"Kakek kata papa, Rara anak kakek" adu Keyra.
Keluarga kecil Rayan saat ini sedang berada di Indonesia. Berhubung sekolah twins sedang libur.
Kakeknya yang duduk tepat dihadapannya tertawa. "Kamu percaya?"
"Enggak, kata mama Rara anak papah sama mama soalnya mukanya sama"
"Terus apa lagi yang sama?"
"Rara cantik kaya mamah"
"Bi juga ganteng kaya papah" lanjut Rara menatap Bryan yang hanya diam
"Kamu anak mama Queisha papa Rayan, bukan anak kakek"
"Tuh kan Rara udah curiga"
"Bisa aja kamu"
"Rara mau cari papa dulu"
Rara berlari menaiki tangga dan mengetok pintu kamar kedua orang tuanya. "Mamah papah"
"Apa Ra?" Queisha membuka pintu dan Rara langsung masuk
"Papa mana?"
"Bobo"
Rara melihat selimut yang mengembung. "Papa koo bobo jam segini?"
"Jam 9 kan mah sekarang?"
"Iya"
Rara naik ke kasur dan membuka selimut menampakan Rayan yang tidur tanpa atasan.
"Papa" panggil Rara
"Papa katanya kita mau jalan-jalan" Rara duduk di perut dan berbisik
"Papa"
"Mama panggil Bi dulu buat siap-siap"
"Ok mama"
"Papa bangun'' Rara menciumi wajah Rayan hingga Rayan membuka matanya
"Apa rara?" Rayan menarik anaknya sebagai guling
"Papah ih berat"
"Enggak"
"Kan papa gendut"
"Heh kata siapa?" Rayan memiliki 8 kotak diperutnya enak saja dibilang gendut
"Uncle Dave"
"Jangan didengerin"
"Yaudah terserah, sekarang ayo kita jalan-jalan"
"Kemana?
"Kemaren kata papa mau ke zoo"
"Emang mau sekarang?"
"Iya ih papa mah, oiya papa bohong katanya Rara anak kakek, tapi kata kakek enggak tuh, papah kali yang anaknya Kakek"
Rayan hanya tertawa mendengar ocehan anaknya. "Jangan ketawa, kata mama kalo bohong ntar gak disayang, Papa mau ga disayang Rara?"
"Enggak dong"
"Jangan bohong lagi ya"
"Rayan bangun" Queisha datang dengan Bryan digendongannya
"Udah sayang"
"Mandi, Rara ayo siap-siap"
"Papa kok baru mau mandi mah?" Bryan menatap aneh papanya
"Papa semalem lembur Bi" jawab Rayan bangun dari kasur dan berjalan menuju Queisha yang sedang menguncir rambut Rara
"Sana Ray"
"Mamah mamah kok gak manggil papa papa?" Tanya Rara tersenyum menatap papanya
"Gakpapa"
"Panggil papa dong, biar sama"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband
RomanceCover by: Shoviya ••••••••••••••••••• "Pernikahan bukan pilihan yang mudah. Saat mereka harus memutuskan segala hal bersama, mengikuti apa yang disuka dan apa yang tidak disukai pasangannya. Pernikahan bukanlah suatu mainan jika bosan maka berhenti...
