💔Fake Love 32
Ariana sedang menyiapkan sarapan pagi. Ia membuat dua porsi. Satu untuknya, dan satunya lagi untuk Tae Yong. Pria itu memang menginap semalam.
Ia pun kembali ke kamar dan bergegas untuk pergi ke kantor.
"Tae Yong bangunlah, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, bukankah kau juga harus ke kantor?"
Ariana memoles bibir mungilnya dengan lipstik warna oranye. Warna itu adalah warna favoritnya setelah warna nude dan coklat. Membuatnya terlihat segar dan mempesona setiap waktu.
Hmmppphh...
Tae Yong menggeliat tanpa membuka matanya, kembali memeluk bantal dan melanjutkan tidurnya.
"Tae Yong, jangan sampai aku bertengkar dengan Jo Min gi hanya karena membelamu dari amukannya hari ini?" Ariana duduk di sampingnya, menunggu pria itu agar segera bangun.
Tae Yong seketika membuka matanya dan duduk di hadapannya.
"Kau sudah rapih?" memperhatikan Ariana.
"Hm, cepatlah mandi dan bersiap, lalu sarapan, aku sudah menyiapkannya di meja makan!" Ariana merapihkan rambut Tae Yong yang begitu berantakan.
Tae Yong menunduk, lalu menyelinap memeluk pinggang Ariana.
"Kau ini, bukannya segera ke kamar mandi malah diam memelukku?" Ariana merasa heran dengan sikapnya.
"Hm, sebentar saja!" bariton seraknya begitu membuat candu di telinga.
"Aku harus pergi lebih dulu, aku sedang deadline untuk keberangkatan ke pulau Jeju!" ungkap ariana.
"Hah? Kau akan berangkat lagi?" Tae Yong menegakan wajahnya. Ia tidak pernah tahu bagaimana jadwal kerja Ariana, mungkinkah lebih padat dari jadwalnya atau memang Ariana hanya sengaja ingin selalu menghindar darinya? Entahlah.
"Aku sudah membahas hal ini bersama Min gi kemarin, karena itulah wanita itu salah paham padaku!"
"Hm— sudah jangan membahasnya lagi, aku tidak ingin kau menjadi emosi!" Tae Yong mendekapnya, menelusupkan wajahnya pada tengkuk leher jenjangnya.
"Ayo bangun!" pinta Ariana.
"Hmm, tapi adik ku sudah bangun lebih dulu!" bisiknya, langsung mengeratkan pelukannya dari belakang, menahan pinggang ramping Ariana.
Ariana terpaku memikirkan apa maksud dari perkataan Jo Tae Yong barusan. Merasakan sesuatu yang menegang di pinggangnya. Tentu saja itu adalah milik Jo Tae Yong yang selalu rutin bangun pagi.
Ariana tidak bisa menghindar.
"Hmm, seharusnya kau melakukannya denganku tadi malam, kau terus menerus menyiksaku, aku sangat merindukanmu!" Tae Yong menciumi rambut panjang itu menelusup hingga ke telinga.
"Tae, kau sampai menghabiskan sabunku!" gumamnya.
"Salahmu sendiri, mengapa kau membiarkanku melakukan solo? Dengan sabun? Kau memang tidak pernah cemburu terhadapku!" Tae Yong mengeluh, terus menerus mencumbunya.
"Lepaskan aku!" Ariana tidak bisa melepaskan dekapan tangan itu, terlalu kuat.
"Dan pagi ini, kau terlihat sudah cantik, aku harus bagaimana?" Tae Yong mengerinyit memejamkan mata merasakan dorongan hasratnya.
"Tidak, aku harus segera pergi!" Ariana akhirnya bisa melepaskan diri dan menjauh dari pria itu, ia segera meraih tasnya dan keluar dari kamarnya.
"Aku pergi!" serunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Love (END)
Romansa⚠REVISI⚠REPUBLISH⚠ ⚠Cerita akan dibukukan!⚠ Beberapa part menagndung 21+⚠ Yang rishi mending skip. Fake Love. Ada yang menunggu dan ada yang merindu. Ada yang pergi, bahkan ada yang setia menanti. Ketika hati dirundung pilu, gelisah dan tidak menen...
