Bagaimana perasaanmu jika tinggal bersama lima orang cowok dalam satu rumah, dan kamu adalah cewek satu-satunya? Takut? Sedih? Atau malah bahagia karena tinggal bersama dengan cowok ganteng?
Ainka Atlana terpaksa harus tinggal bersama kelima cowok...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Heran gue, ngelamun mulu, ya, kerjaan lo?"
Suara itu sukses membuyarkan lamunan Ainka. Ia refleks menoleh. Di sampingnya, Gusti sudah duduk dengan tampang malas khasnya—punggung bersandar, kaki selonjoran, dan mata setengah fokus ke layar ponsel.
"Hah?" Ainka mengernyit.
"Lo mikirin apaan, sih?" Gusti masih asyik dengan gawainya. "Seminggu ini plonga-plongo kek ODGJ aja!"
Belum sempat Ainka membalas, Gusti tiba-tiba meletakkan ponselnya dengan kasar. "Anjing! Abi lo bisa main nggak, sih?! AFK mulu dari tadi!"
Belum juga suasana reda, perut Ainka malah bersuara nyaring. Ia meringis pelan. Apalagi saat matanya menangkap mangkuk Indomie Gusti—lengkap dengan telur setengah matang yang mengambang manja di atasnya. Perut Ainka langsung berdemo.
Sendok Gusti berhenti tepat di depan mulut. Ia menoleh perlahan, menatap Ainka dengan ekspresi kesal. "Makanya jadi orang jangan plonga-plongo! Dari tadi Raja koar-koar di dapur kayak demonstrasi depan DPR cuma buat nawarin lo mie! Eh, lo malah diem aja!"
Ainka menyeringai jahil. Matanya menyipit nakal. Ia menggigit bibir bawahnya, bersiap melakukan sesuatu yang jelas-jelas tidak beretika.
Dan— bruk!
Dengan sengaja, Ainka menyenggol tangan Gusti yang sedang memegang mangkuk. Kuah Indomie panas langsung tumpah ke paha Gusti.
"HAHAHA! MAMPUS!" teriak Ainka sambil kabur ke arah dapur.
"AINKA ANJING! PANAS, GOBLOK!" umpat Gusti misuh-misuh sambil meloncat dari kursinya.
Dapur langsung jadi pusat kericuhan.
Raja dan Abi terlihat bersandar di meja dapur, bersenandung sambil tertawa tanpa dosa. "Lelaki buaya buset~," nyanyi Abi, lalu tertawa ngakak. "Lagi, Ja, lagi! Lo punya lagu lain nggak?"
Raja langsung mengganti nada, penuh penghayatan. "Tut! Tut! Tut bunyi hujan di atas kentut~"
"GEN.TING!" sahut Ainka penuh penekanan begitu masuk dapur, ikut menahan tawanya.
Tawa Abi dan Raja langsung meledak, memenuhi dapur. Zevon yang duduk di stool bar sampai menyemburkan minumannya karena tak kuat menahan tawa. Bahkan Sindu yang sedang berdiri di depan kompor sampai melempar wortel ke samping, saking kesalnya menghadapi guyonan receh makhluk-makhluk itu.
"Bisa nggak, sih, satu rumah WARAS SEHARI AJA?!" bentak Sindu.
Jawabannya? Tawa makin pecah.
"Hahaha bangke, itu yang nyanyi kreatif banget dah!" sahut Raja yang masih tertawa renyah, bahunya naik turun menahan sisa ngakak.