak menen...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
💔Fake Love 16
Connecting
Sebuah luka bisa disembunyikan oleh tawa, namun tidak oleh mata.
💔💔💔
Malam hari di kediaman Jo Min gi.
Hampir semua pelayan di rumah besar itu sedang sibuk menyiapkan makanan, setelah Jo Min gi memberikan intruksi kepada bibi Choi agar membuat menu makan malam istimewa.
Jo Min gi sedang bersiap mengenakan jas, pakaian hitam kebanggaanya, warna yang menjadi favoritnya, yang menambah damagenya sebagai seorang tuan muda di rumah itu.
Bibi Choi masuk ke dalam kamarnya dan memberitaukan bahwa semuanya telah siap. Jo Min gi tersenyum bangga pada bibi Choi, menunduk dan berterimakasih. Bibi Choi lalu keluar dari kamar itu.
Jo Min gi melangkah ke luar kamarnya melewati kamar pribadi Kim Mina. Pria dingin itu berdiri terpaku di depan pintu kamar istrinya, memegangi jarinya dan menyentuh cincin kawinnya. Min gi menoleh ke arah pintu, memandangnya. Perlahan, ia melepaskan cincin kawin yang melingkar di jari manisnya, menggenggamnya dan memasukannya ke dalam saku celananya.
Jo Min gi tersenyum dengan menghela napas lalu melanjutkan langkahnya.
Min gi tidak tahu atau mungkin pura-pura tidak pernah tahu dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu. Di dalam kamarnya, Jeong Jaemin sedang duduk dengan setia, yang sedari tadi memperhatikan wanita itu merias dirinya.
"Jaemin, bagaimana penampilanku? Apakah aku terlihat cantik?" Mina duduk di kursi di hadapan meja riasnya, merapihkan tatanan rambutnya.
"Kau selalu cantik, setiap waktu!" puji Jaemin dengan memberikan senyuman khasnya.
Kim Mina hanya menoleh sesaat padanya, tersenyum dan kembali memandang angkuh dirinya di cermin itu. Gaun merah panjang dengan belahan di kaki jengjangnya sampai atas lutut, serta bagian terbuka di atasnya yang mengenakan tali kecil penuh dengan payet menggantung di bahu putihnya dan menampakan punggugnya bahkan belahan dadanya yang mulus.
Kim Mina melangkah ke hadapan Jaemin yang masih duduk tenang di kasurnya, merangkul wajahnya hingga pria itu menengadah menatpnya. Kim Mina menyeringai, lalu mencium bibirnya, melumatnya. Jaemin reflek memegangi pinggang ramping itu, melingkar lalu mendekapnya mempermainkan lidahnya di dalam sana. Kim Mina segera melepaskan ciuman.
"Dengar, aku sangat ingin menikmati makan malam berdua denganmu, makan malam yang romantis seperti pasangan kekasih di darama tv. Aku sangat ingin mengajakmu duduk bersamaku, di sampingku malam ini, tapi ini adalah acara suamiku, bukan acara kita, apa kau mengerti?" Mina menatapnya. Sementara pria itu hanya tersenyum dengan sorot mata yang meneduhkan hatinya. Kim Mina kembali mendekatkan wajanya, menempelkan keningnya ke kening Jaemin. Dadanya bergetar, jantungnya berdegup kencang merasakan kedekatan itu. Mina tidak sanggup menahannya, mengerjapkan mata, terasa begitu sesak di dadanya, mencium singkat di kening Jaemin lalu berpaling darinya.