Fake Love 34

196 18 28
                                        

💔Fake Love 34

Sarapan pagi di hunian Jo Min gi.

Seperti biasanya, sarapan pagi dengan berbagai menu telah tersedia di meja bundar itu. Seperti biasa pula, hanya di temani beberapa pelayan, tanpa Kim Mina. Wah, tentu Jo Min gi sudah sangat tidak peduli dengan wanita itu. Baginya, pernihannya sudah benar-benar berakhir.

Kim Mina memang tidak tahu malu, walaupun Min gi sudah melayangkan gugatan cerai, tapi wanita itu masih setia tinggal di rumahnya. Baginya, rumah megah itu juga rumahnya. Bahkan Jo Min gi rela meninggalkan rumah itu jika memang itu yang Mina inginkan, asalkan wanita itu menandatangani perceraian dan benar-benar pergi dari hidupnya selamanya.

"Min gi ada yang ingin aku bicarakan padamu!" Mina duduk di sebrang kursi meja itu.

"Katakan saja!" ia berusaha menikmati makanan, walaupun racunnya telah duduk di depan mata.

"Mulai besok, aku ingin bergabung di Min label!" ungkap Mina.

Jo Min gi menghetikan sarapannya seketika, memandang penuh ke hadapan Kim Mina.

"Terserah saja, jika memang kau tidak suka, aku akan tetap pergi ke kantor setiap hari!" Mina tersenyum tak simetris, bangkit lalu pergi dari sana.

Jo Min gi mengepal tangan merasa kesal. Ia segera bangkit dan pergi dari ruang makan mengikuti Kim Mina ke dalam kamarnya.

"Apa maksdumu?" Min gi mencengkram lengannya.

"Akh, apanya?" bengong Mina.

"Mengapa tiba-tiba kau ingin ke kantor?" Min gi menataapnya sengit.

"Sayang, memangnya kenapa? aku merasa bosan di rumah, lagi pula tidak ada siapapun di rumah ini yang bisa mengerti diriku, jadi bukankah lebih baik aku berkerja?" Mina melepaskan cengkraman itu.

"Hmm. Katakan padaku, mengapa kau melaporkan Ariana kemarin?" Min gi kembali mencengkramnya.

"Akh, apakah wanita itu mengadu padamu?" gumam Mina dengan memandang sendu, mencoba menggodanya.

"Kau memang tidak tahu malu!" Min gi melepaskannya dengan kasar.

"Akh. Haha apa kau menyukainya?" ketus Mina.

Jo Min gi kembali ke hadapannya, menatapnya tajam. "Ya, aku menykainya!" ketusnya. Lalu pergi dari hadapannya.

Kim Mina mengepal tangan di bawah sana, merasa kesal oleh pernyataan Jo Min gi.

💔💔💔

Min label

Jo Tae Yong terus menerus mengganggu Ariana, ketika wanita itu sedang sibuk menyusun arsip.

"Tae Yong, pergilah, aku sedang sibuk!" Ariana masih mencoba memfokuskan diri memandangi arsip itu satu persatu. Sementara Tae Yong masih menciumi bahunya, merangkul pinggangnya dari belakang.

"Hmm, mengapa kau sangat sibuk? Bukankah ini masih terlalu pagi?" gumam Tae Yong yang kini menelusup ke tengkuk lehernya, meremas dadanya.

"Ahh. Kumohon hentikan!" Ariana benar-benar harus menahan emosinya.

"Aku sangat menyukai bagian ini, sekarang ukurannya lebih berisi, aku semakin menyukainya!" kedua tangannya meremas kasar, pria itu masih berusaha mengujinya dengan mengeluarkan kata-kata sensual.

"Hentikan ocehanmu itu!" Ariana segera melepaskan diri, menjauh darinya. "Aku harus pergi menemui Jo Min gi, harus memberikan semua ini padanya!" sambungnya, dengan kembali merapihkan arsip itu.

"Mengapa kau tidak menyuruh sekertaris saja? Mengapa kau harus melakukan semuai ini sendiri?" Tae Yong mengeluh karena Ariana tidak bisa diajak bermesraan di sana.

Fake Love (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang